Umat Islam memperingati Tahun Baru Hijriah setiap tanggal 1 Muharram. Momen pergantian tahun ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan, salah satunya dengan berpuasa pada bulan Muharram.
Menyadur buku The Miracle of Fast oleh Amirulloh Syarbini, puasa di bulan Muharram ini merupakan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW, telah bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai panduan untuk detikers, berikut ini bacaan niat Puasa Muharram hari ke-1, lengkap dengan hukum dan keutamaannya.
Simak senegkapnya!
Niat Puasa Muharram Hari ke-1
Dilansir dari buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad Lc, berikut bacaan niat puasa 1 Muharram:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala.
Waktu Membaca Niat Puasa 1 Muharram 1448 H/2026 M
Waktu membaca niat puasa 1 Muharram adalah pada malam hari. Namun karena puasa ini merupakan amalan sunnah, jika lupa berniat pada malam hari maka dapat membacanya di pagi hari.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama, tanggal 1 Muharram jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Artinya, malam 1 Muharram sudah dimulai sejak Senin 15 Juni 2026 begitu memasuki Waktu Maghrib.
Akan tetapi, penetapan tanggal 1 Muharram tahun ini ternyata tidak bertepatan di Indonesia. Organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Muharram jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.
Dengan demikian, bagi umat Islam di Indonesia yang akan melaksanakan puasa 1 Muharram mengikuti ketetapan NU, maka niat puasa Muharram hari ke-1 dapat dibaca mulai Selasa malam 16 Juni 2026. Namun jika terlewat membaca niat malam hari, maka dapat dibaca pada pagi-siang keeseokan harinya yakni tanggal 17 Juni 2026.
Menyadur buku Panduan Praktis Ibadah Puasa karya Drs E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim Lc, niat puasa sunnah di siang hari dibaca sebelum waktu zawal atau sebelum masuk waktu Dzuhur. Hal ini dapat dilakukan dengan catatan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Ketentuan tersebut didasarkan pada hadits riwayat Muslim berikut:
"Dari Aisyah RA, ia berkata; Pada suatu, Nabi Muhammad SAW menemui dan bertanya, "Apakah kamu mempunyai makanan?" kami menjawab, "Tidak." Beliau bersabda: "Kalau begitu, saya akan berpuasa." Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, "Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju). "Maka beliau pun bersabda: "Bawalah kemari, sungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa." (HR Muslim)
Hukum Puasa 1 Muharram
Mengutip penjelasan Buya Yahya dalam kanal YouTube pribadinya, tidak terdapat dalil yang secara khusus menganjurkan puasa pada 1 Muharram. Meski demikian, puasa 1 Muharram tetap diperbolehkan dan tidak termasuk amalan yang dilarang dalam Islam.
Pada dasarnya, umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa sunnah kapan saja kecuali pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan tiga hari Tasyrik. Di luar waktu tersebut, puasa sunnah tetap diperbolehkan untuk dilakukan.
Di sisi lain, Buya Yahya juga menjelaskan adanya anjuran berpuasa di bulan Muharram secara umum, bukan secara khusus pada tanggal 1 Muharram saja. Hal ini karena Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Karena itu, puasa 1 Muharram dapat dilaksanakan sebagai puasa sunnah mutlak atau puasa sunnah lain yang bertepatan dengan tanggal tersebut. Namun, tidak ada ketentuan khusus yang menetapkan puasa awal tahun Hijriah sebagai sunnah yang berdiri sendiri.
Keutamaan Puasa 1 Muharram
Disadur dari buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah karya Siti Zumratus Sa'adah, disebutkan puasa pada hari pertama di bulan Muharram sangat dianjurkan. Hal ini lantaran seorang mukmin yang mengawali sesuatu dengan kebaikan, Allah akan menghitungnya sebagai kebaikan.
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Hafshah meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharam sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari."
Nah demikianlah penjelasan mengenai bacaan niat puasa Muharram hari-1, lengkap dengan hukum dan keutamaannya. Semoga bermanfaat, detikers!
(urw/urw)
