Sebanyak 8 warga di Kabupaten Sigi dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang berpusat di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dua di antaranya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Torabelo, Kabupaten Sigi.
"Jumlah korban sebanyak delapan orang," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh Rizal dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Rizal merinci 2 orang luka berat akibat patah tulang dan benturan di kepala yang berasal dari Kecamatan Nokilaki. Sementara itu ada 3 orang luka ringan di Kecamatan Sigi, 2 luka di Kecamatan Palolo dan 1 warga di Kecamatan Sigi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal memastikan tidak ada korban meninggal akibat gempa berdasarkan data sementara hingga pukul 13.30 Wita. Korban luka dipastikan telah menjalani perawatan medis.
"Korban meninggal nihil, luka berat dua orang akibat patah tulang dan benturan di kepala sementara lainnya mengalami luka ringan," jelasnya.
Rizal mengemukakan gempa yang berpusat di Palu turut dirasakan di empat kabupaten di Sulteng. Pihaknya juga masih mendata dampak kerusakan bangunan akibat gempa.
"Gempa bumi dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tojo Una-Una," ucapnya.
"Berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan instansi terkait, belum terdapat laporan korban jiwa. Pendataan terhadap dampak dan kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan," tambah Rizal.
Warga Masih Takut Pulang ke Rumah
Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid belum memastikan jumlah dan lokasi pengungsi korban gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7. Kendati begitu, Hadianto mengakui sejumlah warga masih takut pulang ke rumah karena trauma imbas bencana gempa M 7,5 yang pernah melanda 2018 silam.
"Memang ada beberapa warga kita yang masih belum berani kembali masuk dalam rumah dan memanfaatkan ruang-ruang terbuka. Kita bisa memahami tersebut karena kita pernah menghadapi kondisi ini di 2018. Jadi traumanya tentunya masih sangat melekat," kata Hadianto kepada wartawan, Selasa (16/6).
Hadianto telah meminta personel segera melakukan identifikasi korban yang mengungsi termasuk dampak akibat gempa. Pemkot Palu akan segera memberikan pelayanan dan memastikan kebutuhan korban.
"Saya sudah menginstruksikan kepada satuan tugas yang ada untuk mengidentifikasi spot-spot tersebut agar supaya masyarakat kita diberikan pelayanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan mereka," jelas Hadianto.
(sar/ata)
