Tanggal 25 Juni 2026 jatuh pada hari Kamis pada kalender Masehi. Di hari ini terdapat sejumlah momen penting yang diperingati, mulai dari perayaan keagamaan hingga hari lahir tokoh nasional.
Dirangkum dari berbagai sumber, sejumlah perayaan penting hari ini di antaranya adalah Hari Asyura, Hari Ulang Tahun BJ Habibie, dan Hari Pelaut Sedunia.
Setiap peringatan ini tentunya memiliki makna dan tujuannya masing-masing. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Asyura
Hari Asyura merupakan hari kesepuluh bulan Muharram dalam penanggalan Islam atau kalender Hijriah. Tahun ini, Hari Asyura bertepatan dengan tanggal 25 Juni 2026.
Melansir laman Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Hari Asyura menyimpan banyak peristiwa bersejarah. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits tentang Hari Asyura, yang diceritakan oleh sahabat Umar bin Khottob berbunyi:
"Rasulullah SAW bersabda: Allah telah menciptakan langit pada hari Asyura, begitu pula Bumi. Dan menciptakan gunung-gunung pada hari Asyura, begitu pula bintang-bintang. Dan (pada hari Asyura juga) diciptakannya 'Arsy, begitu pula kursi. Dan diciptakannya lauh mahfudz, begitu pula qolam. Dan diciptakannya Jibril, begitu pula malaikat-malaikat lain. Dan diciptakannya Nabi Adam (juga) pada hari Asyura. Nabi Ibrahim juga dilahirkan dan diselamatkan dari api pada hari tersebut. Fir'aun dan kaumnya ditenggelamkan pada hari Asyura. Hari itu juga Nabi Idris dan Nabi Isa diangkat ke langit, Nabi Ayyub disembuhkan dari sakitnya, Allah menerima taubatnya Nabi Adam, diampuninya Nabi Dawud, dan Nabi Sulaiman diberikan kerajaannya yang megah. Pada hari itu juga, hujan dan rahmat Allah pertama kali diturunkan."
Merayakan Hari Asyura, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh. Di antaranya melaksanakan puasa, membaca doa Asyura, hingga melakukan kebaikan kepada anak yatim.
Hari Ulang Tahun BJ Habibie
Tanggal 25 Juni merupakan hari kelahiran Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Dirinya menjabat sebagai presiden pada tahun 1998-1999.
Melansir laman Museum Kepresidenan RI, BJ Habibie lahir di Parepare tanggal 25 Juni 1936. Sejak kecil, Habibie dikenal sebagai anak yang selalu menanyakan banyak hal. Dia terbiasa berbicara berbahasa Belanda dan dikenal sebagai pribadi yang cerdas.
Pada tahun 1954, BJ Habibie memulai pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil program studi Teknik Mesin. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di RWTH Aachen, Jerman, dengan fokus pada bidang Teknik Konstruksi Ringan.
Selama menempuh pendidikan dan penelitian, Habibie berhasil mengembangkan Teori Habibie atau Crack Progression Theory, yang menjelaskan proses awal terjadinya retakan pada sayap dan badan pesawat. Teori tersebut memungkinkan perhitungan lokasi serta ukuran retakan pada struktur pesawat secara akurat. Berkat temuannya itu, ia dikenal luas dengan julukan Mr. Crack.
Pada periode 1978-1998, Habibie menjabat sebagai Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN). Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencatat sejarah dengan menerbangkan pesawat buatan dalam negeri pertama, yaitu N-250, pada tahun 1995. Kontribusinya yang besar dalam pengembangan teknologi membuatnya mendapat predikat sebagai Bapak Teknologi Indonesia.
Karier politik Habibie dimulai pada tahun 1978 saat dipercaya menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi dalam Kabinet Pembangunan III. Selanjutnya, pada 11 Maret 1998, ia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia menggantikan Try Sutrisno. Setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, Habibie kemudian dilantik menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia.
Berdasarkan keterangan dari laman resmi Wakil Presiden RI, BJ Habibie wafat pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05 WIB dalam usia 83 tahun setelah menjalani perawatan akibat sakit. Meskipun telah meninggal dunia, jasa dan pemikirannya tetap dikenang, sementara hari kelahirannya terus diperingati oleh masyarakat Indonesia hingga kini.
Hari Pelaut Sedunia
Pada skala global, tanggal 25 Juni diperingati sebagai Hari Pelaut Sedunia. Melansir laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Indonesia, para pelaut dari seluruh dunia telah memberikan kontribusi besar terhadap perdagangan laut internasional, ekonomi dunia, bahkan masyarakat sipil secara keseluruhan.
Tahun 2026, peringatan Hari Pelaut Sedunia mengusung tema "Menggerakkan perdagangan dunia. Menghadapi risikonya". Tema ini diusung mengingat, hampir 90 persen dari seluruh barang dan komoditas-mulai dari makanan, obat-obatan, hingga energi-sampai kepada kita melalui jalur laut. Kapal dan para pelaut menjadi penopang utama yang membuat roda kehidupan dunia ini tetap berputar.
Namun, ketika terjadi konflik antarnegara, para pelaut sering kali terjebak di tengah perselisihan tersebut. Peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Selat Hormuz telah menyebabkan puluhan ribu pelaut tertahan di wilayah konflik saat mereka bekerja jauh dari rumah, demi memastikan kebutuhan energi dan pangan dunia tetap terpenuhi.
Tema ini mendorong pesan agar para pelaut tidak boleh menjadi korban atau pion dalam konflik geopolitik. Pemerintah dan pihak industri memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan melindungi para pelaut, dengan cara menegakkan standar ketenagakerjaan, menghormati hukum internasional, serta memastikan para pelaut aman dari bahaya di mana pun mereka berada.
(alk/alk)
