- Hadits tentang Keutamaan Bulan Muharram 1. Bulan Terbaik Berpuasa Setelah Ramadhan 2. Amalan Dilipatgandakan 3. Terdapat Hari Asyura
- Hadits tentang Anjuran Bulan Muharram 1. Berpuasa Sunnah di Bulan Muharram
- Larangan di Bulan Muharram 1. Dilarang Menganiaya Diri Sendiri 2. Dilarang Berperang 3. Dilarang Berbuat Maksiat
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Muharram termasuk salah satu dari 4 bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Nabi Muhammad SAW bahkan menyebut bulan Muharram ini sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Bulan ini memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Dalam bahasa Arab, Al-Muharram artinya adalah waktu yang diharamkan. Adapun yang dimaksud diharamkan, yaitu diharamkan menzalimi diri-diri kita dan berbuat dosa pada bulan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 36:
{ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu" (QS At-Taubah: 36)(1)
Selain ayat di atas, ada hadits yang menjelaskan tentang bulan Muharram. Hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang keutamaan hingga anjuran di bulan Muharram.
Nah, berikut ini detikSulsel telah merangkum hadits-tentang bulan Muharram yang meliputi keutamaan serta anjurannya. Simak selengkapnya yuk!
Hadits tentang Keutamaan Bulan Muharram
1. Bulan Terbaik Berpuasa Setelah Ramadhan
Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan suci yang mana umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Selain bulan Ramadhan, bulan terbaik untuk berpuasa adalah bulan Muharram.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim).
Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa orang yang berpuasa di bulan Muharram dapat diterima taubatnya oleh Allah SWT. Hadits ini dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib yang mengutip sabda Rasulullah SAW,
"Jika engkau ingin berpuasa setelah Ramadhan, maka berpuasalah pada bulan Muharram. Sesungguhnya bulan tersebut adalah bulan Allah dan pada bulan itu terdapat satu hari di mana ketika suatu kaum bertaubat, Allah juga menerima taubat kaum yang lain," (HR Tirmidzi).(2)
2. Amalan Dilipatgandakan
Bulan Muharram yang merupakan bulan mulia dimaknai sebagai momen pelipatgandaan amalan yang dikerjakan. Artinya pahala akan dilipatgandakan bagi yang berbuat ketaatan.
Dikutip dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, beliau pernah menukil satu hadits:
عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال: من صام ثلاثة أيام من شهر الحرام الخميس والجمعة والسبت، كتب الله تعالى له عبادة سبع مئة سنة
"Barang siapa yang mau berpuasa di tiga hari pada bulan mulia: hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka Allah SWT (memerintahkan pada malaikat untuk) menuliskan baginya pahala beribadah selama tujuh ratus tahun."(3)
3. Terdapat Hari Asyura
Terdapat salah satu hari di bulan Muharram yang sangat dimuliakan oleh umat beragama, yaitu hari Asyura. Islam melakukan penghormatan berupa puasa sunnah pada hari itu atas kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa AS.
Hal ini tersebut dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas, ia berkata:
"Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, 'Hari apa ini?' Mereka menjawab, 'Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW. bersabda, 'Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.' Kemudian, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa." (HR Muslim).
Pada hari Asyura umat muslim dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 11. Hal ini sebagai pembeda dari puasa yang dikerjakan oleh kaum Yahudi.
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)
Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): 'Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya'." (HR Ahmad)(2)
Hadits tentang Anjuran Bulan Muharram
Selain hadits tentang keutamaannya, terdapat pula hadits yang menjelaskan tentang anjuran di bulan Muharram. Hadits-hadits anjuran di bulan Muharram ini sebagaian besar berbicara tentang puasa.
1. Berpuasa Sunnah di Bulan Muharram
Puasa merupakan amalan utama pada bulan Muharram. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, disebutkan bahwa awal Muharram adalah salah satu waktu yang dianjurkan untuk berpuasa sunnah.
Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah ampunkan segala dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya." (HR. Ibnu Abbas).(4)
Selain puasa di awal bulan muharram, umat Islam juga sangat dianjurkan melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Tanggal 9 Muharram sendiri dikenal juga dengan Hari Tasu'a, sementara tanggal 10 Muharram dikenal dengan Hari Asyura.
Mengutip laman MUI, umat muslim disarankan berpuasa pada hari Tasu'a dan Asyura karena dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang lalu. Rasulullah SAW dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah menjelaskan:
عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. رواه مسلم
Artinya: "Sahabat Abu Qatadah Radliyallah 'Anhu berkata, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang fadlilah atau keutamaan puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram). Kemudian beliau menjelaskan, bahwa puasa pada hari 'Asyura itu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu". (HR. Muslim).
Demikian juga sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abdullah ibn 'Abbas RA :
لَئِنْ بَقَيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ اَلتَّاسِعَ
Artinya: "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, pasti aku akan melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharram".(3)
Larangan di Bulan Muharram
Selain hadits tentang keutamaan dan anjuran di bulan Muharram, terdapat pula larangan di bulan Muharram yang perlu diketahui umat Islam. Larangan-larangan di bulan Muharram ini tercantum dalam sejumlah ayat Al-Quran.
Adapun beberapa larangan di bulan Muharram, yaitu:
1. Dilarang Menganiaya Diri Sendiri
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS.At Taubah: 36).
2. Dilarang Berperang
Pada 4 bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, umat Islam dilarang untuk berperang termasuk bulan Muharram. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah.
يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرامِ قِتالٍ فيهِ قُلْ قِتالٌ فيهِ كَبير...
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar..." (Q.S. al-Baqarah/ 2: 217).(1)
3. Dilarang Berbuat Maksiat
Anggota Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Nurul Irfan mengatakan pada bulan Muharram umat Islam dilarang berbuat maksiat. Maksiat di sini dapat berupa meninggalkan salat, memakan uang haram, berzina, mengonsumsi makanan tidak halal, mabuk-mabukan, dan perbuatan maksiat lainnya.
Irfan menjelaskan bahwa pada bulan mulia ini bukan hanya perbuatan terpuji yang dilipatgandakan balasannya, perbuatan maksiat pun demikian.(3)
Nah detikers, demikianlah penjelasan mengenai hadits tentang keutamaan dan anjuran di bulan Muharram, lengkap dengan larangannya. Semoga menambah wawasan, detikers!
Referensi:
1. Laman muslim.or.id 'Bulan Muharram dan Puasa Muharram'
2. Laman Nahdlatul Ulama 'Hadits-hadits tentang Puasa Muharram'
3. Laman MUI Digital '3 Amalan Sunnah yang dianjurkan dan Perkara haram yang Dilarang Saat Muharram dan Menelisik Keistimewaan Bulan Muharram'
4. Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
(urw/urw)











































