Besok Puasa Apa? Ini Jenis, Niat, hingga Keutamaannya

Besok Puasa Apa? Ini Jenis, Niat, hingga Keutamaannya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Selasa, 23 Jun 2026 20:00 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Makassar -

Terdapat puasa sunnah yang dianjurkan bagi muslim untuk dikerjakan pada besok, 24 Juni 2026. Puasa ini adalah puasa Tasua yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dalam penanggalan Hijriah.

Diketahui, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 9 Muharram 1448 H bertepatan dengan 24 Juni 2026.

Bagi detikers yang hendak mengamalkannya, berikut bacaan niat hingga keutamaannya yang dapat dijadikan panduan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Puasa Tasua dan Waktu Membacanya

Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), bacaan niat puasa Tasua adalah:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψͺَا سُوعَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

ADVERTISEMENT

Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

"Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

Niat di atas dapat dilafalkan mulai 23 Juni 2026 setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Namun, karena puasa Tasua hukumnya sunnah maka diperbolehkan berniat di siang hari sebelum Dhuhur. Hal ini dapat dilakukan dengan catatan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh.

Mengutip laman Nahdlatul Ulama, niat puasa Tasua di pagi atau siang hari adalah:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψͺَا سُوعَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasua atau Asyura hari ini karena Allah SWT."

Dalil Puasa Tasua

Menyadur buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya oleh Khalifa Zain Nasrullah, dijelaskan bahwa anjuran puasa Tasua disandarkan kepada riwayat Abdullah bin Abbas RA sebagai berikut:

Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, maka para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, ia (hari 'Asyura) adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." Maka beliau bersabda, "Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah." Ternyata tahun berikutnya belum tiba, Rasulullah SAW telah wafat. (HR. Muslim)

Maka, puasa Tasu'a dianjurkan untuk dilaksanakan dan kemudian disambung dengan melaksanakan puasa 'Asyura. Hal ini sebagai pembeda dari puasa yang dilaksanakan orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Keutamaan Puasa Tasua

Masih dari buku yang sama, terdapat beberapa keutamaan puasa Tasua yang sebaiknya diketahui umat Islam sebagai motivasi dalam mengamalkannya. Keutamaannya antara lain:

1. Mematuhi Anjuran Rasulullah

Rasulullah SAW memang belum sempat melaksanakan puasa Tasu'a, namun Nabi telah berniat. Sabdanya, "Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah." (HR. Muslim)

Menjalankan puasa Tasu'a berarti mematuhi anjuran atau perintah Rasulullah SAW. Taat pada Rasulullah SAW berarti taat pula pada Allah SWT, seperti dalam firman-Nya,

Ω…Ω‘ΩŽΩ† يُطِعِ Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩŽ ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ―Ω’ أَطَاعَ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ .

"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah." (QS. an-Nisaa' [4]: 80)

2. Berpuasa di Bulan Terbaik

Berpuasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah terbaik. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah (puasa) pada bulan Allah (yaitu) Muharram." (HR. Muslim)

Tata Cara Puasa Tasua

Tata cara pelaksanaan puasa Tasua seperti halnya pelaksanaan puasa pada bulan Ramadhan. Hal-hal yang dilaksanakan ketika melaksanakan puasa seperti mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka ketika berbuka tiba, dan lain-lainnya, juga dilakukan ketika melaksanakan puasa Tasua.

Berikut tata caranya:

  1. Berniat
  2. Sahur
  3. Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, bersenggama, dll.
  4. Menyegerakan berbuka
  5. Membaca doa buka puasa.



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads