Terdapat puasa sunnah yang dianjurkan bagi muslim untuk dikerjakan pada besok, 24 Juni 2026. Puasa ini adalah puasa Tasua yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dalam penanggalan Hijriah.
Diketahui, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 9 Muharram 1448 H bertepatan dengan 24 Juni 2026.
Bagi detikers yang hendak mengamalkannya, berikut bacaan niat hingga keutamaannya yang dapat dijadikan panduan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Puasa Tasua dan Waktu Membacanya
Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), bacaan niat puasa Tasua adalah:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨͺΩΨ§ Ψ³ΩΩΨΉΩΨ§Ψ‘ ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.
"Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."
Niat di atas dapat dilafalkan mulai 23 Juni 2026 setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Namun, karena puasa Tasua hukumnya sunnah maka diperbolehkan berniat di siang hari sebelum Dhuhur. Hal ini dapat dilakukan dengan catatan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh.
Mengutip laman Nahdlatul Ulama, niat puasa Tasua di pagi atau siang hari adalah:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨͺΩΨ§ Ψ³ΩΩΨΉΩΨ§Ψ‘ ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasua atau Asyura hari ini karena Allah SWT."
Dalil Puasa Tasua
Menyadur buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya oleh Khalifa Zain Nasrullah, dijelaskan bahwa anjuran puasa Tasua disandarkan kepada riwayat Abdullah bin Abbas RA sebagai berikut:
Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, maka para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, ia (hari 'Asyura) adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." Maka beliau bersabda, "Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah." Ternyata tahun berikutnya belum tiba, Rasulullah SAW telah wafat. (HR. Muslim)
Maka, puasa Tasu'a dianjurkan untuk dilaksanakan dan kemudian disambung dengan melaksanakan puasa 'Asyura. Hal ini sebagai pembeda dari puasa yang dilaksanakan orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
Keutamaan Puasa Tasua
Masih dari buku yang sama, terdapat beberapa keutamaan puasa Tasua yang sebaiknya diketahui umat Islam sebagai motivasi dalam mengamalkannya. Keutamaannya antara lain:
1. Mematuhi Anjuran Rasulullah
Rasulullah SAW memang belum sempat melaksanakan puasa Tasu'a, namun Nabi telah berniat. Sabdanya, "Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah." (HR. Muslim)
Menjalankan puasa Tasu'a berarti mematuhi anjuran atau perintah Rasulullah SAW. Taat pada Rasulullah SAW berarti taat pula pada Allah SWT, seperti dalam firman-Nya,
Ω ΩΩΩ ΩΩΨ·ΩΨΉΩ Ψ§ΩΨ±ΩΩΨ³ΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ―Ω Ψ£ΩΨ·ΩΨ§ΨΉΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ .
"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah." (QS. an-Nisaa' [4]: 80)
2. Berpuasa di Bulan Terbaik
Berpuasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah terbaik. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah (puasa) pada bulan Allah (yaitu) Muharram." (HR. Muslim)
Tata Cara Puasa Tasua
Tata cara pelaksanaan puasa Tasua seperti halnya pelaksanaan puasa pada bulan Ramadhan. Hal-hal yang dilaksanakan ketika melaksanakan puasa seperti mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka ketika berbuka tiba, dan lain-lainnya, juga dilakukan ketika melaksanakan puasa Tasua.
Berikut tata caranya:
- Berniat
- Sahur
- Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, bersenggama, dll.
- Menyegerakan berbuka
- Membaca doa buka puasa.
(alk/alk)
