Setiap tanggal dalam kalender memiliki beragam peringatan yang sarat makna, tak terkecuali tanggal 6 Juni. Pada hari ini sejumlah momen penting dan unik diperingati secara nasional maupun internasional.
Pada 6 Juni 2026, terdapat beberapa peringatan nasional dan internasional yang menarik untuk diketahui. Di Indonesia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Lahir Bung Karno, sementara Korea Selatan memperingatinya sebagai Memorial day yang ditujukan untuk mengenang para pahlawan yang gugur demi negara. Di tingkat internasional, 6 Juni juga dirayakan sebagai Hari Atap Hijau Sedunia dan Hari Hama Sedunia.
Masing-masing peringatan tersebut tentunya memiliki sejarah, tujuan, dan makna yang berbeda. Ingin tahu sejarah dan makna di balik peringatan-peringatan yang jatuh pada 6 Juni 2026 tersebut?
Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Hari Lahir Bung Karno
Tanggal 6 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Ir Soekarno atau yang juga akrab disapa Bung Karno, Presiden RI pertama sekaligus Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Melansir laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ir Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901 dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Soekarno bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi, tepatnya pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Soekarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden pertama.
Sebagai kepala negara, Soekarno memimpin Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan yang penuh tantangan. Pemerintahannya menghadapi berbagai persoalan, termasuk upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia melalui agresi militer setelah berakhirnya pendudukan Jepang.
Bung Karno menjabat sebagai Presiden Indonesia hingga tahun 1967. Ia resmi mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 12 Maret 1967.
Menjelang akhir hayatnya, Soekarno mengalami gangguan kesehatan, terutama pada ginjal. Ia sempat menjalani perawatan di Wina, Austria, pada 1961 dan 1964. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Meski sempat berkeinginan dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, pemerintah kemudian menetapkan Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai lokasi pemakamannya melalui Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1970. Hingga kini, makam Bung Karno di Blitar menjadi salah satu destinasi ziarah sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat.
Memorial Day di Korea Selatan
Tanggal 6 Juni diperingati sebagai Memorial Day di Korea Selatan. Melansir laman National Today, hari ini ditujukan untuk mengenang para pahlawan dan prajurit yang gugur dalam perjuangan membela negara, terutama mereka yang tewas selama Perang Korea.
Latar belakang peringatan ini tidak lepas dari sejarah panjang Semenanjung Korea. Pada tahun 1910, Korea dianeksasi oleh Jepang dan berada di bawah penjajahan selama 35 tahun.
Selama masa tersebut, rakyat Korea melakukan berbagai perlawanan untuk memperjuangkan kemerdekaan, termasuk melalui Pertempuran Bongoh dan Pertempuran Cheongsanri yang terjadi pada tahun 1920. Setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II pada 1945, Korea dibagi menjadi dua wilayah.
Korea Selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedangkan Korea Utara berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Pembagian ini kemudian memicu ketegangan yang berujung pada Perang Korea pada tahun 1950.
Perang Korea berlangsung selama tiga tahun dan menjadi salah satu konflik paling dahsyat pada abad ke-20. Konflik tersebut berakhir pada 1953 dengan Perjanjian Gencatan Senjata Korea yang membentuk Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) sebagai batas antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Untuk mengenang jasa para prajurit dan warga yang gugur dalam perjuangan bangsa, Korea Selatan menetapkan 6 Juni sebagai Hari Peringatan Nasional. Peringatan ini telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1956 dan menjadi salah satu hari penting dalam kalender nasional Korea Selatan.
Hari Atap Hijau Sedunia
Selain peringatan nasional, tanggal 6 Juni juga diperingati sebagai Hari Atap Hijau Sedunia (World Green Roof Day). Melansir situs World Green Roof Day, peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2020.
Hari Atap Hijau Sedunia merupakan perayaan tahunan yang menyoroti perkembangan desain arsitektur, teknologi, dan inovasi yang memungkinkan manusia menggabungkan konstruksi bangunan dengan ekologi. Konsep ini diwujudkan melalui pemanfaatan atap bangunan sebagai ruang hijau yang ditanami berbagai jenis vegetasi.
Atap hijau memiliki banyak manfaat, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Manfaat tersebut antara lain membantu mengurangi efek pulau panas perkotaan (urban heat island) yang sering terjadi di kota-kota besar. Selain itu, taman di atas atap dapat menjadi ruang rekreasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan yang minim ruang terbuka hijau.
Keberadaan atap hijau juga berperan dalam mengurangi polusi udara. Tanaman yang tumbuh di atas atap mampu menyaring debu dan partikel pencemar, menyerap karbon dioksida (CO2), serta menghasilkan oksigen yang membantu meningkatkan kualitas udara.
Tak hanya itu, atap hijau juga memiliki potensi untuk mendukung pertanian perkotaan sehingga dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan. Pada beberapa bangunan, kombinasi atap hijau dan panel surya bahkan terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi dibandingkan penggunaan panel surya pada atap konvensional.
Selain memberikan manfaat lingkungan, atap hijau juga menghadirkan nilai estetika yang membuat kawasan perkotaan menjadi lebih asri dan menarik.
Adapun tema Hari Atap Hijau Sedunia tahun 2026 adalah "will be Nature" atau "Jadilah Bagian dari Alam", yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan alam melalui berbagai solusi hijau di lingkungan perkotaan.
Hari Hama Sedunia
Selain Hari Atap Hijau Sedunia, tanggal 6 Juni juga diperingati sebagai Hari Hama Sedunia (World Pest Day). Menyadur situs resmi World Pest Day, peringatan ini diprakarsai oleh Asosiasi Pengendalian Hama Tiongkok (Chinese Pest Control Association/CPCA) dan didukung oleh sejumlah organisasi pengelolaan hama internasional, seperti Federasi Asosiasi Pengelola Hama Asia dan Oseania (FAOPMA), Asosiasi Pengelola Hama Nasional (NPMA), serta Konfederasi Asosiasi Pengelola Hama Eropa (CEPA).
Hari Hama Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan hama secara profesional dalam menjaga kesehatan masyarakat, keamanan pangan, dan kualitas lingkungan. Peringatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para profesional pengendalian hama yang berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman hama.
Peresmian Hari Hama Sedunia pertama kali digelar pada 6 Juni 2017 di Hotel Beijing, Tiongkok. Acara tersebut dihadiri sekitar 300 tamu undangan yang terdiri dari perwakilan media, akademisi, dan pelaku industri pengendalian hama.
Setahun kemudian, peringatan ini kembali dirayakan secara internasional di Portugal dalam rangka KTT Global Layanan Pengelolaan Hama untuk Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Pangan.
Peringatan ini dibentuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, dan media mengenai pentingnya pengendalian hama dalam melindungi kesehatan masyarakat. Selain itu, Hari Hama Sedunia juga bertujuan menunjukkan peran dan profesionalisme industri pengelolaan hama dalam mendukung kehidupan yang lebih sehat dan aman.
Tujuan lainnya adalah mendorong penerapan metode pengendalian hama yang ilmiah, efektif, dan bertanggung jawab secara sosial, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap berbagai risiko kesehatan, kerusakan lingkungan, dan kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh hama.
Adapun tema Hari Hama Sedunia tahun 2026 adalah "Protecting Health Across Borders: The Global Power of Pest Management" atau "Melindungi Kesehatan Lintas Batas: Kekuatan Global Pengelolaan Hama".
Tema tersebut sekaligus menandai satu dekade peringatan Hari Hama Sedunia dengan mengusung semangat "United Across the World" atau "Bersatu di Seluruh Dunia", yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan pengendalian hama dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Itulah daftar dan ulasan peringatan 6 Juni 2026. Semoga menambah wawasan ya detikers!
Simak Video "Video Menkes Usul BPJS Fokus Kelas Bawah, Orang Kaya Pakai Asuransi Swasta"
(alk/alk)