Setiap tanggal dalam kalender menyimpan berbagai peringatan penting yang dirayakan di berbagai belahan dunia, termasuk tanggal 10 Juni 2026. Beragam peringatan tersebut hadir dengan tema yang berbeda, mulai dari perkembangan teknologi komunikasi hingga nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.
Lantas, tanggal 10 Juni 2026, memperingati apa saja?
Secara nasional terdapat peringatan Hari Media Sosial di Indonesia dan Hari Penghapusan Perbudakan di Gunaya. Selain kedua peringatan tersebut, masyarakat dunia juga memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Sedunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing peringatan memiliki sejarah, latar belakang, dan makna yang berbeda. Lantas, bagaimana latar belakang serta tujuan dari peringatan yang jatuh pada 10 Juni tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Hari Media Sosial di Indonesia
Hari Media Sosial yang dirayakan setiap 10 Juni pertama kali dicetuskan pada tahun 2015. Melansir laman RRI gagasan untuk merayakan Hari Media Sosial pertama kali dicetuskan oleh Handi Irawan D.
Handi Irawan dikenal sebagai pengusaha sekaligus pendiri Frontier Group. Ia juga merupakan penggagas sejumlah peringatan dan penghargaan nasional, seperti Top Brand Award, Hari Marketing Indonesia, dan Hari Pelanggan Nasional.
Hari Media Sosial lahir dari pemikiran bahwa masyarakat Indonesia perlu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan media sosial. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang untuk berbagi informasi, membangun jejaring, hingga mengembangkan usaha.
Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan media sosial secara lebih bijak sehingga aktivitas yang dilakukan di dunia digital dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan penggunaan yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan informasi positif, mempererat hubungan sosial, dan mendukung pertumbuhan berbagai sektor, termasuk dunia usaha.
Oleh karena itu, Hari Media Sosial menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya etika, tanggung jawab, dan literasi digital dalam berinteraksi di ruang maya.
Hari Penghapusan Perbudakan di Gunaya
Selain di Indonesia, tanggal 10 Juni juga menjadi hari penting di Guyana. Pada tanggal ini, masyarakat Guyana memperingati Hari Penghapusan Perbudakan, sebuah momentum untuk mengenang berakhirnya sistem perbudakan yang pernah berlangsung selama berabad-abad di negara tersebut.
Menyadur National Today, peringatan ini tidak hanya memiliki arti penting bagi Guyana, tetapi juga bagi sejumlah negara di kawasan Karibia yang pernah berada di bawah kekuasaan bangsa-bangsa Eropa dan memiliki sejarah panjang terkait praktik perbudakan.
Guyana merupakan negara yang terletak di pesisir utara Amerika Selatan. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah ini dihuni oleh berbagai suku pribumi.
Pada abad ke-16, Belanda mulai membangun koloni di kawasan tersebut, wilayah Guyana sendiri beberapa kali berpindah kekuasaan antara Belanda, Inggris, dan Prancis sebelum akhirnya menjadi koloni Inggris pada tahun 1814.
Selama masa kolonial, sebagian besar tenaga kerja di perkebunan berasal dari budak yang didatangkan dari Afrika. Mereka dipekerjakan di perkebunan pesisir selama kurang lebih 250 tahun.
Pada kurun waktu tersebut, berbagai upaya perlawanan dan pemberontakan dilakukan oleh para budak untuk memperoleh kebebasan, meskipun sebagian besar berakhir dengan kegagalan. Perbudakan di Guyana akhirnya dihapuskan pada tahun 1834.
Penghapusan sistem tersebut membawa perubahan besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak mantan budak meninggalkan perkebunan dan membangun komunitas baru di desa-desa sekitar ibu kota, Georgetown, serta wilayah lainnya.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja setelah berakhirnya perbudakan, pemerintah kolonial kemudian mendatangkan pekerja kontrak dari India, Tiongkok, dan Portugal. Peristiwa tersebut turut membentuk keragaman budaya dan etnis yang menjadi ciri khas Guyana hingga saat ini.
Hari Dialog Antar Peradaban Sedunia
Secara internasional, setiap tanggal 10 Juni diperingati sebagai Hari Dialog Antar Peradaban Sedunia. Dilansir dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini ditetapkan setelah Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi A/RES/78/286 yang menetapkan 10 Juni sebagai Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban.
Resolusi tersebut diusulkan oleh Tiongkok dan didukung bersama oleh lebih dari 80 negara. Menekankan bahwa semua pencapaian peradaban merupakan "warisan kolektif umat manusia". Melalui resolusi ini, PBB menekankan pentingnya menghormati keberagaman peradaban serta mendorong dialog sebagai sarana untuk memperkuat perdamaian, kerja sama, dan saling pengertian di tingkat global.
Selain itu, resolusi tersebut juga menyoroti peran penting dialog dalam mendukung pembangunan bersama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemajuan yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
PBB menilai bahwa dialog antar peradaban dapat membantu menumbuhkan kesadaran dan pemahaman terhadap nilai-nilai universal yang tertuang dalam Piagam PBB dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu, peringatan Hari Dialog Antar Peradaban Sedunia diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat toleransi, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan yang harmonis antarbangsa dan budaya di seluruh dunia.
Itulah daftar peringatan yang dirayakan pada tanggal 10 Juni 2026. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/urw)











































