Hukum Puasa 11 Muharram Setelah Puasa Asyura

Hukum Puasa 11 Muharram Setelah Puasa Asyura

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 22:00 WIB
Ilustrasi Puasa Asyura dan Tasua
Ilustrasi puasa 11 Muharram setelah puasa Asyura (Foto: magnific/Magnific)
Makassar -

Puasa 11 Muharram merupakan puasa sunnah yang dianjurkan sebagai pelengkap puasa Asyura 10 Muharram. Menyadur dari laman Rumasyo, puasa 11 Muharram sekaligus menjadi pembeda dengan umat Yahudi yang juga berpuasa di tanggal 10 Muharram.

Kendati demikian, hukum berpuasa di tanggal 11 Muharram ini masih menjadi pertanyaan bagi sebagian umat Islam. Hukum dan anjuran berpuasa di tanggal 11 Muharram ini menjadi salah satu pembahasan yang sering berulang setiap tahunnya.

Sebagai panduan untuk detikers, berikut ini detikSulsel telah merangkum penjelasan lengkap puasa 11 Muharram. Artikel ini meliputi dalil anjuran dan hukum puasa 11 Muharram serta bacaan niatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak selengkapnya yuk!

Hukum Puasa 11 Muharram

Mengutip dari laman Muslim.or.id, umat Islam diperintahkan melaksanakan puasa Tasu'a 9 Muharram untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa tanggal 10 Muharram. Selain itu, ada juga hadits yang yang menyebut cara menyelisinya Yahudi adalah puasa sebelum (9 Muharram) & sesudahnya (11 Muharram).

ADVERTISEMENT

Namun, sebagian ulama menilai hadits tersebut Dhaif. Kendati demikian, puasa tanggal 11 Muharram diperbolehkan dengan dalil keumuman keutamaan berpuasa di bulan Muharram.


Jadwal Puasa 11 Muharram 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Berdasarkan ketetapan pemerintah dan Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Artinya, puasa 11 Muharram dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026

Sementara itu, PBNU menetapkan awal Muharram 1448 H jatuh sehari lebih lambat, yakni pada Rabu, 2 Juni 2026. Dengan demikian, puasa 11 Muharram menurut penanggalan NU bertepatan dengan hari Sabtu, 27 Juni 2026.

Agar lebih jelas, berikut jadwal puasa 11 Muharram 2026 versi pemerintah, Muhammadiyah, dan NU:

  • Puasa 11 Muharram (pemerintah): Jumat, 26 Juni 2026
  • Puasa 11 Muharram (Muhammadiyah): Jumat, 26 Juni 2026
  • Puasa 11 Muharram (NU): Sabtu, 27 Juni 2026

Apakah Boleh Puasa Sunnah di Hari Jumat

Apabila mengikuti ketetapan pemerintah dan Muhammadiyah, puasa 11 Muharram bertepatan dengan hari Jumat. Lantas, bagaimana hukum berpuasa di hari Jumat?

Merangkum penjelasan dalam laman Rumaysho, puasa sunnah yang bertepatan dengan hari Jumat dilarang apabila dilakukan secara khusus. Meski demikian, puasa tersebut tetap boleh dikerjakan jika ada sebab, seperti bertepatan dengan puasa sunnah yang dianjurkan.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

لا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ إِلا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

Artinya: "Janganlah khususkan malam Jumat dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jumat dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu." (HR Muslim nomor 1144)

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan agar puasa sunnah pada hari Jumat tidak dilakukan secara tersendiri. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

Artinya: "Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya." (HR Bukhari nomor 1849 dan Muslim nomor 1929)

Dari Juwairiyah binti Al Harits RA:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ أَصُمْتِ أَمْسِ قَالَتْ لا قَالَ تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا قَالَتْ لا قَالَ فَأَفْطِرِي وَقَالَ حَمَّادُ بْنُ الْجَعْدِ سَمِعَ قَتَادَةَ حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبَ أَنَّ جُوَيْرِيَةَ حَدَّثَتْهُ فَأَمَرَهَا فَأَفْطَرَتْ

Artinya: "Nabi SAW pernah menemuinya pada hari Jumat dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda, "Apakah engkau berpuasa kemarin?" "Tidak", jawabnya. "Apakah engkau ingin berpuasa besok?", tanya beliau lagi. "Tidak", jawabnya lagi. "Batalkanlah puasamu", kata Nabi SAW. Hammad bin Al Ja'd, ia mendengar Qotadah, Abu Ayyub mengatakan padanya bahwa Juwairiyah berkata bahwa ia membatalkan puasanya ketika Nabi SAW memerintahkan."

Sementara itu, Imam Nawawi menjelaskan bahwa menurut ulama mazhab Syafi'i, berpuasa pada hari Jumat secara khusus hukumnya makruh. Namun, kemakruhan tersebut gugur apabila puasa sunnah itu disertai puasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, maupun bertepatan dengan puasa yang memiliki sebab tertentu atau telah menjadi kebiasaan seseorang.

Dengan demikian, puasa 11 Muharram 1448 H yang jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026 tetap boleh dilakukan. Sebab, puasa tersebut merupakan rangkaian puasa Asyura yang dilaksanakan sehari sebelumnya, yakni pada 10 Muharram 1448 H atau Kamis, 25 Juni 2026.

Niat Puasa 11 Muharram

Bagi detikers yang dingin melaksanakan puasa 11 Muharram, berikut ini bacaan niatnya lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya sebagaimana disadur dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Lampung:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'ala.

Niat puasa tersebut dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang hari sebelum memasuki waktu Zawal atau waktu Dzuhur. Ketentuan tersebut berlaku selama seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau waktu Subuh.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum puasa 11 Muharram, lengkap dengan jadwal dan bacaan niatnya. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads