Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 NU, Lengkap Bacaan Niatnya

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 NU, Lengkap Bacaan Niatnya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 09:29 WIB
Nahdlatul Ulama tahun 2023 menginjak usia 1 abad.
Foto: Ilustrasi. (NU Online Jawa Timur)
Makassar -

Puasa Tasua dan Asyura merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada 9 dan 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Untuk mengetahui jadwal pelaksanaannya tahun ini, perlu dilakukan konversi terlebih dahulu ke penanggalan Masehi.

Terkait itu, terdapat perbedaan penetapan awal bulan Muharram 1448 H antara pemerintah dan Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU). Artinya, pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura 2026 pun berbeda.

Lantas, kapan puasa Tasua dan Asyura 2026 versi NU? Simak jadwal lengkapnya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 NU

Melansir laman resminya, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Jadwal ini sehari lebih lambat dari penetapan pemerintah dan Muhammadiyah, yang menetapkan 1 Muharram 1448 H bertepatan pada Selasa, 16 Juni 2026.

Berdasarkan penetapan NU tersebut, puasa Tasua (9 Muharram) jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026 dan puasa Asyura (10 Muharram) bertepatan dengan Jumat, 26 Juni 2026. Agar jelas, berikut rinciannya:

ADVERTISEMENT
  • Puasa Tasua (9 Muharram) NU: Kamis, 25 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram) NU: Jumat, 26 Juni 2026

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Berikut bacaan niat puasa Tasua dan Asyura sebagaimana tercantum dalam laman Majelis Ulama Indonesia (MUI):

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatit Tasuu'a lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Anjuran Puasa Tasua dan Asyura

Melansir NU Online, puasa Tasua (9 Muharram) dianjurkan sebagai pembeda antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang hanya melaksanakan puasa pada 10 Muharram. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim berikut:

عن عَبْد اللهِ بْن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، يَقُولُ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Dari Abdullah Ibnu Abbas ra berkata: "Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh para sahabat juga berpuasa, mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, hari Asyura itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Kalau demikian, Insya Allah tahun depan kita berpuasa juga pada hari yang kesembilan. Abdullah Ibnu Abbas melanjutkan ceritanya: "Tetapi sebelum datang tahun depan yang dimaksud, Rasulullah SAW telah wafat." (HR Muslim, Nomor Hadits 1134)

Sementara itu, puasa Asyura mulanya dikerjakan oleh Nabi Musa AS sebagai rasa syukur kepada Allah SWT karena membebaskannya beserta kaumnya dari kejaran Firaun. Puasa tersebut kemudian diikuti oleh kaum Yahudi dan Quraisy di masa Jahiliyah sebagai memperingati kejadian tersebut.

Ibnu Abbas, sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad SAW, meriwayatkan bahwa saat Nabi SAW hijrah ke Madinah, ia menjumpai orang-orang Yahudi mengerjakan puasa Asyura. Nabi SAW pun bertanya tentang alasan mereka berpuasa dan mereka menjawab:

هُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Artinya: "Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah". Nabi bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR Bukhari Nomor 1865 & Muslim Nomor 1910)

Hal senada juga diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy'ari, yakni:

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ

Artinya: "Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah SAW bersabda: "Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (HR Bukhari, Nomor 1866; Muslim, Nomor 1912)

Itulah jadwal puasa Tasua dan Asyura 2026 NU beserta bacaan niat dan dalil anjurannya. Semoga bermanfaat!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads