Warga mengeluhkan pelayanan di SPBU Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diduga lebih mengutamakan mobil pelangsir BBM. Warga yang kesal kemudian menutup akses keluar SPBU menggunakan mobil dan truk.
"Benar, ada seorang warga yang geram dengan antrian biosolar dikuasai pelangsir," ujar Kasi Humas Polres Lutim, Ipda Mustajuddin dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Peristiwa itu terjadi di SPBU Kuwarasan Tomoni, Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, pada Senin (8/6) sekitar pukul 07.30 Wita. Mustajuddin menuturkan warga yang memalang SPBU tersebut bernama Haedir Satundan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Haedir Satundan merasa terhalang sehingga bertindak menutup akses keluar SPBU menggunakan mobil Toyota Hilux berwarna hitam," katanya.
Selain memalang, Haedir turut memberikan protes kepada pengelola SPBU. Keberadaan mobil pelangsir BBM membuat mobil pribadi kesulitan mendapatkan jatah solar.
"Ia (Haedir) juga menyampaikan protesnya, meminta agar antrean diatur dengan tertib, tidak menghalangi jalur dan memberikan kesempatan yang adil bagi pengguna pribadi," beber Mustajuddin.
Personel Polsek Mangkutana yang mendapat laporan keributan tersebut mendatangi SPBU Tomoni. Pengelola SPBU Tomoni lalu diminta tidak lagi melayani mobil pelangsir.
"Pak Kapolsek telah instruksikan agar dilakukan penertiban dan melarang para pelangsir mengantre di SPBU ini," katanya.
Dalam video beredar, tampak sebuah mobil Toyota Hilux double cabin dan sebuah truk berwarna hijau memalang jalan keluar SPBU. Mobil tersebut terlihat saling berhadapan satu sama lain.
Akibat kejadian itu, terlihat beberapa truk dan mobil pelangsir jenis Toyota Kijang terpalang dan tidak dapat bergerak. Video juga memperlihatkan antrean panjang mobil yang mengular ke Jalan Trans Sulawesi tepat di depan SPBU.
(hsr/asm)











































