Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara (VDB) memastikan dukungan DPD II di Musda Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah mengerucut kepada Munafri 'Appi' Arifuddin. Dia yakin mayoritas DPD II saat ini semakin solid untuk mendorong Appi.
"Situasi saat ini menjelang Musda, karena informasinya akan digelar setelah Pak Ketum pulang dari Tanah Suci, DPD II tetap solid mendukung satu nama, yaitu Pak Appi," ujar Victor kepada detikSulsel ditemui di kawasan CPI Makassar, Kamis (28/5/2026).
Dia mengatakan sikap tersebut sejalan dengan harapan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said yang menginginkan seluruh kader solid menghadapi Musda. Dukungan mayoritas DPD II tersebut dinilai sebagai bukti kesolidan di akar rumput.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti keinginan Pak Plt Ketua DPD I bahwa Golkar harus solid, dan itu memang benar. Kami sudah solid," katanya.
Menurut Victor, seluruh kader Golkar merupakan figur terbaik. Namun, jika berbicara soal kebutuhan partai saat ini dan tantangan ke depan, Appi dianggap sebagai sosok paling tepat memimpin Golkar Sulsel.
"Semua kader (figur mencuat) terbaik. Tetapi kalau kita berbicara kekinian dan masa yang akan datang, Pak Appi kami kira yang paling tepat untuk saat ini," tuturnya.
Dia menilai Appi telah menunjukkan kapasitas dan prestasi politik yang nyata. Selain itu, Appi juga disebut intens membangun komunikasi dengan seluruh DPD II di Sulsel.
"Selama ini Pak Appi intens berkomunikasi dengan seluruh DPD II. Cara komunikasinya enak ke semua, enjoy, bicara faktual sesuai kondisi lapangan. Orangnya juga humble," ujarnya.
Dia menegaskan, dari sisi prestasi, dedikasi, hingga loyalitas terhadap partai, Appi dianggap telah memenuhi seluruh syarat untuk mendapat dukungan penuh kader daerah. Sehingga dia optimis Appi akan aklamasi seperti keinginan Ketum Bahlil.
"Jadi jelas dari sisi prestasi, dedikasi, dan loyalitas terbukti, tidak tercela, apa lagi coba? Sudah memenuhi syarat dukungan, apa lagi. Jadi insyaallah akan aklamasi," katanya.
Dia pun berharap proses Musda berjalan fair dan memberi ruang bagi aspirasi kader di daerah. Jika perlu, kata dia, kandidat dibiarkan bertarung di arena tanpa intervensi DPP.
Dia berharap seluruh ketua dan pengurus DPD II di Sulsel dapat bersatu mendukung figur yang dinilai mampu menyatukan kekuatan Golkar dan mengembalikan kejayaan beringin rimbun di Sulsel.
"Kami berharap semua panglima-panglima DPD II yang ada di lapangan ini, ada satu sosok yang bisa menyatukan semua ini sehingga kembali Sulawesi Selatan jadi lumbung golkar," ucapnya.
Victor lalu menyebut Golkar Sulsel pernah melalui dua Musda yang dipaksakan. Hasilnya, suara Golkar mengalami penurunan hingga kehilangan kursi ketua DPRD Sulsel.
"Tidak pernah mendengarkan negara rumput. Nah sekarang kali ini kenapa tidak? Bercermin dari Musda sebelumnya, boleh dikata itu adalah kehendak DPP. Hasilnya apa? Golkar semakin menurun," jelasnya.
"Nah kali ini, ya tolonglah DPP untuk mendengarkan kami juga di tingkat kabupaten kota ini karena kamilah yang panglima-panglima yang sesungguhnya di lapangan. Tolonglah kami untuk didengarkan," sambung Victor.
Dia optimis Sulsel akan kembali jadi lumbung suara Golkar jika kader tetap solid setelah Musda digelar. Aspirasi mayoritas DPD II ini, kata dia, tak sekadar untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
"Kepentingan DPP kan juga ingin Golkar berjaya di Sulsel. Tapi persoalannya adalah kami, bisa dibilang tiap malam tidur dengan masyarakat, rakyat pemilih," tutur Victor.
Sementara itu, Plt Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Arief Rosyid membenarkan kader telah solid jelang Musda setelah Muhidin melakukan konsolidasi di 3 Dapil Sulsel. Muhidin disebut menyerap aspirasi DPD II tanpa menyebut nama calon.
"Sudah disampaikan bahwa di Sulsel ini insyaallah sudah semua didatangi, sudah guyub, sudah rukun. Sudah tiga Dapil. Sudah datang semua. Jangankan berkumpul di Makassar, beliau, Kak Muhidin yang datang ke DPD-DPD," ujar Arief.
"Tapi kan berkali-kali juga Kak Muhidin sampaikan kalau ada aspirasi, boleh. Kriteria, tapi jangan sebut nama. Karena harapannya kan pengen aklamasi. Itu kan sesuatu yang berulang-ulang ini beliau sampaikan," tambahnya.
Arief juga memprediksi jadwal Musda Golkar Sulsel akan diterbitkan DPP setelah Bahlil pulang dari berhaji. Persiapan akan dimatangkan awal Juni.
"Jadi kita insyaallah setelah lebaran ini, kita gaspol persiapannya. Setelah beliau balik haji. Bendum juga alhamdulillah ikut haji. Jadi semua sekarang elite-elite di Golkar ini lagi menunaikan ibadah haji. Jadi mohon doanya. Ketua, sekretaris, (Bendahara)," jelas Arief.
(asm/hsr)











































