Besok Puasa Sunnah Apa? Ini Informasi Lengkap Niat hingga Amalan Lainnya

Besok Puasa Sunnah Apa? Ini Informasi Lengkap Niat hingga Amalan Lainnya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 21:30 WIB
Ilustrasi Puasa
Ilustrasi Puasa (Foto: magnific/Magnific)
Makassar -

Besok, 25 Juni 2026 menjadi salah satu hari yang dianjurkan untuk diisi dengan amalan puasa sunnah bagi umat Islam. Ibadah ini memiliki keutamaan besar dan menjadi bagian dari amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram.

Menjelang tanggal pelaksanaannya, banyak umat Islam mulai mencari informasi terkait jenis puasa, bacaan niat, hingga dalil anjuran pelaksanaannya. Dengan mengetahuinya, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah tersebut dengan lebih maksimal.

Lantas, besok puasa sunnah apa? Di bawah ini detikSulsel telah menyediakan informasinya lengkap niat hingga dalilnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak selengkapnya!

Besok Puasa Sunnah Apa?

Besok, 25 Juni 2026 jatuh pada hari Kamis. Terdapat sejumlah puasa sunnah yang dianjurkan pada hari ini, di antaranya puasa sunnah Tasua, Asyura, dan Kamis.

ADVERTISEMENT

Mengacu pada buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram sedangkan puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram. Diketahui, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram 1448 H antara Pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Hal ini membuat pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura jatuh di hari yang berbeda bagi masyarakat NU dan Muhammadiyah.

Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama RI Kamis, 25 Juni 2026 bertepatan dengan 10 Muharram. Jadwal tersebut juga sejalan dengan penetapan Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sedangkan karena NU menetapkan 1 Muharram 1448 H satu hari lebih lambat, sehingga 25 Juni 2026 bertepatan dengan 9 Muharram 1448 H.

Dengan demikian, besok Kamis, 25 Juni 2026 merupakan waktu pelaksanaan puasa Asyura versi Pemerintah dan Muhammadiyah, puasa Tasua bagi warga NU. Selain itu, karena besok juga merupakan hari Kamis sehingga umat Islam juga bisa melaksanakan puasa Kamis.

Niat Puasa yang Dilaksanakan Besok 25 Juni 2026

Melansir buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun dan laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut adalah bacaan niat puasa Tasu'a, Asyura, dan puasa Kamis:

1. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

2. Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.

3. Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumil khamisi sunnatan lillāhi Ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."

Niat diatas dapat dilafalkan mulai 24 Juni 2026 setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Namun karena puasa-puasa tersebut merupakan puasa sunnah sehingga masih diperbolehkan berniat di siang hari sebelum dzuhur.

Hal tersebut dijelaskan dalam mazhab Syafi'i, apabila seseorang baru berniat puasa sunnah pada pagi hari atau sebelum masuk waktu Dzhuhur, puasanya tetap sah selama belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu'in:

وَاحْتَرَزَ بِاشْتِرَاطِ التَّبْيِيتِ فِي الْفَرْضِ عَنِ النَّفْلِ، فَتَصِحُّ فِيهِ وَلَوْ مُؤَقَّتًا النِّيَّةُ قَبْلَ الزَّوَالِ

"Kewajiban berniat pada malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Adapun puasa sunnah, maka niat tetap sah apabila dilakukan sebelum waktu Dzuhur." (Fathul Mu'in [Beirut: Dar Ibn Hazm], h. 262)

Niat puasa sunnah juga tidak harus menyebut secara khusus jenis puasanya. Artinya, dianggap cukup berniat puasa sunnah secara umum, sebagaimana juga dijelaskan dalam Fathul Mu'in:

وَبِالتَّعْيِينِ فِيهِ النَّفْلُ أَيْضًا، فَيَصِحُّ وَلَوْ مُؤَقَّتًا بِنِيَّةٍ مُطْلَقَةٍ كَمَا اعْتَمَدَهُ غَيْرُ وَاحِدٍ

"Puasa sunnah juga sah dengan niat yang bersifat mutlak (tanpa menentukan jenis puasanya), sebagaimana pendapat yang dipegang oleh banyak ulama." (Fathul Mu'in [Beirut: Dar Ibn Hazm], h. 262)

Amalan Lain yang Dianjurkan pada 10 Muharram

Selain berpuasa terdapat juga berbagai alaman yang bisa dilaksanakan. Menyadur laman Baznas berikut adalah amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada 10 Muharram:

1. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Hari Asyura juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, kemudahan urusan, serta petunjuk agar senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya.

2. Memperbanyak Sedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk pada 10 Muharram. Berbagi kepada sesama menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

3. Melakukan Muhasabah Diri

Bulan Muharram yang menandai awal tahun Hijriah menjadi momentum yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Umat Islam dapat mengevaluasi perjalanan hidup dan amal ibadah yang telah dilakukan, kemudian bertekad memperbaiki kekurangan serta meningkatkan kualitas ibadah pada masa mendatang.

Demikian informasi mengenai 'besok puasa sunnah apa?' lengkap niat hingga amalan lainnya. Semoga bermanfaat ya. detikers!



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads