Briptu Rishyant Gugur Saat Tolong Pelajar Tenggelam Diberi Kenaikan Pangkat

Briptu Rishyant Gugur Saat Tolong Pelajar Tenggelam Diberi Kenaikan Pangkat

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Selasa, 23 Jun 2026 13:00 WIB
Momen warga mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga dari laut setelah menyelamatkan pelajar yang tenggelam di Perairan Kota Tual, Maluku.
Momen warga mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga dari laut. Foto: (dok. istimewa)
Tual -

Anggota Dirintelkam Polda Maluku itu, Briptu Rishyant Tutupoho gugur saat menolong pelajar SMP bernama Opy Hanubun (16) yang tenggelam di Perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kota Tual, Maluku. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menganugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta (KPLBA) kepada almarhum menjadi Brigadir Polisi (Brigpol).

"Kenaikan pangkat berdasarkan keputusan Kapolri Nomor Kep/901/VI/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang KPLBA," kata Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Dadang menuturkan kenaikan pangkat dari Kapolri itu merupakan bentuk penghormatan negara atas pengorbanan yang ditunjukkan almarhum. Menurutnya, pengorbanan seperti inilah yang menjadi makna sejati pengabdian seorang Bhayangkara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho adalah pahlawan kemanusiaan. Ia tidak gugur dalam pertempuran ataupun operasi kepolisian, tetapi gugur ketika mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak bangsa," ujar Dadang.

Dadang melanjutkan tindakan yang dilakukan almarhum mencerminkan nilai luhur kemanusiaan. Tindakan ini juga menjadi ruh pengabdian setiap anggota Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, almarhum tidak berpikir tentang keselamatannya sendiri. Ia memilih bertindak demi menyelamatkan nyawa orang lain," jelasnya.

"Keberanian dan ketulusan seperti ini merupakan teladan yang harus diwariskan kepada seluruh anggota Polri," tambah Dadang.

Dadang menambahkan institusi Polri kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun nilai pengabdian yang diwariskan Brigpol Anumerta Rishyant akan terus hidup.

"Penghargaan yang sesungguhnya adalah keteladanan yang ditinggalkannya. Nama Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho selalu dikenang sebagai simbol keberanian, kepedulian, dan pengabdian," ungkap Kapolda.

Diketahui, insiden tragis itu bermula ketika Opy Hanubun bersama rekan-rekan dan gurunya berkunjung ke kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, pada Minggu (21/6) pukul 14.40 WIT. Opy yang saat itu terpisah dari gurunya tiba-tiba melompat ke arah laut.

"Opy Hanubun kemudian tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak berselang lama, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi kepada wartawan, Senin (22/6).

Teriakan histeris dari Opy langsung memicu perhatian para pengunjung pantai, termasuk Briptu Nanda dan anggota TNI AU, Serda Rangga yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian. Keduanya pun langsung berenang menerjang perairan demi menolong Opy.

"Tanpa ragu, keduanya lantas terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi perairan sedang ombak besar dan arus yang kuat mengakibatkan keduanya terseret arus di area tebing pantai," bebernya.

Warga yang menyaksikan insiden mencekam tersebut bergerak cepat mengevakuasi Opy yang tenggelam. Sementara itu, Briptu Nanda dan Serda Rangga juga berhasil dievakuasi setelah sempat terseret arus laut yang ganas.

"Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis. (Namun) sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar," beber Rositah.

"Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.



(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads