Setiap tanggal di dalam kalender menyimpan nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 21 Juli memperingati apa saja?
Tanggal 21 Juli 2026 jatuh pada hari Selasa. Di hari ini tidak ada momen penting yang diperingati di Indonesia, namun terdapat peringatan nasional di negara lainnya.
Berikut detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 21 Juli 2026, lengkap dengan ulasannya yang dilansir dari laman National Today. Yuk simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Kemerdekaan Belgia
Hari Kemerdekaan Belgia (Belgium Independence Day) diperingati setiap 21 Juli. Hari ini untuk mengenang pelantikan Raja Leopold I sekaligus berdirinya Kerajaan Belgia secara resmi.
Negara Belgia resmi berdiri sebagai kerajaan yang merdeka setelah memisahkan diri dari Belanda pada 1831.
Sejak 1815, wilayah Belgia menjadi bagian dari Kerajaan Bersatu Belanda (United Kingdom of the Netherlands). Mayoritas penduduk Belgia yang beragama Katolik Roma semakin merasa bahwa pemerintahan Raja William I lebih menguntungkan masyarakat Protestan di wilayah utara. Ketidakpuasan tersebut semakin membesar akibat tingginya tingkat pengangguran di wilayah selatan.
Pada Agustus 1830, serangkaian kerusuhan pecah di berbagai daerah. Aksi tersebut menyerukan agar Belgia memisahkan diri dari Belanda dan membentuk negara yang berdiri sendiri.
Belgia kemudian menyatakan kemerdekaannya pada 4 Oktober 1830. Kemerdekaan itu selanjutnya diakui melalui Konferensi London, yang dihadiri oleh sejumlah kekuatan besar Eropa.
Baca juga: Tanggal Merah Bulan Juli 2026, Cek di Sini! |
Setelah itu, Kongres Nasional Belgia mempertimbangkan beberapa calon raja untuk memimpin negara yang baru terbentuk. Setelah melalui berbagai perdebatan, Leopold I dari Saxe-Coburg dipilih dan diminta menjadi raja Belgia. Ia menerima tawaran tersebut dan secara resmi diproklamasikan sebagai "Raja Bangsa Belgia" (King of the Belgians) pada 26 Juni 1831.
Leopold I kemudian berlayar dari Dover di Inggris menuju Calais di Prancis, sebelum tiba di De Panne, sebuah desa di perbatasan Belgia, pada 17 Juli 1831. Dari sana, ia melakukan perjalanan melintasi berbagai kota, termasuk Bruges dan Ghent.
Puncaknya, pada 21 Juli 1831, di Place Royale (Alun-alun Kerajaan) di Brussel, Leopold I mengucapkan sumpah berdasarkan konstitusi dan resmi menerima jabatannya sebagai raja pertama Belgia. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional Belgia.
Hari Pembebasan Guam
Hari Pembebasan Guam (Guam Liberation Day) diperingati setiap 21 Juli. Hari peringatan ini untuk mengenang pembebasan Pulau Guam dari pendudukan Jepang oleh pasukan Amerika Serikat pada 21 Juli 1944.
Guam merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mariana di Samudra Pasifik sekaligus pulau yang terletak paling selatan dalam gugusan tersebut. Setelah berakhirnya Perang Spanyol-Amerika, pada Desember 1898, Guam resmi menjadi wilayah Amerika Serikat. Sementara itu, Amerika Serikat menjual pulau-pulau Mariana lainnya kepada Jerman.
Selama Perang Dunia II, Jepang menyerbu Guam pada 1941 dan menduduki pulau tersebut dengan kekuatan militer selama hampir tiga tahun. Masa pendudukan ini berakhir ketika pasukan Amerika Serikat melancarkan operasi pembebasan dan berhasil merebut kembali Guam pada 21 Juli 1944.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perayaan paling penting di Guam dan diperingati setiap tahun. Selain diisi dengan festival dan acara penuh suka cita, Hari Pembebasan Guam juga diisi dengan kegiatan yang bersifat khidmat. Masyarakat memberikan penghormatan di sejumlah lokasi pembantaian bersejarah di Merizo, HΓ₯gat, Yona, Yigo, serta Asan Overlook untuk mengenang para korban yang kehilangan nyawa selama pendudukan Jepang dan perjuangan pembebasan pulau tersebut.
Kharchi Puja
Kharchi Puja adalah festival keagamaan di negara bagian Tripura, India, yang dirayakan setiap hari kedelapan setelah bulan baru yang jatuh pada Juli atau Agustus berdasarkan penanggalan kalender Hindu. Tahun ini perayaan ini jatuh pada 21 juli 2026.
Perayaan ini berlangsung selama tujuh hari ini. Festival tahunan ini merupakan bentuk penghormatan kepada 14 dewa leluhur masyarakat Tripuri.
Festival digelar dengan menampilkan perpaduan antara ritual penyucian, doa-doa tradisional, dan semangat kebersamaan, sekaligus menjadi salah satu warisan budaya penting di wilayah tersebut.
Kata "Kharchi" berasal dari dua kata, yaitu "khar" yang berarti dosa dan "chi" yang berarti membersihkan. Dengan demikian, Kharchi Puja dimaknai sebagai ritual penyucian dari dosa sekaligus upacara penghormatan kepada 14 dewa (Chaturdasa Devata). Upacara ini dilaksanakan 15 hari setelah Ama Pechi, sebuah periode yang diyakini sebagai masa ketika Ibu Pertiwi (dewi bumi) mengalami menstruasi.
Dalam kepercayaan masyarakat Tripuri, selama masa Ama Pechi tanah dianggap tidak suci sehingga aktivitas seperti membajak atau menggali tanah tidak diperbolehkan. Oleh sebab itu, Kharchi Puja diselenggarakan sebagai ritual simbolis untuk membersihkan bumi.
Sepanjang tahun, arca Chaturdasa Devata atau Empat Belas Dewa disimpan di dalam sebuah ruangan tertutup dan hanya diperlihatkan kepada masyarakat selama tujuh hari penyelenggaraan Kharchi Puja.
Pada hari pertama festival, arca-arca tersebut dikeluarkan dari tempat penyimpanannya untuk dimandikan di Sungai Howrah yang berada di dekat kuil. Setelah itu, arca dibawa kembali ke kompleks kuil untuk dipuja oleh pendeta kerajaan. Selanjutnya, arca ditempatkan di ruangan khusus yang dikelilingi pagar besi sehingga para umat dapat melihat dan memberikan penghormatan selama festival berlangsung.
Sebagai bagian dari tradisi, para umat juga mempersembahkan kurban berupa kambing jantan, ayam, dan burung merpati sebagai bentuk pengabdian kepada para dewa.
Kharchi Puja memiliki arti penting bagi masyarakat suku maupun non-suku di Tripura. Meskipun sering disebut sebagai festival masyarakat adat Tripuri, ritualnya dipimpin bersama oleh pendeta adat Chantai dan pendeta Brahmana, mencerminkan semangat kebersamaan antartradisi.
Pada masa lalu, Tripura pernah mengalami ketegangan antara komunitas suku dan non-suku. Namun, kini negara bagian tersebut dikenal lebih damai. Kharchi Puja dipandang sebagai salah satu simbol yang membantu mempererat hubungan kedua komunitas tersebut. Masyarakat dari berbagai latar belakang berpartisipasi dengan antusias dalam festival ini, menjadikannya contoh nyata persatuan dan integrasi sosial di India.
