Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 yang mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), terasa kuat di Kabupaten Polewali Mandar (Poman). Guncang gempa membuat pegawai atau aparatur sipil negara (ASN) panik dan berhamburan keluar Kantor Bupati Polman.
"Terasa sekali getarannya. Kebetulan saya lagi di kantor, langsung semua lari keluar karena takut," ujar salah seorang ASN Pemkab Polman bernama Imma kepada wartawan, Kamis (9/7/2026)
Imma mengatakan, gempa terjadi saat aktivitas perkantoran sedang berlangsung sekitar pukul 09.09 Wita pagi tadi. Getaran terasa cukup kuat hingga membuat pintu-pintu ruangan bergetar dan mengeluarkan suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kerusakan atau barang-barang yang jatuh. Tapi getarannya terasa sekali, sampai pintu kantor berbunyi karena berguncang," ungkapnya.
Menurut Imma, guncangan berlangsung selama beberapa detik. Getaran gempa membuatnya merasa sedang berayun.
"Cukup lama terasa getarannya. Rasanya seperti diayun-ayun," tutur Imma.
Diketahui, gempa berkekuatan M 4,7 yang mengguncang Majene terjadi pada Kamis (9/7) pukul 09.09 Wita. Pusat gempa Sulawesi itu terletak pada koordinat 3,76 LS dan 119,02 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km Selatan Polewali Mandar, Sulbar, pada kedalaman 13 km.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 4,7," kata Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil dalam keterangannya.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Selat Makassar segmen Somba.
Gempa ini menimbulkan guncangan di Majene, Polewali Mandar, Parepare, dan Pinrang dengan skala intensitas III-IV MMI. Guncangan gempa juga dirasakan dengan skala II-III MMI, yakni Sidrap, Mamuju, Pangkep, Makassar, dan Gowa.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," imbuh Nasrol.
