Pikap Muat Jeriken Pertalite Terbakar di SPBU Pangkep, Sopir Diduga Main HP

Pikap Muat Jeriken Pertalite Terbakar di SPBU Pangkep, Sopir Diduga Main HP

Muhammad Subhan - detikSulsel
Senin, 22 Jun 2026 17:00 WIB
Pikap terbakar setelah isi BBM di SPBU Pangkep.
Pikap terbakar setelah isi BBM di SPBU Pangkep. Foto: (dok. istimewa)
Pangkep -

Sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max tiba-tiba meledak dan terbakar di area SPBU Maleleng, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden itu terjadi sesaat setelah mobil mengisi BBM jenis Pertalite.

"Benar terjadi kebakaran sebuah mobil pikap. Ada laporan sekitar jam 19.00 (lewat) bahwa ada mobil Grand Max yang terbakar," ujar Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Halim saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (22/6/2026).

Peristiwa menegangkan itu dilaporkan terjadi di SPBU Maleleng, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Minggu (21/6) sekitar pukul 19.57 Wita. Mobil tersebut dikemudikan oleh pria berinisial IS (42), warga Kecamatan Balocci, Pangkep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halim mengatakan, pikap tersebut awalnya melakukan pengisian BBM jenis Pertalite seperti biasa. Petaka muncul ketika mobil baru bergerak beberapa meter hendak keluar dari area SPBU.

"Awalnya dia setelah mengisi BBM Pertalite untuk mobilnya, setelah itu dia keluar. Mungkin ada jarak 5 sampai 10 meter dari SPBU, mobilnya berasap dan terbakar," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Beruntung, kobaran api tidak sampai melalap seluruh badan kendaraan. Petugas yang sigap berhasil menjinakkan api sehingga kebakaran hanya berpusat di bagian depan.

"Setibanya di sana memang betul ada mobil Grand Max yang terbakar, tapi tidak terbakar satu mobil. Hanya di bagian tempat duduk sopir saja di depan," jelas Halim.

Polisi mengungkapkan, pikap tersebut ternyata sedang memuat barang dagangan campuran. Di dalam bak mobil, ditemukan tumpukan kerupuk hingga jeriken berisi BBM yang diduga untuk dijual eceran.

"Kalau masalah muatannya itu dia memuat barang campuran. Barang campuran itu berupa dos-dos yang berisikan kerupuk-kerupuk, air minum, macam-macam, ada juga jeriken yang berisikan untuk sementara (diduga) Pertalite," imbuh Halim.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Namun dari penelusuran awal di lokasi, sopir diduga sempat memainkan handphone (HP) di dalam kabin.

"Dugaan meledak dan terbakar itu untuk sementara kami masih mendalami penyelidikan. Menurut pantauan dari TKP, katanya dia main-main HP," pungkasnya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads