Suami Ditangkap, Ibu-Anak Autisme di Kendari 2 Hari Kelaparan Dibantu Polisi

Suami Ditangkap, Ibu-Anak Autisme di Kendari 2 Hari Kelaparan Dibantu Polisi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Selasa, 14 Jul 2026 10:00 WIB
Polisi bantu ibu dan anak penyandang autisme yang kelaparan di Kendari setelah suami ditangkap kasus curanmor.
Polisi bantu ibu dan anak penyandang autisme yang kelaparan di Kendari setelah suami ditangkap kasus curanmor. Foto: (dok. istimewa)
Kendari -

Pria bernama Arif (26) ditangkap polisi atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Polisi tanpa sengaja menemukan kondisi miris istri dan anak pelaku yang sudah 2 hari kelaparan saat melakukan pengembangan kasus hingga akhirnya diberikan bantuan.

"Itu spontanitas saja karena nilai kemanusiaan. Kami kasihan dengan kondisi istri pelaku ini. Setelah kami cek ternyata benar, tidak ada bahan makanan di dalam rumah," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Welliwanto menjelaskan, pihaknya awalnya mendatangi rumah kontrakan istri pelaku di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari, Selasa (7/7) dini hari, untuk melakukan pengembangan kasus curanmor. Namun, situasi yang ditemui di lokasi membuat personel kepolisian tersentuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kami ke sana untuk pengembangan kasus curanmor. Tetapi setelah melihat langsung kondisi keluarganya, kami berinisiatif membantu semampu kami," ujarnya.

Saat berada di rumah kontrakan tersebut, polisi mendapati istri pelaku tinggal bersama anaknya yang masih kecil. Anak itu diketahui merupakan penyandang autisme dan sedang mengalami demam tinggi sehingga membutuhkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

"Anak ibu ini juga autis, harus mengonsumsi obat. Saat kami cek ternyata sedang demam tinggi. Kami membelikan obat-obatan, makanan, dan kebutuhan lainnya," jelas Welliwanto.

Menurutnya, sejak suaminya ditangkap, wanita tersebut menjalani hidup dengan kondisi serba terbatas. Selain tidak memiliki telepon genggam dan keluarga di Kendari, isi dapur rumah kontrakannya juga kosong tanpa persediaan bahan makanan.

"Bahkan untuk minum saja, ibu dan anaknya memasak air keran yang ada di perumahan itu. Dua hari tidak makan layak," ungkapnya.

Melihat kondisi itu, polisi kemudian membelikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, air mineral, popok, makanan, hingga obat-obatan. Polisi juga membantu biaya pemulangan ibu dan anak tersebut ke Baubau agar dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

"Untuk pelaku curanmor, suami si ibu ini, kami masih terus melakukan pengembangan kasus. Sementara istri dan anaknya kami bantu seadanya, semoga bisa meringankan beban mereka," pungkasnya.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads