Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli ini memasuki peringatan yang ke-42 pada tahun 2026. Momentum ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang mereka.
Dalam peringatannya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berperan dalam mengoordinasikan perayaan HAN setiap tahunnya dengan menyusun panduan khusus. Di lingkungan sekolah, peringatan HAN umumnya diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan mendukung pembentukan karakter siswa.
Ada beragam kegiatan yang dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, serta kondisi dan fasilitas masing-masing sekolah. Kegiatannya pun beragam, mulai dari lomba kreatif, permainan edukatif, pentas seni, kegiatan literasi, hingga aksi sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi guru maupun pihak sekolah yang sedang mencari referensi, berikut kumpulan ide kegiatan Hari Anak Nasional di sekolah yang seru, edukatif, dan mudah diterapkan. Yuk, simak selengkapnya!
Ide Kegiatan Hari Anak Nasional di Sekolah
Bidang Seni, Budaya & Kreativitas
1. Festival Kostum & Karnaval Nusantara
Festival kostum dan Karnaval Nusantara dapat menjadi salah satu kegiatan menarik untuk memeriahkan Hari Anak Nasional di sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa dan guru mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia atau kostum tokoh pahlawan nasional, kemudian mengikuti pawai mengelilingi lingkungan sekolah yang diiringi musik tradisional.
Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat mengenal kekayaan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan sikap saling menghargai keberagaman. Selain itu, festival kostum juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya dan sejarah bangsa kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
2. Fashion Show Barang Daur Ulang
Fashion show busana daur ulang dapat menjadi kegiatan yang memadukan kreativitas dengan edukasi lingkungan. Dalam kegiatan ini, siswa diajak merancang dan mengenakan busana yang dibuat dari bahan-bahan bekas, seperti koran, botol plastik, kardus, kantong plastik, atau kain perca.
Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna jika diolah secara kreatif. Selain melatih imajinasi dan keterampilan, fashion show busana daur ulang juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, mengenalkan pentingnya pengelolaan sampah dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), serta mendorong kemampuan berpikir kreatif dalam mencari solusi terhadap permasalahan di sekitar mereka.
3. Pentas Seni Inklusif & Ekspresi Bebas
Pentas seni inklusif dan ekspresi bebas dapat menjadi wadah bagi seluruh siswa untuk menampilkan bakat serta minat mereka. Setiap siswa diberi kesempatan tampil sesuai kemampuannya, seperti menyanyi, menari, bermain alat musik, membaca puisi, sulap, teater, atau pertunjukan kreatif lainnya tanpa adanya tekanan untuk menjadi yang terbaik.
Kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri, melatih kemampuan berkomunikasi dan tampil di depan umum, serta mendorong siswa berani mengekspresikan diri. Selain itu, pentas seni juga mengajarkan pentingnya saling menghargai perbedaan bakat, mengapresiasi usaha setiap orang, dan menciptakan suasana yang inklusif tanpa mengedepankan persaingan yang berlebihan.
4. Lomba Mural atau Lukis Bersama di Kanvas Panjang
Lomba mural atau lukis bersama di kanvas panjang dapat menjadi kegiatan yang mengajak siswa menyalurkan kreativitas melalui karya seni. Sekolah dapat menyediakan bentangan kanvas putih berukuran besar atau dinding khusus yang aman untuk dilukis.
Selanjutnya, siswa bekerja sama membuat mural sesuai tema yang telah ditentukan, seperti Hari Anak Nasional, lingkungan, keberagaman, atau cita-cita. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan kreativitas dan kemampuan seni, tetapi juga melatih keterampilan motorik halus, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta mengasah imajinasi dan ekspresi diri.
Selain itu, siswa belajar menghargai ide orang lain, berbagi peran, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil karya yang dibuat bersama.
5. Pameran Karya Seni & Proyek Siswa
Pameran karya seni dan proyek siswa dapat menjadi salah satu cara untuk mengapresiasi hasil belajar dan kreativitas peserta didik. Dalam kegiatan ini, sekolah dapat memamerkan berbagai hasil karya siswa, seperti lukisan, kerajinan tangan, prakarya, karya tulis, hingga proyek sains sederhana yang telah dikerjakan selama satu semester.
Melalui pameran ini, siswa dapat merasakan bahwa setiap usaha dan hasil karya mereka dihargai. Kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri, memotivasi siswa untuk terus berkarya, serta melatih tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan mereka.
Selain itu, pameran karya menjadi sarana untuk mengembangkan apresiasi terhadap seni, kreativitas, dan berbagai ide yang dihasilkan oleh teman-teman mereka.
Bidang Olahraga & Permainan Tradisional
1. Porseni Ceria (Pekan Olahraga Tradisional)
Porseni Ceria dapat menjadi kegiatan yang menggabungkan olahraga, permainan, dan pelestarian budaya dalam peringatan Hari Anak Nasional. Sekolah dapat mengadakan berbagai perlombaan permainan tradisional, seperti balap karung, engklek, egrang batok, bakiak, tarik tambang, hingga bentengan yang melibatkan seluruh siswa.
Selain menciptakan suasana yang meriah dan menyenangkan, kegiatan ini juga membantu melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Melalui permainan tersebut, siswa dapat melatih kemampuan motorik kasar, meningkatkan kebugaran fisik, memperkuat kerja sama tim, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, dan sikap saling menghargai selama bermain.
2. Fun Games & Outbound Kolaboratif
Kegiatan ini berisi berbagai permainan luar ruangan yang menekankan kerja sama tim, seperti estafet air, jaring laba-laba tali, teka-teki kelompok, mencari harta karun (treasure hunt), atau permainan estafet lainnya. Melalui kegiatan ini, siswa diajak bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, bukan sekadar berkompetisi secara individu.
Selain meningkatkan kebersamaan, fun games dan outbound juga dapat melatih kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta keterampilan memecahkan masalah. Suasana yang menyenangkan membuat siswa belajar berkolaborasi, saling percaya, dan menghargai peran setiap anggota kelompok.
3. Senam Sehat Bersama
Senam sehat bersama dapat menjadi kegiatan pembuka yang menyenangkan dalam peringatan Hari Anak Nasional di sekolah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti senam irama secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan flash mob atau tarian ceria yang dipandu oleh guru maupun perwakilan siswa.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sejak dini. Kegiatan ini juga dapat melatih koordinasi gerak, disiplin, serta membangun semangat, kekompakan, dan energi positif di lingkungan sekolah.
Bidang Edukasi, Inspirasi & Suara Anak
1. Kelas Inspirasi & Ragam Profesi
Kelas Inspirasi dan Ragam Profesi dapat menjadi kegiatan edukatif yang memperkenalkan siswa pada berbagai pilihan karier sejak dini. Sekolah dapat mengundang orang tua murid atau para profesional dari beragam bidang, seperti dokter, pemadam kebakaran, pilot, polisi, seniman, wirausahawan, hingga pegiat lingkungan untuk berbagi pengalaman dan menceritakan perjalanan karier mereka.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh wawasan baru mengenai berbagai profesi beserta peran dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga dapat memperluas pengetahuan tentang dunia kerja, kelas inspirasi juga dapat menumbuhkan motivasi belajar, membantu siswa mengenali minat dan cita-cita, serta mendorong mereka untuk berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan sejak dini.
2. Pohon Harapan (Wish Tree & Pojok Aspirasi)
Sekolah dapat menyediakan sebuah pohon buatan atau papan khusus tempat siswa menggantungkan secarik kertas yang berisi cita-cita, harapan untuk sekolah, pesan tentang hak-hak anak, maupun impian mereka di masa depan di masing-masing kelas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk berani mengungkapkan pendapat, harapan, dan perasaannya secara positif.
Pohon harapan juga mengajarkan bahwa setiap suara anak layak didengar dan dihargai. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi sekolah untuk memahami aspirasi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
3. Podcast Mini / Siaran Radio Sekolah Spesial
Podcast mini atau siaran radio sekolah dapat menjadi kegiatan yang menarik sekaligus edukatif dalam peringatan Hari Anak Nasional. Dalam kegiatan ini, siswa berperan sebagai penyiar, pembawa acara, atau narasumber yang membahas berbagai topik seputar dunia anak, seperti pentingnya bermain, pertemanan yang sehat, menjaga kesehatan mental, hak-hak anak, hingga pencegahan perundungan (bullying).
Melalui kegiatan ini, siswa dapat melatih kemampuan berkomunikasi, menyampaikan pendapat dengan baik, serta meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara di depan umum. Selain itu, podcast atau siaran radio sekolah juga menjadi sarana untuk mengembangkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menyampaikan informasi secara kreatif kepada teman-teman mereka.
4. Dongeng Interaktif Bersama Pendongeng
Dongeng interaktif bersama pendongeng dapat menjadi kegiatan yang menghibur sekaligus mendidik dalam peringatan Hari Anak Nasional. Sekolah dapat mengundang pendongeng profesional atau guru yang memiliki kemampuan bercerita untuk membawakan kisah-kisah inspiratif, cerita rakyat Nusantara, maupun dongeng yang sarat dengan nilai moral melalui penyampaian yang menarik dan interaktif.
Kegiatan ini membantu menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pantang menyerah melalui alur cerita yang mudah dipahami anak. Selain itu, dongeng interaktif juga dapat meningkatkan daya imajinasi, kreativitas, kemampuan menyimak, serta mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi melalui sesi tanya jawab atau permainan yang disisipkan di sela-sela cerita.
Bidang Rekreasi, Sosial & Kewirausahaan
1. Nobar (Nonton Bareng) Film Edukatif & Diskusi Ringan
Nonton bareng (nobar) film edukatif dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Sekolah dapat memutar film anak yang inspiratif dan ramah anak, baik karya Indonesia maupun internasional, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab mengenai pesan moral, nilai kehidupan, dan pelajaran yang dapat dipetik dari film tersebut.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk tidak hanya menikmati tontonan, tetapi juga belajar memahami isi dan makna di balik cerita. Nobar film edukatif dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan literasi media, melatih keberanian menyampaikan pendapat, serta membangun kebiasaan berdiskusi dan menghargai sudut pandang orang lain.
2. Market Day & Bazar Makanan Sehat
Siswa didampingi guru/orang tua belajar berwirausaha dengan membuat dan memasarkan camilan sehat buatan rumah, di mana sebagian hasilnya dapat didonasikan untuk kegiatan sosial. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenal dasar-dasar berwirausaha, mulai dari merencanakan produk, menentukan harga, melayani pembeli, hingga mengelola hasil penjualan.
Selain itu, Market Day juga membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, melatih kemampuan berkomunikasi, tanggung jawab, kerja sama, serta menumbuhkan rasa empati melalui kegiatan berbagi kepada yang membutuhkan.
3. Aksi Sosial dan Berbagi Bersama
Aksi sosial dan berbagi bersama dapat menjadi kegiatan yang mengajarkan nilai kepedulian dan empati kepada siswa dalam peringatan Hari Anak Nasional. Sekolah dapat mengajak siswa mengumpulkan buku layak baca, pakaian, alat tulis, mainan, atau kebutuhan lainnya untuk disalurkan kepada panti asuhan, panti sosial, maupun sekolah yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama sejak usia dini. Selain menumbuhkan empati dan rasa syukur, aksi sosial juga mengajarkan nilai gotong royong, solidaritas, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan begitu, siswa tidak hanya merayakan Hari Anak Nasional, tetapi juga memaknainya melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi orang lain.
4. Piknik dan Makan Bersama di Lapangan
Piknik dan makan bersama di lapangan dapat menjadi kegiatan penutup yang menyenangkan dalam peringatan Hari Anak Nasional di sekolah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di halaman sekolah untuk menikmati bekal sehat atau makanan tradisional yang dibawa dari rumah.
Kegiatan dapat dilakukan dengan duduk bersama di atas tikar atau beralaskan daun pisang sehingga tercipta suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menumbuhkan nilai kebersamaan, gotong royong, rasa kekeluargaan, serta membiasakan siswa untuk saling berbagi dan menghargai kebersamaan dalam suasana yang sederhana namun bermakna.
Itulah kumpulan ide kegiatan Hari Anak Nasional di sekolah yang seru dan edukatif. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/urw)
