Pencarian 18 Penumpang Kapal Tenggelam di Selayar Diperluas ke Laut NTB

Pencarian 18 Penumpang Kapal Tenggelam di Selayar Diperluas ke Laut NTB

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 20 Jul 2026 17:13 WIB
Tim SAR mencari penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar.
Foto: Tim SAR mencari penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. (dok. Istimewa)
Selayar -

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas area pencarian korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini masih 18 korban yang belum ditemukan hingga hari keenam operasi SAR.

"Yang kemarin mungkin hanya 4 sektor, hari ini berkembang menjadi 5 sektor sehingga areanya lebih luas. Luas area pencarian itu 1.980 nautical mile, masing-masing sektor sekitar 396 nautical mile," kata Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Yudhi mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap). Hasil analisis menunjukkan korban berpotensi hanyut ke arah barat daya hingga perairan NTB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemungkinan prediksi Sarmap yang kita lakukan bahwa sampai dengan hari ke-6 ini korban akan lebih banyak hanyut terbawa ke arah barat daya atau wilayah Kepulauan Nusa Tenggara Barat. Makanya kami juga menyiapkan dukungan dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar untuk sewaktu-waktu digerakkan," bebernya.

ADVERTISEMENT

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan sejumlah unsur laut dan udara. Basarnas mendapat dukungan dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Marlin dan KRI Hiu, pesawat patroli maritim Boeing 737-200 dari Lanud Hasanuddin, serta helikopter Caracal yang disiagakan untuk mendukung pencarian.

"Kalau dari SAR sendiri, kita menggerakkan KN SAR Kamajaya dari Kantor SAR Makassar, kemudian Pacitan dari Kendari, dan Punta Dewa dari Maumere. Kemudian kita juga siapkan dukungan dari Kantor SAR Mataram," jelasnya.

Yudhi mengungkapkan hingga hari keenam operasi SAR, tim gabungan telah menemukan tujuh korban selamat dalam dua hari terakhir. Lima korban ditemukan pada hari keempat, sedangkan dua korban lainnya ditemukan pada hari kelima.

Berdasarkan data terbaru yang telah diverifikasi bersama keluarga korban, total penumpang dan awak KM Nurul Salsa mencapai 78 orang. Sebanyak 59 orang berhasil selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 18 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat, sehingga sampai hari ini masih ada 18 korban sesuai konfirmasi yang kita terima dari pihak keluarga yang melaporkan ke posko. Total manifes yang sudah terverifikasi sebanyak 78 orang, 59 selamat, 1 meninggal, dan 18 masih dalam pencarian," pungkasnya.

Diketahui, KLM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal lalu mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads