Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Soppeng, Andi Faisal dinonaktifkan hingga kantornya sempat viral lantaran tidak ada pelayanan dari pegawai. Usut punya usut, tiga kadis lain juga dibebastugaskan dari jabatannya.
Tiga pimpinan OPD Pemkab Soppeng lain yang dinonaktifkan, yakni: Kadis Perikanan Peternakan dan Keswan Erman Asnawi; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Andi Sumangerukka, dan Kepala Kesbangpol Hadi Indra. Empat jabatan yang lowong kini diisi pejabat berstatus pelaksana harian (plh).
"Ada semua Plh-nya. Jadi pelayanan pemerintahan tetap berjalan seperti biasa," kata Pj Sekda Soppeng Andi Haeruddin kepada detikSulsel, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haeruddin enggan merinci alasan penonaktifan keempat kepala OPD. Dia beralasan para pejabat eselon II yang dibebastugaskan menjalani pemeriksaan Inspektorat Soppeng.
"Tidak juga (semua diperiksa sama Inspektorat). Ada karena mau pindah, ada juga karena alasan mengundurkan diri," sebutnya.
Sementara itu, Kadis Perikanan Peternakan dan Keswan Soppeng Erman Asnawi mengakui dibebastugaskan dari jabatannya. Namun dia berdalih tidak mengetahui alasan penonaktifannya.
"Iya, diberhentikan sementara, semacam nonaktif. Sebaiknya dikonfirmasi ke inspektorat atau sekda (alasan pemberhentian)," ucap Erman.
Diketahui, kantor Disdukcapil Kabupaten Soppeng sempat viral usai kosong dan tidak ada pelayanan dari pegawai. Kondisi itu diduga terjadi setelah Kepala Disdukcapil Soppeng Andi Faisal dibebastugaskan dari jabatannya.
"Tidak ada pelayanan di Capil (Disdukcapil) sekarang, kosong ruang pelayanan. Infonya kadisnya dibebastugaskan," ujar warga Soppeng berinisial KM, Selasa (23/6).
KM mengaku datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan. Tetapi, staf di kantor Disdukcapil menyampaikan tidak ada pejabat yang bisa bertanda tangan.
"Tadi ada staf yang bilang, bukan mogok bekerja tapi tidak bisa kerja. Karena tidak adanya pejabat yang bisa menandatangani dokumen," katanya.
(sar/ata)
