Tersisa 18 Penumpang Kapal Tenggelam di Selayar Masih Dicari Tim SAR

Tersisa 18 Penumpang Kapal Tenggelam di Selayar Masih Dicari Tim SAR

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 20 Jul 2026 08:53 WIB
Dua korban kapal tenggelam di Selayar ditemukan terdampak di Kabupaten Pangkep.
Foto: Dua korban kapal tenggelam di Selayar ditemukan terdampak di Kabupaten Pangkep. (dok. Istimewa)
Selayar -

Tujuh dari 25 korban hilang imbas tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan dalam kondisi selamat hingga hari kelima operasi SAR. Tim SAR gabungan kini masih melakukan pencarian terhadap 18 korban.

Diketahui, KLM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal lalu mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar melaporkan jumlah korban KM Nurul Salsa mencapai 78 orang berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (17/7). Dari jumlah tersebut, 52 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 25 orang hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Korban 4 Hari Mengapung Pakai Rompong

Pada hari keempat pencarian atau Sabtu (18/7), lima korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Pangkep. Informasi penemuan korban itu disampaikan Ketua DPD HNSI Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras kepada Basarnas.

"Lima korban ditemukan oleh KMN Sinar Matoanging 04," kata Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan kepada detikSulsel, Sabtu (18/7).

ADVERTISEMENT

Kelima korban masing-masing bernama Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Ardita (17), dan Diska (7). Kelima korban ditemukan terombang-ambing dan bertahan di tengah laut menggunakan rompong nelayan selama empat hari.

"Kemampuan para korban bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong nelayan menjadi faktor penting hingga akhirnya mereka berhasil ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi," kata Kepala Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar dalam keterangannya, Sabtu (18/7).

Arif mengatakan kelima korban dievakuasi menggunakan KN SAR Kamajaya ke darat. Operasi pencarian terhadap korban lainya masih dilanjutkan dengan melakukan penyisiran laut dan pemantauan area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

"Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat," tambahnya.

2 Korban Pakai Gabus Bareng 3 Mayat

Dua korban kembali ditemukan di sekitar Pulau Maatalang, Kabupaten Pangkep pada Minggu (19/7) sekitar pukul 17.00 Wita. Keduanya teridentifikasi bernama Nurmiati (46) dan Asmal (24).

"Infonya ada lagi dua ditemukan dalam kondisi selamat. Ditemukan oleh Kapal Baribaria terus diserahkan ke KRI Marlin," kata Andi Sultan kepada wartawan, Minggu (19/7).

Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan KRI Marlin ke Pelabuhan Benteng. Andi Sultan mengatakan kedua korban dalam kondisi lemas dan telah ditangani tim medis.

"Mereka terdampar di Pulau ini dua orang. Mereka ini masih dalam kondisi lemas jadi belum terlalu bisa untuk diambil keterangannya sudah ditangani oleh dokter TNI AU di dalam TNI di KRI Marlin," jelasnya.

Sementara Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan kedua korban ditemukan terombang-ambing menggunakan gabus di perairan Pangkep. Keduanya juga memakai jaket pelampung.

"Saat ditemukan, keduanya berada di atas sebuah gabus dengan mengenakan jaket pelampung dan selanjutnya dievakuasi ke Pulau Matala'ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep," terang Didid.

Asmal dan Nurmiati merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kepulauan Selayar. Sebelum ditemukan, keduanya bersama dengan tiga rekannya yang juga menjadi korban kapal tenggelam.

"Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut. Namun dalam perjalanan hanyut di lautan selama beberapa hari, tiga orang di antaranya meninggal dunia," paparnya.

"Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisi jenazah telah membusuk. Hingga saat ini identitas ketiga korban tersebut masih belum dapat dipastikan," imbuh Didid.

Didid menuturkan pihaknya masih mendalami tiga korban yang dilaporkan tersebut jika kondisi dua korban lain sudah memungkinkan untuk dimintai keterangan. Informasi dari dua korban menjadi petunjuk penting untuk memaksimalkan pencarian.

Hal ini mengingat lokasi ditemukannya korban berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan. Temuan kedua korban menunjukkan adanya pengaruh arus laut yang dapat membawa korban hingga ke wilayah perairan Kabupaten Pangkep.

"Polres Kepulauan Selayar telah berkoordinasi dengan Polres Pangkep serta jajaran kepolisian yang memiliki wilayah perairan dalam rangka memperkuat pencarian dan memastikan setiap informasi penemuan korban dapat segera ditindaklanjuti," paparnya.

Basarnas Makassar memastikan proses evakuasi akan dilakukan sesuai prosedur, kemudian para korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi pencarian terhadap korban dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR gabungan melalui penyisiran laut dan pemantauan area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus dan kondisi cuaca.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kesaksian Para Penumpang Soal Tenggelamnya Kapal Virgo"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads