Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan kembali berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diketahui pria bernama Hasbi (41).
Diketahui, jenazah korban ditemukan di kawasan Pulau Matalaang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Kamis (23/7). Tim SAR gabungan lalu menyerahkan kantong jenazah korban ke tim DVI dengan nomor PM 62 B 03 Selayar.
"Kantong jenazah dengan nomor PM 62 B 03 Selayar cocok dengan ante mortem 015 teridentifikasi sebagai Hasbi usai 41 tahun, warga Labuan Marege, Desa Baji Minasa, Kecamatan Pasimasunggu, Selayar," kata Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers, Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haris menjelaskan identifikasi korban dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan. Tim DVI memastikan identitas korban berdasarkan kecocokan sidik jari, data medis, serta properti yang melekat pada korban.
"Melalui sidik jari, data medis, dan properti sehingga sampai hari ini tim DVI gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 3 korban," bebernya.
Haris menjelaskan, properti yang dimaksud dalam proses identifikasi merupakan barang-barang pribadi yang ditemukan melekat saat jenazah diperiksa. Barang tersebut seperti pakaian, perhiasan, jam tangan hingga tanda pengenal yang masih melekat pada korban.
"Jadi maksud properti ini adalah barang-barang kepemilikan korban yang biasa digunakan seperti pakaian, perhiasan, jam tangan. Dan tanda pengenal yang melekat pada korban," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto mengungkapkan bahwa operasi SAR kin resmi ditutup. Untuk operasi kini hanya dilakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan.
"Operasi pencarian sudah ditutup, berdasarkan keterangan Kakansar Kelas 1A Makassar, berdasarkan hasil evaluasi, sekarang dilakukan operasi evakuasi," ungkap Kombes Didik Supranoto.
Hingga hari ke-10 pencarian, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 62 korban, terdiri atas 58 orang selamat dan empat korban meninggal dunia. Sementara itu, masih ada 14 penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Diketahui, KLM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal lalu mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
