Tanggal 9 Juli 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Penting dan Ulasannya

Tanggal 9 Juli 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Penting dan Ulasannya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 09 Jul 2026 07:30 WIB
Kalender Hijriah Juli 2026 NU
Foto: Dok. Kalender Hijriah NU
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 9 Juli memperingati hari apa? Terdapat sejumlah hari penting yang diperingati di Indonesia maupun berbagai negara di dunia.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 9 Juli 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah dan menjaga kedamaian.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 9 Juli 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari berbagai sumber. Simak ulasannya sampai tuntas yuk!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Satelit Palapa

Di Indonesia, tanggal 9 Juli diperingati sebagai Hari Satelit Palapa. Hari ini diperingati untuk mengenang peluncuran satelit pertama Indonesia.

Melansir RRI, Palapa merupakan satelit komunikasi milik Indonesia yang mulai beroperasi pada 1976. Satelit menjadi sistem komunikasi satelit domestik (SKSD) pertama yang memberikan layanan telepon dan faksimili antar kota di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Mulanya, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, pemerintah menggagas penyatuan sistem komunikasi nasional melalui satelit. Presiden Soeharto pun memberikan mandat kepada dua pejabat Dinas Pos dan Telekomunikasi untuk merealisasikannya.

Meski sempat terhambat karena perekonomian negara sedang kurang baik, proyek tersebut tetap berhasil diselesaikan. Satelit selesai dibuat pada Februari 1975.

Presiden Soeharto menamainya satelit Palapa. Mengacu pada sumpah Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit yakni Sumpah Palapa pada 1334.

PSatelit Palapa pertama diluncurkan dari Amerika Serikat pada 8 Juli 1976 waktu setempat atau 9 Juli 1976 waktu Indonesia. Pengoperasiannya kemudian dikendalikan melalui Stasiun Pengendali Utama Satelit (SPU) di Cibinong, Bogor.

Saat ini, PT Telkom yang mengambil alih kendali satelit tersebut. Sejak peluncurannya itu, maka setiap tahun dirayakan Hari Satelit Palapa pada 9 Juli.

Hari Perlengkapan Darurat Internasional

Hari Perlengkapan Darurat Internasional (International Emergency Kit Day) diperingati setiap 9 Juli untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Peringatan ini mengajak masyarakat menyiapkan atau memperbarui perlengkapan darurat agar siap menghadapi situasi tak terduga.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menyusun rencana darurat keluarga dan melakukan simulasi evakuasi secara berkala.

Melansir National Today, gagasan tentang perlengkapan darurat berawal pada masa Perang Dunia II, ketika pemerintah di berbagai negara membagikan panduan bertahan hidup kepada warga sipil. Panduan tersebut berisi petunjuk mengenai langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat, tempat berlindung yang aman, serta anjuran untuk menyiapkan persediaan kebutuhan pokok di rumah.

Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan semakin meningkat pada masa Perang Dingin. Saat itu, banyak keluarga membangun tempat perlindungan bawah tanah (fallout shelter) yang dilengkapi persediaan makanan, air, dan kebutuhan lainnya untuk bertahan dalam waktu lama.

Di Amerika Serikat, lembaga yang menangani penanggulangan keadaan darurat telah ada dalam berbagai bentuk selama bertahun-tahun. Namun, baru pada 1979 pemerintah secara resmi membentuk Federal Emergency Management Agency (FEMA) melalui Perintah Eksekutif Nomor 12127 yang ditandatangani oleh Jimmy Carter.

FEMA kemudian memperkenalkan konsep Perlengkapan Darurat 72 Jam, yaitu paket kebutuhan dasar yang memungkinkan setiap keluarga bertahan secara mandiri setidaknya selama tiga hari setelah bencana.

Dalam dua dekade terakhir, berbagai bencana alam dan keadaan darurat di berbagai belahan dunia semakin menunjukkan pentingnya memiliki perlengkapan darurat yang siap digunakan. Kini, isi perlengkapan darurat telah berkembang dengan memanfaatkan teknologi modern, seperti pengisi daya tenaga surya dan alat penjernih air, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar yang tetap menjadi kunci keselamatan saat menghadapi bencana.

Hari Kemerdekaan Argentina

Hari Kemerdekaan Argentina diperingati setiap tahun pada 9 Juli. Hari ini untuk mengenang deklarasi kemerdekaan negara tersebut dari Spanyol pada tahun 1816.

Melansir laman National Today, perjuangan kemerdekaan Argentina dimulai pada 1806 setelah warga Buenos Aires berhasil menghalau serangan Inggris dengan sedikit bantuan dari Spanyol. Dua tahun kemudian, pada 1808, invasi Napoleon I ke Spanyol semakin mendorong munculnya gerakan kemerdekaan.

Saat Ferdinand VII digulingkan oleh Napoleon, Spanyol mengalami krisis politik dan perang saudara. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Buenos Aires untuk membentuk pemerintahan sendiri pada 25 Mei 1810, yang kini diperingati sebagai Hari Revolusi.

Enam tahun kemudian, Kongres TucumΓ‘n yang dihadiri 33 deputi menggelar sidang untuk menentukan masa depan negara. Setelah melalui berbagai pembahasan, kongres akhirnya menyatakan kemerdekaan Provinsi-Provinsi Bersatu Amerika Selatan, yang saat itu mencakup wilayah Argentina dan Uruguay modern.

Pada 9 Juli 1816, deklarasi kemerdekaan resmi disahkan. Dokumen itu menyatakan bahwa wilayah-wilayah Spanyol di Amerika berhak menentukan nasibnya sendiri setelah Raja Ferdinand VII digulingkan. Prinsip yang sama juga digunakan dalam deklarasi kemerdekaan negara-negara Amerika Latin lainnya, seperti Venezuela dan Meksiko.

Hari Konstitusi Palau

Tanggal 9 Juli juga menandai peringatan Hari Konstitusi Palau. Hari ini untuk mengenang pengesahan konstitusi negara tersebut pada tahun 1981.

Peringatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan Palau menuju pemerintahan sendiri melalui hubungan asosiasi bebas dengan Amerika Serikat. Masyarakat merayakannya dengan mengenang sejarah bangsa, mengikuti berbagai kegiatan budaya, dan mendukung pelestarian tradisi lokal.

Bangsa ini memiliki sejarah panjang dalam memperoleh status sebagai negara kemerdekaannya sebagai negara. Palau pertama kali diduduki oleh Spanyol. Wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Spanyol hingga 1899, sebelum akhirnya dibeli oleh Jerman.

Pada 1914, saat Perang Dunia I dimulai, Jepang datang dan mengambil alih Palau. Di bawah pemerintahan Jepang, berbagai infrastruktur dan industri modern mulai dibangun.

Pengaruh Jepang terus berlangsung selama beberapa dekade. Pada 1935, Pulau Koror bahkan memiliki jumlah penduduk Jepang lebih dari empat kali lipat dibandingkan penduduk lokal.

Ketika Perang Dunia II pecah, Palau dijadikan pangkalan militer strategis Jepang untuk mendukung operasi di Filipina. Setelah Jepang kalah dalam perang, pada 1947 Palau menjadi wilayah perwalian yang dikelola oleh Amerika Serikat.

Palau mengesahkan konstitusi barunya pada 1981. Hari ini yang kemudian diperingati setiap 9 Juli.

Kendati demikian,baru pada 1986 negara itu menyepakati rancangan Compact of Free Association, yaitu perjanjian asosiasi bebas dengan Amerika Serikat Masyarakat kemudian menyetujui perubahan konstitusi melalui referendum, dengan sekitar 73 persen suara mendukung perjanjian tersebut. Meski begitu, Mahkamah Agung Palau menyatakan perubahan itu bertentangan dengan konstitusi sehingga memicu kebuntuan politik selama beberapa tahun.

Setelah melalui berbagai proses, Palau akhirnya memenuhi persyaratan yang diajukan Amerika Serikat. Pada 1 Oktober 1994, Palau resmi memperoleh pemerintahan sendiri sebagai negara merdeka yang menjalin hubungan asosiasi bebas dengan Amerika Serikat.

Hari Pemberontakan Negara Bagian

Hari Pemberontakan Negara Bagian diperingati setiap tanggal 9 Juli di Brazil. Hari ini mengenang Revolusi Konstitusionalis 1932 di SΓ£o Paulo, Brasil.

Melansir laman National Today, momen ini menandai peristiwa sejarah yang krusial saat masyarakat SΓ£o Paulo bangkit melawan pemerintahan sementara GetΓΊlio Vargas. Berawal dari tragedi pembunuhan empat mahasiswa yang berdemonstrasi oleh pasukan pemerintah pada 23 Mei 1932.

Perjuangan negara bagian menuju revolusi kemudian mulai digalakkan pada 9 Juli 1932. Menyusul tragedi tersebut, muncullah sebuah gerakan yang dikenal sebagai M.M.D.C., yang diambil dari inisial nama keempat mahasiswa yang tewas: Martins, Miragaia, DrΓ‘usio, dan Camargo.

Alvarenga, korban kelima, juga tertembak pada malam itu namun meninggal beberapa bulan kemudian.

Butuh waktu beberapa bulan bagi negara bagian SΓ£o Paulo untuk secara terbuka menentang otoritas federal. Para politisi di SΓ£o Paulo mengharapkan pertempuran yang cepat berkat jaminan yang diberikan oleh para elit politik dari dua negara bagian berpengaruh lainnya di wilayah tersebut, yaitu Rio Grande do Sul dan Minas Gerais.

Namun, solidaritas tersebut tidak pernah terwujud dalam bentuk dukungan nyata. Akibatnya, pemberontakan di SΓ£o Paulo berhasil dipadamkan oleh militer pada 2 Oktober 1932.

Secara keseluruhan, pertempuran berlangsung selama 87 hari, dengan korban jiwa yang tercatat sebanyak 934 orang dan korban jiwa tidak tercatat ditaksir mencapai 2.200 orang. Terlepas dari kekalahan militer tersebut, Vargas akhirnya mengabulkan beberapa tujuan utama dari gerakan revolusi negara bagian ini, termasuk:

  • Penunjukan gubernur negara bagian dari kalangan sipil (non-militer).
  • Pemilihan baru untuk Majelis Konstituante.
  • Pengesahan konstitusi baru pada tahun 1934.

Namun, konstitusi tersebut berumur pendek. Di tengah meningkatnya radikalisme politik, Vargas menutup Kongres Nasional pada tahun 1937 dan menyetujui konstitusi baru yang mendirikan rezim Estado Novo.

Mengenang peristiwa tersebut, tanggal 9 Juli ditetapkan hari libur nasional dan hari peringatan sipil paling penting di negara bagian SΓ£o Paulo. Peristiwa ini tidak hanya mencatat revolusi tahun 1932 tetapi juga menjadi pemberontakan besar pertama melawan rezim GetΓΊlio Vargas sekaligus pertempuran bersenjata skala besar terakhir dalam sejarah Brasil.



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads