Kapal LS CASS atau kargo curah menabrak rumpon milik nelayan bernama Rusli Kilinuhun di perairan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Peristiwa itu direkam oleh sejumlah nelayan yang sedang melaut.
"Saya tidak di lokasi kejadian. Memang saya yang punya ponton (rumpon), cuma nelayan yang bikin (merekam) video itu," ujar Rusli Kilinuhun kepada detikcom, Selasa (21/7/2026).
Peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Kecamatan Patani Selatan, Halmahera Tengah, Senin (20/7) pukul 08.00 WIT. Kapal tersebut menabrak rumpon sekitar 6 mil dari bibir pantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya ponton (rumpon) itu kan dari bibir pantai ke laut sekitar 6 mil, itu dekat saja itu dari bibir pantai," katanya.
Rusli mengaku tidak tahu kapal tersebut berlayar dari wilayah mana. Namun informasi yang dia peroleh, kapal tersebut sedang menuju kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah.
"(Kapal entah dari mana), tapi yang jelas tujuannya ke Lelilef, (kawasan IWIP) iya," katanya.
Rusli mengaku telah meminta pertanggung jawaban atas insiden tersebut. Pihak kapal pun berjanji akan melakukan ganti rugi atas kerusakan rumpon tersebut.
"Barang (persoalan) ini dengan pengurus kapal sudah selesai dia punya pembicaraan. Jadi torang (kami) punya tuntutan (ganti rugi) itu dorang (mereka) mau bertanggung jawab," imbuh Rusli.
Dihubungi terpisah, Kepala Syahbandar Wilayah Patani, Gery menolak memberikan komentar. Ia mengarahkan detikcom mewawancarai langsung pemilik rumpon.
"Nanti bacarita (berbicara) dengan pemiliknya, jangan dengan saya, takutnya nanti simpang siur," ujar Gery.
Sementara itu, salah satu tenaga di bagian humas PT IWIP, Rizal Syam, gagal dihubungi. Panggilan masuk ke nomor ponselnya tak terhubung hingga berita ditayangkan.
Berdasarkan informasi dari Marine Trafic yang dilihat detikcom, kapal berbendera Kepulauan Marshall itu berlayar dari Pulau Dinagat, Filipina sejak Selasa (7/7). Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Weda Tengah pada Senin (20/7).
