Sepanjang tahun 2026, terdapat berbagai peringatan penting dan menarik yang dirayakan di berbagai belahan dunia. Termasuk hari ini, 23 Juli 2026 yang menandai sedikitnya 4 perayaan.
Salah satu peringatan penting di tanggal 23 Juli adalah Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia yang pada tahun 2026 ini memasuki peringatan ke-42. Selain itu, ada juga peringatan Hari Sjögren Sedunia, Hari Yada Yada Yada Internasional, dan Hari Apolinario Mabini di Filipina.
Setiap peringatan tersebut membawa pesan dan makna yang berbeda-beda, mulai dari isu perlindungan anak, kesehatan, budaya populer, hingga penghormatan terhadap tokoh sejarah. Lantas, apa saja peringatan yang diperingati setiap 23 Juli?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak berikut ini ulasan lengkapnya!
Hari Anak Nasional ke-42
Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia. Peringatan ini menjadi momen untuk mengingatkan kembali pentingnya anak sebagai generasi penerus bangsa mendapat perlindungan dan perhatian.
Mengutip laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), penetapan Hari Anak Nasional berkaitan erat dengan momen pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Undang-undang tersebut disahkan pada 23 Juli 1979 dan menjadi dasar penting dalam upaya memenuhi hak serta kesejahteraan anak di Indonesia.
Aturan tersebut menyoroti peran anak yang merupakan aset bangsa sehingga harus dijaga dan diberikan kesempatan untuk tumbuh dengan baik. Anak diharapkan dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi fisik, mental, sosial, maupun kehidupan beragama.
Mengingat pentingnya hal tersebut, pemerintah kemudian menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.
Pada tahun 2026, Hari Anak Nasional memasuki peringatan yang ke-42. Adapun tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan".
Melalui tema tersebut, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Tidak hanya keluarga, pemerintah, sekolah, dan masyarakat juga memiliki peran dalam memastikan anak mendapatkan hak mereka untuk tumbuh dan berkembang.
Hari Sjögren Sedunia
Di dunia kesehatan, tanggal 23 Juli juga diperingati sebagai Hari Sjögren Sedunia. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sindrom Sjögren, penyakit autoimun yang masih sering disalahpahami dan terlambat dikenali.
Sindrom Sjögren merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh tertentu, terutama kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala seperti mata kering, mulut kering, hingga nyeri sendi.
Selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, peringatan Hari Sjögren Sedunia juga menjadi momen untuk memberikan dukungan kepada pasien, keluarga, dan komunitas yang terdampak penyakit tersebut. Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong penelitian serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya diagnosis sejak dini.
Tanggal 23 Juli dipilih sebagai hari peringatannya karena bertepatan dengan hari kelahiran Dr. Henrik Sjögren, dokter mata asal Swedia yang pertama kali menjelaskan sindrom tersebut secara ilmiah. Di tahun 1933, Dr. Henrik Sjögren menerbitkan penelitian mengenai pasien yang mengalami kombinasi gejala mata kering, mulut kering, dan radang sendi.
Sebelum penelitian Dr. Henrik Sjögren dikenal luas, dokter asal Polandia Jan Mikulicz-Radecki telah lebih dulu menemukan kasus dengan gejala serupa pada 1892. Seiring berkembangnya penelitian, kondisi tersebut kemudian dikenal sebagai Sindrom Sjögren dan terus dipelajari hingga saat ini.
Hari Yada Yada Yada Internasional
Tanggal 23 Juli juga menandai peringatan Hari Yada Yada Yada Internasional. Peringatan tersebut dibuat untuk merayakan salah satu frasa populer yang dikenal luas berkat serial komedi asal Amerika Serikat, Seinfeld.
Ungkapan "yada yada yada" digunakan untuk menggambarkan bagian cerita yang sengaja dilewati atau dianggap tidak perlu dijelaskan secara panjang. Dalam budaya populer, frasa ini menjadi terkenal karena menggambarkan cara seseorang meringkas cerita dengan gaya yang lucu.
Meski identik dengan Seinfeld, asal-usul ungkapan tersebut sebenarnya masih belum diketahui secara pasti. Sejumlah pendapat menyebut istilah tersebut berkaitan dengan ungkapan lama seperti "yackety-yack" atau variasi bahasa percakapan yang sudah digunakan sejak puluhan tahun sebelumnya.
Popularitas frasa tersebut semakin meningkat setelah muncul dalam salah satu episode Seinfeld yang tayang pada 24 April 1997. Dalam episode tersebut, frasa "yada yada yada" digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang melewati bagian cerita tertentu yang dianggap tidak ingin didengar orang lain.
Pada 2009, The Paley Center for Media memasukkan "yada yada yada" sebagai salah satu frasa terlucu dalam daftar "50 Frasa Terlucu di TV". Selanjutnya pada tahun 2015, seorang penggemar Seinfeld menetapkan 23 Juli sebagai Hari Yada Yada Yada Internasional, yang kemudian turut dirayakan oleh para penggemar serial tersebut.
Hari Apolinario Mabini di Filipina
Di Filipina, tanggal 23 Juli menandai peringatan Hari Apolinario Mabini. Peringatan tersebut bertujuan untuk mengenang jasa salah satu tokoh penting dalam sejarah Filipina yang dikenal sebagai "Otak Revolusi".
Apolinario Mabini adalah seorang pemimpin revolusi, ahli hukum, pendidik, dan negarawan Filipina. Ia dikenal karena pemikirannya yang berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Filipina serta perannya dalam membangun pemerintahan awal negara tersebut.
Mabini berasal dari keluarga sederhana, ia lahir pada 23 Juli 1864 di Tanauan, Batangas, Filipina. Meski berasal dari keluarga kurang mampu, ia dikenal sebagai sosok cerdas yang memiliki semangat tinggi untuk belajar hingga berhasil menempuh pendidikan hukum di Universitas Santo Tomas.
Pada tahun 1896, Mabini terkena penyakit polio yang membuat kedua kakinya lumpuh. Kondisi tersebut tidak menghentikannya sama sekali, ia tetap memberikan gagasan dan nasihat politik kepada pemimpin revolusi Filipina, Emilio Aguinaldo.
Berkat ketekunan dan kegigihannya, Mabini akhirnya dipercaya menjadi perdana menteri pertama Filipina sekaligus berperan dalam penyusunan Konstitusi Malolos. Ia meninggal pada 13 Mei 1903 di Manila.
Meskipun telah tiada, hingga kini pemikiran dan jasa Mabini tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Filipina.
Baca juga: Tanggal Merah Bulan Juli 2026, Cek di Sini! |
Nah detikers, demikianlah penjelasan mengenai daftar peringatan penting dan menarik yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Semoga bermanfaat!
