Kalla Translog Tanam 31 Ribu Mangrove di Pangkep Cegah Abrasi Pesisir

Kalla Translog Tanam 31 Ribu Mangrove di Pangkep Cegah Abrasi Pesisir

Muhammad Subhan - detikSulsel
Sabtu, 25 Jul 2026 16:37 WIB
CEO Kalla Translog, Andi Muhammad Gunawan bersama Pemkab Pangkep dan masyarakat saat pembukaan kegiatan penanaman Mangrove.
CEO Kalla Translog, Andi Muhammad Gunawan bersama Pemkab Pangkep dan masyarakat saat pembukaan kegiatan penanaman Mangrove. Foto: Muhammad Subhan/detikSulsel
Pangkep -

Kalla Transport & Logistics (Kalla Translog) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28, anak perusahaan Kalla Group ini menanam 31.000 bibit mangrove di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kita selalu diminta dari pemilik perusahaan untuk bermanfaat bagi lingkungan dan warga sekitar. Itu bagian dari komitmen kita," ujar CEO Kalla Translog, Muh Gunawan kepada wartawan di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Penanaman mangrove ini menyasar area pesisir seluas 3,1 hektare sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memulihkan ekosistem yang terdampak abrasi. Kelurahan Tekolabbua sendiri telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove resmi di Pangkep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya berkelanjutan memulihkan ekosistem pesisir terdampak abrasi ini dilakukan lewat penanaman mangrove di lahan seluas 3,1 hektare," ucapnya.

Gunawan tidak menampik bahwa operasional bisnis di sektor otomotif dan logistik menyumbang dampak terhadap lingkungan. Keberadaan armada logistik yang terus beroperasi setiap hari di jalan raya menjadi alasan kuat perusahaan untuk rutin melakukan aksi hijau pengganti.

ADVERTISEMENT

"Kita menyadari aktivitas kita di otomotif salah satunya menyumbang polusi udara. Sadar akan hal itu, semua unit bisnis di Kalla diwajibkan untuk ikut menjaga lingkungan," jelasnya.

Aksi penghijauan di Tekolabbua ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak 2022, total bibit mangrove yang telah ditanam Kalla Group di kawasan tersebut mencapai 144.000 pohon dengan cakupan lahan konservasi seluas 13,5 hektare.

"Sejak 2022, total mangrove yang sudah kita tanam di Tekolabbua mencapai 144 ribu pohon di lahan seluas 13,5 hektare," terang Gunawan.

Selain penanaman puluhan ribu bibit mangrove, rangkaian perayaan HUT ke-28 Kalla Translog ini juga diisi dengan sejumlah aksi sosial untuk warga lokal, seperti kegiatan donor darah hingga pemeriksaan mata gratis.

"Selain menanam mangrove, kami juga menggelar donor darah dan pemeriksaan mata gratis untuk warga lokal," bebernya.

Aksi hijau ini juga melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep, personel TNI-Polri, hingga warga setempat yang bahu-membahu menanam bibit di sepanjang pesisir Tekolabbua. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama keberhasilan menjaga kawasan konservasi dari ancaman abrasi pantai.

"Penanganan abrasi dan kelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara perusahaan, Pemda, TNI, Polri, serta partisipasi aktif warga lokal di Tekolabbua inilah yang memastikan bibit yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan memberi dampak jangka panjang," pungkas Gunawan.



(ata/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads