Viral di media sosial warga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), ramai-ramai memungut emas dalam lumpur sisa material banjir. Namun, pemerintah kecamatan setempat menyebut informasi itu tidak benar.
"(Informasi pada) Video yang beredar tidak benar, tidak ada yang dapat emas," ujar Camat Bolaang Nini Kusrini Tohis kepada detikcom, Jumat (29/5/2026).
Peristiwa dalam video tepatnya terjadi di Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang pada Rabu (27/5) sore. Menurut Nini, warga setempat memang sempat memunguti benda yang menyerupai emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kata Nini, benda dikira emas oleh warga itu hanya sisa marka jalan yang terkelupas. Warnanya memang kekuningan menyerupai emas.
"Itu garis kuning di jalan, saat disemprot air terkelupas dan berwarna emas," imbuhnya.
"Kalau ada emas, saya lebih dulu yang memungutnya," sambung Nini.
Dalam video beredar, tampak sejumlah warga ramai-ramai memunguti benda yang dikira emas dari dalam lumpur. Warga tersebut menggunakan headlamp mengingat kondisi sudah malam hari.
"Banyak emas, banjir membawa emas," ujar seorang pria dalam video tersebut.
4 Desa Diterjang Banjir
Diketahui, banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Bolaang, pada Rabu (27/5) sekitar pukul 14.30 Wita. Empat desa terdampak banjir yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
"Total sementara warga terdampak mencapai 601 jiwa yang tersebar di empat desa," ujar Kepala BPBD Bolmong Chandra Mokoginta, kepada detikcom, Kamis (28/5).
Dia menuturkan banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Bolmong selama sepekan terakhir. Akibatnya, Sungai Botuk meluap hingga membawa material kayu dan lumpur ke permukiman warga.
"Ketinggian air bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter akibat luapan Sungai Botuk yang disertai material kayu dan lumpur," bebernya.
