Renungan Harian Katolik Minggu 21 Juni 2026 Lengkap Bacaan dan Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 21 Jun 2026 07:00 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Makassar -

Membaca dan merenungkan firman Tuhan merupakan salah satu cara untuk memperdalam iman serta mempererat hubungan dengan-Nya. Karena itu, banyak umat Katolik yang meluangkan waktu setiap hari untuk membaca renungan harian sebagai bekal rohani dalam menjalani aktivitas dan berbagai tantangan kehidupan.

Pada Minggu, 21 Juni 2026, Gereja Katolik kembali menghadirkan rangkaian bacaan liturgi yang sarat makna dan pesan spiritual. Melalui bacaan pertama, bacaan kedua, Injil, serta Mazmur Tanggapan, umat diajak untuk semakin percaya kepada penyelenggaraan Tuhan dan hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

Berikut Renungan Harian Katolik Minggu 21 Juni 2026 lengkap dengan bacaan liturgi dan teks Mazmur Tanggapan yang dapat digunakan sebagai bahan refleksi dan doa sepanjang hari.

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 21 Juni 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yer 20:10-13

Tuhan telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Aku, Yeremia, telah mendengar bisikan banyak orang, "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!"

Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"

Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 69:8-10.14.17.33-35 R:14c

Mazmur Tanggapan Minggu 21 Juni 2026 Foto: Dok. Lagu Misa
  • Tuhan, karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  • Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku memohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! Jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!
  • Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

Bacaan II - Rom 5:12-15

Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, di dunai ini telah ada dosa.
Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian, dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa
maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang.

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih dan karunia Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:26b.27a

Bait Pengantar Injil Minggu 21 Juni 2026 Foto: Dok. Lagu Misa
  • Roh kebenaran, yang keluar dari Bapa, akan bersaksi tentang Aku,
    tetapi kamu juga harus bersaksi.

Bacaan Injil: Matius 10:26-33

Janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, "Janganlah kamu takut terhadap mereka yang memusuhimu, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa;
tetapi takutlah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun dari padanya akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Dan kamu, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, akan Kuakui di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal juga di depan Bapa-Ku yang di surga."

Demikianlah Injil Tuhan Kita

Renungan Minggu 21 Juni 2026: Tuhan Membela Orang Benar

"Akan tetapi, TUHAN meyertai aku seperti pejuang yang gagah, sebab itu para pengejarku akan tersandung jatuh dan mereka tidak berhasil. Mereka menjadi sangat malu, sebab mereka tidak berhasil, suatu aib yang tidak akan terlupakan selama-lamanya!" (Yer. 20:11)

Dalam Kitab Yer. 20:10-13, kita melihat Nabi Yeremia yang menghadapi penolakan karena menyampaikan kebenaran.

Walaupun ia mengalami ketidakadilan, Yeremia tetap mengandalkan Tuhan. Ia yakin bahwa Tuhan selalu menjadi pembela bagi orang-orang benar. Di bagian akhir, Yeremia mengucap syukur dengan nyanyian: "Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab, ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat." (Yer. 20:13).

Yeremia tidak hanya bersandar pada kekuatan dirinya, melainkan percaya bahwa Tuhan menyertainya seperti seorang pejuang yang gagah perkasa (Yer. 20:11). Keyakinan ini membuatnya teguh, walau ditolak dan difitnah. Ia tahu bahwa Tuhan yang melihat batin dan hati akan membuktikan kebenaran.

Di dalam kehidupan sehari-hari, gesekan antar individu dapat terjadi karena perbedaan pola pikir dan tujuan. Saya punya teman satu kelompok yang pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Ketika timnya membutuhkan sesuatu yang diperlukan, ternyata belum dapat ditemukan. Muncul tuduhan dan prasangka buruk. Hatinya sempat terluka oleh peristiwa tersebut.

Saya dapat merasakan apa yang dialami oleh teman itu, dan saya memilih untuk berdoa, mengimani bahwa Tuhan menilik hati setiap orang. Saya percaya, pada waktunya Tuhan akan membuktikan kebenaran. Ternyata benar, setelah sekian lama, seorang teman dari kelompok lain menemukan apa yang diperlukan. Saat itu saya bersyukur, sebab Tuhan menunjukkan bahwa Ia punya cara untuk menolong anak-anak-Nya.

Pengalaman ini mengingatkan bahwa kebenaran tetaplah benar dan Tuhan membela orang benar. Yeremia berkata, "Akan tetapi, TUHAN meyertai aku seperti pejuang yang gagah, sebab itu para pengejarku akan tersandung jatuh dan mereka tidak berhasil. Mereka menjadi sangat malu, sebab mereka tidak berhasil, suatu aib yang tidak akan terlupakan selama-lamanya!" (Yer. 20:11). Ayat ini meneguhkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan berdiri di pihak kita, melindungi, menguatkan, dan memberi keberanian untuk tetap teguh.

Pertanyaannya: maukah kita terus mengandalkan Tuhan sebagai pejuang yang gagah perkasa, atau justru mengandalkan kekuatan diri sendiri ketika menghadapi prasangka buruk, meski kita berada di pihak yang benar?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Anita Elka Windyasari

Doa Penutup

Bapa engkau sungguh baik di hidup kami, engkau tidak akan pernah meninggalkan kami. Kami sangat mencintai-Mu, karena Engkau lebih dahulu mencintai kami. Dalam setiap penderitaan yang kami alami, kami percaya Engkau selalu menopang kami, memberi kekuatan. Kami tetap mengandalkan-Mu, memegang janji-Mu.

Sabar menunggu waktu indah dari-Mu dan terus ingin memuji, memuliakan dan mengabdi-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Minggu, 21 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga Tuhan memberkati!



Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork