Tanggal 22 Juli memperingati sejumlah peringatan nasional maupun internasional di berbagai belahan dunia. Lantas, apa saja peringatan tersebut dan seperti apa kisah di baliknya?
Sedikitnya ada 4 peringatan penting dan menarik yang jatuh pada tanggal ini. Keempat peringatan tersebut meliputi Hari Otak Sedunia, Hari Kesadaran Fragile X, Hari Perkiraan Pi, hingga Hari Beta Glukan.
Setiap peringatan tersebut memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda. Mulai dari mendorong kemajuan penelitian sains, meningkatkan kesadaran akan kesehatan, hingga mengenalkan kekayaan pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, seperti apa cerita dibalik masing-masing peringatan tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
1. Hari Otak Sedunia
Hari Otak Sedunia yang diperingati setiap 22 Juli menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat dunia akan pentingnya menjaga kesehatan otak. Melalui peringatan ini, semua kalangan diajak untuk lebih peduli terhadap fungsi organ yang menjadi pusat kendali tubuh tersebut.
Peringatan ini diinisiasi oleh Federasi Neurologi Dunia (World Federation of Neurology/WFN). Organisasi ini setiap tahunnya mengangkat tema tertentu yang berkaitan dengan kesehatan otak sekaligus mengampanyekan langkah pencegahan, deteksi dini, dan akses terhadap layanan neurologi yang lebih baik.
22 Juli dipilih untuk menandai peringatan ini karena bertepatan dengan hari berdirinya Federasi Neurologi Dunia pada 1957. Tanggal tersebut sekaligus menjadi momen disusunnya konstitusi pertama organisasi internasional yang menaungi para ahli saraf dari berbagai negara tersebut.
Sejak dibentuk, WFN berkembang menjadi salah satu organisasi neurologi terbesar di dunia. Anggota organisasi ini terdiri atas lebih dari 100 organisasi nasional yang aktif mendukung pendidikan, pelatihan, penelitian, hingga penyebaran informasi mengenai penyakit yang menyerang sistem saraf.
2. Hari Kesadaran Fragile X
Masih berkaitan dengan isu Kesehatan, tanggal 22 Juli juga menandai peringatan Hari Kesadaran Fragile X. Peringatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sindrom Fragile X, kelainan genetik yang menjadi penyebab paling umum autisme dan disabilitas intelektual bawaan.
Fragile X Syndrome (FXS) terjadi akibat perubahan pada gen FMR1 yang memengaruhi perkembangan otak. Kondisi kelainan ini dapat dialami laki-laki maupun perempuan, tapi umumnya gejalanya lebih banyak ditemukan pada laki-laki.
Penderita FXS biasanya mengalami keterlambatan bicara dan bahasa, kesulitan belajar, hingga gangguan perilaku seperti kecemasan, ADHD, kejang, dan autisme. Sayangnya hingga saat ini belum ditemukan terapi yang dapat menyembuhkan kondisi tersebut secara total.
Kendati demikian, penanganan bagi penderita tetap dimaksimalkan dan lebih difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hari Kesadaran Fragile X lahir dari perjuangan para keluarga, aktivis, dan peneliti pada dekade 1990-an yang mendorong pemerintah Amerika Serikat memberikan perhatian lebih terhadap penyakit langka tersebut melalui regulasi dan pendanaan riset.
Perjuangan tersebut turut didukung Yayasan Penelitian FRAXA. Bersama sejumlah anggota Kongres AS, organisasi tersebut berhasil mendorong penetapan 22 Juli 2000 sebagai Hari Kesadaran Fragile X Nasional agar edukasi kepada masyarakat dapat semakin diperluas.
pakar perkembangan anak dari UC Davis MIND Institute Dr. Randi Hagerman menjadi salah satu tokoh penting dalam penelitian FXS. Berkat kontribusinya melalui penelitian, layanan klinis, dan advokasi bagi penyandang Fragile X selama puluhan tahun, pemahaman mengenai gangguan ini terus berkembang.
Baca juga: Tanggal Merah Bulan Juli 2026, Cek di Sini! |
3. Hari Perkiraan Pi
Dunia internasional juga memperingati Hari Perkiraan Pi atau Pi Approximation Day pada tanggal 22 Juli. Perayaan ini menggunakan pecahan 22/7 yang sejak lama dipakai sebagai pendekatan sederhana terhadap nilai konstanta matematika pi.
Pi merupakan bilangan irasional yang menggambarkan perbandingan antara keliling lingkaran dan diameternya. Nilainya sekitar 3,14159 dan memiliki digit yang tidak pernah berakhir sehingga menjadi salah satu konstanta paling penting dalam matematika maupun ilmu teknik.
Pencarian nilai pi telah berlangsung selama ribuan tahun. Bangsa Babilonia kuno menggunakan nilai pendekatan sekitar 3,125 untuk konstata ini. Kemudian pada sekitar abad ke-3 sebelum Masehi, matematikawan Yunani Archimedes berhasil menghitung rentang nilai pi dengan tingkat akurasi yang jauh lebih baik.
Setelah Archimedes, banyak ilmuwan dari berbagai belahan dunia melanjutkan pencarian nilai pi agar semakin presisi. Matematikawan Tiongkok Zu Chongzhi berhasil menemukan pendekatan baru secara mandiri serta sejumlah ilmuwan Eropa yang mengembangkan metode deret tak hingga.
Perkembangan komputer membawa kemajuan besar dalam perhitungan pi. Sejak pertengahan abad ke-20, jutaan hingga triliunan digit pi berhasil dihitung menggunakan komputer berkecepatan tinggi sebagai bagian dari pengujian kemampuan komputasi.
4. Hari Beta Glukan
Peringatan lainnya yang juga jatuh pada tanggal 22 Juli adalah Hari Beta Glukan. Peringatan tersebut bertujuan memperkenalkan beta glukan, sebuah senyawa alami yang banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
Beta glukan merupakan jenis serat alami yang ditemukan pada jamur, ragi, gandum, oat, hingga beberapa jenis rumput laut. Berbagai penelitian menunjukkan senyawa ini mampu mempengaruhi respons imun, membuatnya banyak dikaji sebagai pendukung terapi berbagai penyakit.
Jika ditarik sejarahnya, penelitian mengenai beta glukan telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20. Para ilmuwan awalnya mempelajari komponen zymosan dan menemukan bahwa beta glukan merupakan zat yang berperan dalam memicu aktivitas sistem imun.
Penelitian mengenai senyawa ini terus berkembang pada decade berikutnya. Para ilmuwan seperti Nicholas DiLuzio, Vaclav Vetvicka, Joyce K. Czop, dan Myra Patchen memberikan kontribusi penting dalam memahami mekanisme kerja beta glukan terhadap sel-sel imun.
Beta glukan bahkan telah digunakan sebagai terapi pendamping untuk beberapa jenis kanker sejak era 1980-an di Jepang. Hingga saat ini, penelitian mengenai manfaat senyawa tersebut masih terus berlangsung di berbagai universitas dan rumah sakit di dunia.
Peringatan Hari Beta Glukan menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentanga manfaat senyawa tersebut berdasarkan bukti ilmiah yang ada. Kendati demikian, penggunaan senyawa tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Nah detikers, itulah daftar peringatan penting dan menarik yang dirayakan pada tanggal 22 Juli. Semoga bermanfaat!
