Appi Tepis Isu Mundur dari Golkar Usai Musda Sulsel

Appi Tepis Isu Mundur dari Golkar Usai Musda Sulsel

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 16 Jul 2026 11:53 WIB
Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin.
Foto: Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin. (dok. Istimewa)
Makassar -

Ketua DPD II Partai Golkar Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin buka suara soal batal maju di Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) lantaran bertepatan dengan agenda ibadah umrah. Wali Kota Makassar ini juga menepis isu yang menyebut dirinya akan hengkang dari Partai Golkar.

"Saya masih tetap kader Partai Golkar. Sampai saat ini, saya masih di Golkar," ujar Appi dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Appi menjelaskan, keberangkatannya ke tanah suci tidak ada kaitannya dengan dinamika Musda Golkar Sulsel. Ibadah umrah itu telah direncanakan sejak Januari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana umrah sudah lama, hanya saja tertunda. Sekarang baru ada waktu untuk saya berangkat ibadah ke tanah suci," katanya.

Appi bahkan mesti membatalkan agenda sebagai pembicara dalam sebuah forum di Amerika Serikat demi menunaikan ibadah umrah. Dia pun membantah anggapan bahwa keberangkatannya karena menghindari jalannya Musda Golkar Sulsel.

ADVERTISEMENT

"Saat ini saya fokus menjalankan ibadah umrah dan setelah kembali akan melanjutkan tugas sebagai wali kota Makassar," ujar Appi.

Appi kembali menegaskan belum memiliki rencana meninggalkan Partai Golkar. Dia mengaku ingin tetap berkontribusi sebagai kader sembari menjalankan amanah sebagai wali kota Makassar.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh program Pemkot Makassar berjalan sesuai harapan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan pelayanan publik.

"Fokus saya sekarang adalah bekerja sebagai Wali Kota Makassar, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat," tegasnya.

Di sisi lain, Appi menghormati seluruh proses yang berlangsung dalam Musda Golkar Sulsel. Dia menilai Musda merupakan forum resmi partai yang harus dihormati seluruh kader.

"Saya menghormati seluruh proses Musda dan menghargai keputusan organisasi," imbuhnya.

"Siapa pun yang terpilih nantinya adalah hasil forum resmi partai sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh kader untuk menjaga soliditas," sambung Appi.

Diketahui, kabar Appi mau pamit dari Golkar dikemukakan Ketua Golkar Takalar Zulkarnain Arif. Hal ini setelah Appi batal mengembalikan formulir pendaftaran di Musda Golkar karena terganjal persyaratan untuk maju sebagai calon ketua Golkar Sulsel.

"Itu percakapan saya kemarin. Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya," Zulkarnain kepada detikSulsel, Rabu (15/7).

Poin persyaratan yang tidak dapat dipenuhi Appi yakni bakal calon wajib melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam yang diterbitkan Golkar. Poin itu salah satu dari 13 persyaratan untuk maju sebagai calon ketua formatur di Musda XI Golkar Sulsel 2026.

"Pak Appi tidak kembalikan formulir karena ada poin yang tidak dia miliki," pungkasnya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads