Tiga korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, belum juga ditemukan memasuki hari ketujuh pascaledakan. Tim SAR gabungan pun memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama dua hari ke depan sembari memperluas radius penyisiran.
"Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, dan unsur terkait lainnya akan melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan selama dua hari ke depan," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat konferensi pers di gedung Pemkab Biak Numfor, Sabtu (6/6/2026) malam tadi.
Pencarian akan dilakukan pada area Ring 1 dan Ring 2 dengan radius pencarian yang diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan. Dia mengatakan pencarian di area Ring 1 atau titik ledakan sudah disterilkan Tim Jibom dan Gegana Satbrimob Polda Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik," ucapnya.
Kendati lokasi ledakan dinilai sudah disterilkan dan aman, pihaknya meminta warga tidak mendekat ke tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini untuk mendukung proses olah TKP lanjutan serta memberikan ruang kepada tim gabungan dalam melaksanakan tugas pencarian secara optimal.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," ujar Ari.
Sementara itu, Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua AKBP Clief Gerald Philipus Duwith menjelaskan, timnya telah menyelesaikan proses sterilisasi pada area yang diduga menjadi pusat ledakan. Area Ring 1 atau titik ledakan telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak aktif.
"Namun demikian, kami tetap merekomendasikan agar area tersebut tidak dimasuki masyarakat sampai seluruh proses penyelidikan dan pencarian korban selesai dilaksanakan," jelas Clief Gerald.
Diketahui, tiga korban yang masih dalam pencarian, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27). Sementara enam korban tewas yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Mina Puadi (51).
Selama tujuh hari penyisiran dan pencarian, tim gabungan telah mengumpulkan berbagai potongan tubuh hingga bahan peledak dari lokasi kejadian. Terbaru, dua potongan manusia kembali ditemukan pada hari ketujuh penanganan di TKP ledakan tepatnya, Sabtu (6/6).
(sar/ata)











































