167 Mahasantri Gowa Resmi Sandang Gelar Sarjana UIN Alauddin Makassar

167 Mahasantri Gowa Resmi Sandang Gelar Sarjana UIN Alauddin Makassar

Iswandy Rusli - detikSulsel
Rabu, 17 Jun 2026 18:28 WIB
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri ramah tamah Wisudawan/wati Ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Dokumen Istimewa
Foto: Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri ramah tamah Wisudawan/wati Ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Dokumen Istimewa
Gowa -

Sebanyak 167 mahasantri Kabupaten Gowa menyelesaikan pendidikan sebagai lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan Program Mahasantri Pemkab Gowa dan UIN Makassar untuk mewujudkan satu desa dan kelurahan satu hafiz Al-Qur'an.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian para wisudawan tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak hanya karena para mahasantri berhasil menyandang gelar akademik, tetapi juga karena ilmu yang diperoleh nantinya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Seorang ibu tentu merasa bahagia ketika melihat anaknya memperoleh gelar akademik. Namun, kebahagiaan itu akan menjadi lebih sempurna jika ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat, menolong sesama, menjaga kehormatan keluarga, serta menjadi cahaya bagi masyarakat dan daerahnya," ujar Husniah saat Ramah Tamah Wisudawan/wati Ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Kota Makassar, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Husniah, keberhasilan para mahasantri merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan doa yang tidak pernah putus. Dari 167 mahasantri yang diwisuda, sebanyak 136 orang berhasil meraih predikat cumlaude dan 31 orang lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan dengan masa studi 3 tahun 10 bulan.

"Alhamdulillah capaian ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dan masyarakat, namun amanah ini juga harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, Pemkab Gowa menjadikan pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan daerah. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah Program Mahasantri yang telah berjalan sejak 2022 melalui kolaborasi dengan UIN Alauddin Makassar untuk mencetak generasi Qurani yang unggul dan berakhlak.

"Program Mahasantri bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh gelar sarjana, tetapi membentuk manusia secara utuh. Mereka tidak hanya menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memahami maknanya, mendalami ilmu tafsir, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Husniah meminta para wisudawan dan wisudawati untuk terus menjaga adab, menghormati orang tua, terus belajar, serta kembali mengabdi di desa dan kelurahan masing-masing.

"Jangan malu kembali mengabdi di kampung halaman. Masyarakat membutuhkan pemikiran, energi, dan kepedulian kalian. Jadilah sarjana yang mampu mendengar, memahami persoalan, dan bekerja bersama masyarakat," pesannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar,Muhaemin Latif menyebut Program Mahasantri adalah program unggulan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan UIN Alauddin Makassar melalui pembinaan kepesantrenan di Lembaga Mahasantri Bajeng dan pembinaan akademik di kampus.

Pada Wisuda Angkatan Ke-118 dan 119, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat meluluskan sebanyak 347 wisudawan dan wisudawati. Jumlah tersebut menjadikan fakultas itu sebagai fakultas dengan lulusan terbanyak dari delapan fakultas yang ada di UIN Alauddin Makassar.

"Selamat kepada seluruh ananda yang telah sampai pada titik ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa, khususnya bagi Mahasantri Kabupaten Gowa yang menjadi program kerja sama dengan pemerintah daerah. Dari 167 mahasantri, sebanyak 81,44 persen berhasil meraih predikat cumlaude," sebutnya.

Selain prestasi akademik, hampir seluruh mahasantri juga telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sejarah tersendiri karena berhasil melahirkan sarjana yang memiliki kompetensi akademik sekaligus penghafal Al-Qur'an.

"Ini merupakan aset berharga yang dimiliki Kabupaten Gowa. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur'an di setiap desa dan kelurahan. Jika diberdayakan secara maksimal, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang religius dan berilmu," pungkasnya.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads