Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Filipina terasa kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut mengungkap data terbaru sebanyak 53 bangunan mengalami rusak ringan hingga berat.
"Kami mencatat total 53 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa yang berdampak di Sulawesi Utara," kata Kepala BPBD Sulut Adolf Tumengkel kepada detikcom, Senin (8/6/2026).
Adolf mengatakan kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan total 39 bangunan terdampak. Bangunan yang rusak terdiri dari 34 rumah warga, 2 gedung gereja, 1 masjid, 1 sekolah, dan 1 rumah dinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain Sangihe, kerusakan juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, terdapat 13 bangunan yang mengalami kerusakan," imbuhnya.
Dia menyebut ada 11 rumah warga yang rusak di Talaud, kemudian 1 rumah sakit dan 1 gudang pelabuhan perintis. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Minahasa Utara.
"Satu unit gedung sekolah di Desa Maliambao, Kecamatan Likupang Barat mengalami kerusakan akibat gempa tersebut," bebernya.
Secara keseluruhan, total kerusakan infrastruktur yang terjadi yakni 45 unit rumah warga, 2 gedung gereja, 1 masjid, 2 sekolah, 1 rumah dinas, 1 rumah sakit, dan 1 gedung pelabuhan perintis. Adolf menambahkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi pascagempa utama mengguncang wilayah Filipina.
"Hingga pukul 16.45 Wita tercatat telah terjadi 60 kali gempa susulan dan 1 kali gempa susulan yang dirasakan masyarakat," jelasnya.
Gempa Picu Peringatan Dini Tsunami
Diketahui, gempa dangkal yang terjadi pada pukul 06.37 WIB tersebut sempat memicu kekhawatiran dan mengaktifkan status Siaga hingga Waspada tsunami di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.
Berdasarkan data pemutakhiran sensor alat pengukur pasang surut (tide gauge), tsunami kecil sempat terdeteksi mendarat di beberapa titik, dengan ketinggian gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengan, Kepulauan Sangihe.
BMKG sendiri telah mengakhiri peringatan dini tsunami imbas gempa M 7,7 di Filipina. BMKG kemudian mencatat ada 20 gempa susulan atau after shurt dengan magnitudo 3,9 sampai 6,7 dan gempa yang dirasakan.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa mag: 7.7 dinyatakan telah berakhir," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, Senin (8/6).
