Sebanyak enam unit rumah di kompleks asrama TNI di Perumahan Rindam, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) hangus dalam insiden kebakaran. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah sebelum merembet ke bangunan lainnya.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Gowa Syamsul Bahri Syamsuddin mengatakan kebakaran terjadi di kompleks TNI, Jalan Poros Malino, Kelurahan Mawang, Selasa (7/7) siang. Pihaknya menerima laporan kebakaran dan langsung mengerahkan petugas ke lokasi.
"Kebakaran terjadi di Perumahan Rindam, Kelurahan Mawang, yang merupakan asrama tentara. Petugas kami dengan tiga regu segera melakukan penanganan kebakaran," ujar Syamsul Bahri kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, api pertama kali muncul dari salah satu rumah yang diduga mengalami korsleting listrik. Kobaran api kemudian dengan cepat merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
"Berawal dari salah satu rumah di asrama tersebut yang terbakar, sementara diidentifikasi akibat arus pendek listrik sehingga merembet ke rumah-rumah yang lain. Laporan terakhir ada enam unit rumah terbakar," katanya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, Syamsul mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui besaran kerugian material akibat kebakaran.
"Tidak ada korban. Namun untuk kerugian harta benda masih kami lakukan asesmen dan identifikasi sehingga belum bisa dipastikan nilainya," ungkapnya.
Dia mengatakan petugas pemadam kebakaran tiba dan langsung menguasai kobaran api dalam waktu sekitar 30 menit. Sedangkan untuk waktu pendinginan lokasi dibutuhkan waktu selama satu jam.
"Setelah kami menerima informasi, kami tiba di lokasi kurang dari 10 menit. Sekitar 30 menit api sudah dapat kami kuasai, kemudian dilakukan pendinginan selama satu jam," jelas Syamsul.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa mengerahkan tiga unit mobil pemadam dengan kekuatan tiga regu personel.
"Yang kami turunkan ada tiga unit armada dengan kekuatan tiga regu personel," pungkas Syamsul.
