Tanggal 18 Juni Memperingati Apa? Ada 3 Perayaan Internasional

Tanggal 18 Juni Memperingati Apa? Ada 3 Perayaan Internasional

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Kamis, 18 Jun 2026 06:30 WIB
Tanggal 18 Mei Libur apa
Ilustrasi kalender Juni 2026 (Foto: detikcom/Dikhy Sasra)
Makassar -

Tanggal 18 Juni menandai sejumlah peringatan penting internasional yang mengangkat berbagai isu. Mulai dari isu sosial, kuliner, hingga keberlanjutan lingkungan mewarnai peringatan di tanggal tersebut.

Ketiga peringatan tersebut meliputi Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian, Hari Sushi Internasional, dan Hari Gastronomi Berkelanjutan. Meskipun masing-masing peringatan mengangkat tema dan pesan berbeda, tujuan tetap sejalan, yaitu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu yang diangkat.

Peringatan-peringatan tersebut juga bukan sekadar agenda seremonial semata. Lebih dari itu kampanye dan berbagai kegiatan yang dilakukan menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai dari setiap peringatan internasional tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran seperti apa kisah di balik ketiga peringatan tersebut? Berikut ini detikSulsel telah merangkum informasi selengkapnya dari laman National Today!

Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian

Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian yang diperingati setiap 18 Juni merupakan sebuah kampanye yang mendapat dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peringatan ini menjadi momentum memperkuat upaya global melawan diskriminasi dan mendorong toleransi.

ADVERTISEMENT

Ujaran kebencian sendiri mencakup ucapan, tindakan, maupun isyarat yang mengandung unsur kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu. Hal ini tidak hanya memicu perpecahan, tetapi juga berpotensi memperburuk hubungan sosial di tengah masyarakat.

Karena itulah berbagai negara berupaya mengatur dan membatasi bentuk-bentuk ujaran yang dinilai berbahaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya konflik yang dapat merugikan banyak pihak.

Di Amerika Serikat, pembahasan mengenai ujaran kebencian telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejumlah kebijakan dan aturan bahkan dibuat untuk menindak orang-orang yang melontarkan ujaran kebencian maupun kekerasan.

Seiring perkembangan zaman, definisi ujaran kebencian terus mengalami perubahan. Kini, istilah tersebut juga digunakan untuk menggambarkan komunikasi yang dapat menciptakan suasana diskriminatif atau mendorong terjadinya kekerasan.

Hari Sushi Internasional

Siapa yang tidak tahu sushi? Makanan yang banyak digemari pecinta kuliner ini ternyata mempunyai peringatan tersendiri yang jatuh pada tanggal 18 Juni. Hari Sushi Internasional menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh sejarah sekaligus perkembangan sushi dari masa ke masa.

Asal-usul sushi bermula dari hidangan bernama narezushi. Makanan tersebut dibuat dengan cara mengawetkan ikan asin menggunakan nasi fermentasi selama berbulan-bulan.

Metode tersebut kemudian berkembang di Asia Tenggara dan Jepang sebagai salah satu cara penyimpanan makanan. Pada masa itu, bagian yang dikonsumsi adalah ikannya, sedangkan nasi fermentasinya biasanya dibuang.

Pada Periode Edo yang berlangsung antara abad ke-17 hingga ke-19, sushi mulai mengalami perubahan. Nasi bercampur cuka dipadukan dengan ikan dan berbagai bahan lain sehingga menghasilkan bentuk yang lebih dekat dengan sushi modern yang dikonsumsi saat ini.

Sekitar awal 1800-an, nigirizushi mulai dikenal luas di Jepang. Jenis sushi tersebut terdiri dari kepalan nasi yang diberi irisan ikan di bagian atasnya, menjadi salah satu bentuk sushi paling populer hingga sekarang.

Seiring waktu, popularitas sushi semakin meningkat setelah menyebar ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Hari Sushi Internasional senditi resmi diperingati setiap 18 Juni 2009 sebagai bentuk apresiasi terhadap kuliner khas Jepang tersebut.

Hari Gastronomi Berkelanjutan

Peringatan internasional lainnya yang dirayakan pada tanggal 18 Juni adalah Hari Gastronomi Berkelanjutan. Ini merupakan kampanye global untuk mendukung sistem pangan yang lebih bertanggung jawab.

Selain itu, peringatan ini juga menyoroti hubungan erat antara makanan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Gastronomi tidak hanya berkaitan dengan cara memasak atau menikmati makanan, namun istilah tersebut juga mencerminkan budaya, tradisi, dan kekayaan alam yang dimiliki suatu daerah.

Sementara itu, keberlanjutan mengacu pada pemanfaatan sumber daya secara bijak agar tetap tersedia bagi generasi mendatang. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.

Perpaduan kedua konsep tersebut melahirkan istilah gastronomi berkelanjutan. Praktik ini menekankan pentingnya memperhatikan seluruh proses pangan, mulai dari produksi bahan makanan hingga tersaji di meja makan.

Hari Gastronomi Berkelanjutan ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui resolusi yang diadopsi pada 21 Desember 2016. Peringatan tersebut pertama kali digelar pada 18 Juni 2017 dan terus diperingati hingga saat ini.

Melalui momentum ini, berbagai lembaga internasional mengampanyekan pentingnya sistem pangan yang berkelanjutan. Gastronomi berkelanjutan dinilai dapat mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi, dan membantu menjaga keanekaragaman hayati.

Nah detikers, demikianlah daftar peringatan penting dan menarik yang dirayakan tanggal 18 Juni tahun ini. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads