Polisi kembali menemukan bom jenis mortir diduga peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Jayapura, Papua. Tim Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua pun turun melakukan disposal atau pemusnahan.
Bom tersebut ditemukan warga di belakang Kompleks BTN Daime-Daime, Doyo Baru, Distrik Waibu, Jayapura, Rabu (24/6). Bom tersebut langsung dievakuasi lantaran dinilai membahayakan masyarakat setempat.
"Penemuan benda yang diduga merupakan sisa amunisi peninggalan perang yang berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani oleh petugas yang berwenang," kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Personel langsung berkoordinasi dengan warga yang pertama kali menemukan bom tersebut. Tim Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua lalu melakukan pemeriksaan dan identifikasi terhadap bom yang ditemukan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, benda tersebut diketahui merupakan mortir dengan panjang sekitar 23 sentimeter, diameter 6 sentimeter dan berat kurang lebih 450 gram," tuturnya.
"Mengingat benda tersebut masih berpotensi menimbulkan bahaya, tim Jibom segera mengambil langkah-langkah pengamanan sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak," tambah Dionisius.
Sekitar pukul 15.58 WIT, mortir tersebut berhasil dievakuasi dan diamankan ke dalam kendaraan taktis milik Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua. Bom itu lalu dibawa ke lokasi yang jauh dari permukiman untuk dimusnahkan.
Sementara itu, Kasie Humas Polres Jayapura, AKP Priyono, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penemuan benda mencurigakan. Warga diminta tidak menyentuh barang yang diduga merupakan bahan peledak atau sisa amunisi perang.
"Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak agar dapat ditangani secara aman dan profesional oleh petugas yang berkompeten," jelasnya.
Diketahui, warga juga sebelumnya menemukan bom jenis mortir di kawasan Kompleks Warung, depan Perumahan Doyo Grand, Jayapura, Sabtu (6/6) lalu. Benda berbahaya tersebut diduga terbawa arus banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, mortir tersebut diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan oleh seorang warga," kata Dionisius VDP Helan dalam keterangannya, Minggu (7/6) lalu.
(sar/ata)
