Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai-nilai yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 19 Juli memperingati apa?
Tanggal 19 Juli 2025 jatuh pada hari Minggu. Di hari ini tidak ada momen penting yang diperingati di Indonesia.
Meski demikian, terdapat peringatan nasional di negara lainnya. Selain itu ada juga momen yang diperingati secara global.
Penasaran dengan momen yang diperingati setiap 19 Juli?
Nah, dalam artikel ini detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 19 Juli, lengkap dengan ulasannya yang dilansir dari laman National Today. Yuk simak selengkapnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung di balik tanggal tersebut.
Hari Retainer Internasional
Tanggal 19 Juli diperingati sebagai Hari Retainer Internasional (International Retainer Day) secara global. Retainer adalah alat ortodonti yang digunakan setelah perawatan kawat gigi (behel) atau aligner untuk mempertahankan posisi gigi agar tidak bergeser kembali ke susunan semula.
Peringatan ini menyoroti peran penting retainer gigi dalam mempertahankan hasil perawatan ortodonti serta mencegah gigi bergeser kembali ke posisi semula. Hari ini juga mengajak masyarakat untuk disiplin mengenakan retainer, membagikan pengalaman setelah menjalani perawatan ortodonti, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan pasca-pemasangan kawat gigi.
Manusia telah berupaya mengatasi nyeri gigi dan memperbaiki susunan gigi selama lebih dari 2.000 tahun. Pada mumi dari era Mesir Kuno, para arkeolog menemukan alat yang diduga digunakan untuk mengatasi maloklusi, yaitu kondisi ketika susunan gigi atau rahang tidak sejajar dengan normal. Mereka juga menemukan alat logam sederhana yang dililitkan pada gigi.
Perkembangan penting dalam dunia ortodonti terjadi berkat Pierre Fauchard, yang dikenal sebagai "Bapak Kedokteran Gigi Modern". Ia menciptakan cikal bakal kawat gigi modern menggunakan tali dan lempengan logam pipih untuk menarik gigi agar tersusun lebih rapi.
Baca juga: Tanggal Merah Bulan Juli 2026, Cek di Sini! |
Meski masih sangat sederhana, alat tersebut memiliki konsep yang menyerupai retainer modern. Kawat gigi rancangan Fauchard menggunakan penghubung pada setiap gigi sehingga penyesuaiannya menjadi lebih presisi. Sejak saat itu, perawatan ortodonti terus berkembang menjadi lebih nyaman, termasuk dengan penggunaan kawat dan karet elastis pada pertengahan abad ke-19.
Kemudian, Dr. Charles Hawley menciptakan retainer yang dapat disesuaikan oleh dokter ortodonti untuk mempertahankan posisi gigi setelah perawatan. Hingga kini, retainer Hawley masih menjadi salah satu jenis retainer yang paling dikenal dan banyak digunakan.
Pada tahun 1993, John Sheridan memperkenalkan retainer Essix, yang kini semakin populer. Retainer ini mampu menjaga posisi gigi tetap rapi dengan desain yang jauh lebih tipis dan tidak mencolok dibandingkan retainer Hawley. Terbuat dari bahan PVC bening yang tipis, retainer Essix hampir tidak terlihat saat dikenakan. Selain itu, pengguna dapat memakainya tanpa banyak memengaruhi cara berbicara maupun mengurangi keindahan senyum.
Hari Martir Myanmar
Di Myanmar, tanggal 19 diperingati sebagai Hari Martir setia tahunnya. Hari ini untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan negara tersebut.
Peringatan ini secara khusus menghormati Jenderal Aung San beserta anggota kabinetnya yang menjadi korban pembunuhan pada 1947. Para pemimpin gerakan kemerdekaan Myanmar terbunuh pada 19 Juli 1947, para tokoh tersebut antara lain Jenderal Aung San, Ba Cho, Sao San Tun, serta enam pemimpin lainnya yang menduduki posisi penting dalam pemerintahan bayangan Myanmar.
Sebagai tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan, mereka menjadi sasaran pembunuhan yang direncanakan oleh pihak-pihak yang menentang proses kemerdekaan Myanmar (kala itu masih bernama Burma) saat masih berada di bawah pemerintahan kolonial Britania Raya. Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah Myanmar.
Para pelaku pembunuhan akhirnya dijatuhi hukuman mati. Namun, arti penting tragedi ini terletak pada posisinya sebagai salah satu peristiwa yang mendahului lahirnya negara Myanmar yang merdeka.
Myanmar berhasil memproklamasikan kemerdekaannya dari Britania Raya pada 1948. Wilayah tersebut kemudian memulai perjalanan panjang membangun negara yang baru.
Berbeda dengan banyak bekas koloni Inggris lainnya, Myanmar memilih untuk tidak bergabung dengan Persemakmuran Bangsa-Bangsa (Commonwealth) dan berdiri sebagai negara yang sepenuhnya merdeka.
Untuk mengenang para korban, dibangun sebuah mausoleum di Yangon, kota terbesar di Myanmar. Hingga kini, masyarakat dan para pejabat pemerintah masih mengunjungi mausoleum tersebut setiap Hari Martir Myanmar untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang gugur. Monumen itu tetap menjadi salah satu landmark bersejarah paling penting di negara tersebut.
Sebagai bagian dari peringatan, masyarakat secara tradisional membacakan sebuah puisi penghormatan yang memuliakan jasa para martir. Puisi tersebut telah menjadi simbol khas Hari Martir Myanmar dan terus dilestarikan hingga sekarang.
Meskipun terdapat berbagai rangkaian kegiatan peringatan, suasana Hari Martir Myanmar bukanlah perayaan yang meriah. Peringatan ini tidak hanya mengenang lahirnya sebuah bangsa yang merdeka, tetapi juga menjadi momen refleksi atas salah satu tragedi paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Myanmar.
Hari Es Krim Nasional
Hari Es Krim Nasional (National Ice Cream Day) diperingati setiap Minggu ketiga bulan Juli di Amerika Serikat. Tahun ini peringatan tersebut jatuh pada tanggal 19 Juli 2026.
Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Ronald Reagan pada 1984 sebagai bentuk apresiasi terhadap salah satu hidangan penutup favorit masyarakat Amerika Serikat. Lebih dari 90 persen warga Amerika diketahui menikmati es krim, sehingga hari ini menjadi momen untuk menikmati satu cone es krim, membuat sundae, atau mencoba rasa baru bersama keluarga dan teman.
Tidak ada satu penemu yang secara pasti diakui sebagai pencipta es krim. Namun, sejarah makanan penutup ini telah berlangsung selama berabad-abad dan sama kayanya dengan sejarah gelato.
Salah satu catatan paling awal menyebutkan bahwa makanan yang menyerupai es krim telah dinikmati di Tiongkok sekitar 618-697 M, pada masa Dinasti Tang. Hidangan tersebut dibuat dari campuran tepung, susu kerbau, dan kapur barus (camphor), yaitu senyawa organik yang kini lebih dikenal sebagai bahan dalam berbagai produk perawatan.
Sejumlah kisah sejarah juga menyebutkan bahwa Alexander Agung gemar menikmati salju dan es yang diberi pemanis berupa madu dan nektar. Sementara itu, dalam Alkitab disebutkan bahwa Raja Salomo menikmati minuman dingin saat musim panen.
Pada masa Kekaisaran Romawi, Julius Caesar dikisahkan memerintahkan para pelayannya mengambil salju dari pegunungan, kemudian menyajikannya bersama buah-buahan dan sari buah sebagai hidangan penyegar.
Hampir seribu tahun kemudian, penjelajah asal Italia Marco Polo kembali dari Asia Timur dengan membawa resep makanan beku yang diyakini menjadi cikal bakal sherbet. Banyak sejarawan berpendapat bahwa resep tersebut kemudian berkembang menjadi hidangan yang dikenal sebagai "cream ice", pendahulu es krim modern.
Pada 1660, es krim mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas. Seorang warga Italia bernama Francesco Procopio dei Coltelli menyempurnakan mesin pembuat gelato yang sebelumnya dirancang oleh kakeknya. Di kafenya di Paris, ia menjual es krim berbahan susu, mentega, telur, dan krim, yang kemudian semakin populer.
Catatan pertama mengenai es krim di Amerika Serikat berasal dari sebuah surat yang ditulis di Maryland pada 1744 oleh seorang tamu Gubernur William Bladen. Beberapa dekade kemudian, pada 12 Mei 1777, New York Gazette memuat iklan es krim pertama di Amerika Serikat.
Setelah Revolusi Amerika, popularitas es krim meningkat pesat. Perkembangan teknologi kemudian melahirkan mesin pembuat es krim rumahan, truk penjual es krim keliling, berbagai kreasi seperti ice cream float dan sundae, hingga merek-merek terkenal seperti Ben & Jerry's dan Häagen-Dazs, yang masih digemari hingga sekarang.
Kecintaan masyarakat terhadap es krim bahkan menjadi objek berbagai penelitian. Sejumlah studi menunjukkan bahwa saat seseorang mengonsumsi makanan yang sangat disukai, seperti es krim, sistem penghargaan (reward system) di otak akan aktif dan melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang. Inilah sebabnya es krim sering dikaitkan dengan perasaan bahagia dan nyaman, meskipun efek tersebut tidak sama dengan mekanisme kecanduan terhadap zat adiktif.
Simak Video "Video K-Talk: Potret Resistensi Perempuan dalam Kehidupan Haenyeo di Jeju"
(alk/alk)