Viral di media sosial Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo diduga mencekik dan mendorong seorang pendemo dari atas mobil. AKBP Eko membantah hal tersebut dan menyebut hanya berniat mengambil mic dari orator.
"Saya tidak cekik, tapi saya mau ambil mic-nya," ujar AKBP Eko kepada detikcom, Sabtu (6/6/2026).
Eko menegaskan, aksi para pendemo sudah diberikan izin sejak awal. Hanya saja, pihaknya mewanti-wanti massa aksi untuk berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tekankan, silakan aksi, tapi satu: jangan bakar ban, jangan merusak fasilitas umum, jangan ganggu kegiatan masyarakat, dan jangan anarkis," jelasnya.
Sementara saat itu, salah satu pendemo yang bertindak sebagai orator justru memerintahkan rekan-rekannya untuk membakar ban. Dari situlah dirinya spontan berupaya mengamankan mikrofon orator tersebut.
"Orator langsung bilang 'massa aksi ayo bakar'. Di situ sudah pegang bensin dan ban yang siap dibakar. Nah saya spontan naik ke atas untuk ambil mic," jelasnya.
Eko menegaskan aksinya tersebut bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kondusivitas di lokasi aksi, waktu saat itu sudah mendekati waktu ibadah salat Zuhur dan lokasi aksi hanya berjarak 50 meter dari masjid.
"Jadi saya bicara berdua, tidak ada mencekik," tegasnya.
Lebih lanjut AKBP Eko memastikan tidak ada intervensi unjuk rasa di Kabupaten Bombana. Pihaknya justru memberikan dukungan berupa pelayanan keamanan dan ketertiban.
"Saya selaku Kapolres Bombana, saya siap melayani aksi unjuk rasa, saya hanya ingin Bombana ini maju, dan mendukung aspirasi masyarakat dan adik-adik semua," jelasnya.
Diketahui, massa unjuk rasa saat itu menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Mata Oleo yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal. Massa menilai ruas jalan Kasipute-Lora-Bambaea merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan telah memiliki alokasi anggaran untuk pembangunan maupun perbaikan.
Massa aksi juga mendesak Bupati Bombana untuk berkoordinasi dengan Pemprov Sultra. Mereka berharap koordinasi itu dapat mendorong percepatan pembangunan jalan di Kecamatan Mata Oleo.
(hmw/asm)











































