Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, usai diguyur hujan lebat. Banjir merendam permukiman hingga satu unit rumah milik warga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
"Ya, wilayah terdampak ada 2 daerah Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Bone Bolango terdampak banjir dan longsor," ujar Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo Moh. Tahir Laendeng saat di konfirmasi detikcom, Selasa (26/6/2026).
Bencana banjir dan longsor yang dipicu curah hujan tinggi terjadi pada Selasa (26/6) sekitar pukul 17.00 Wita. Di Gorut wilayah terdampak tepatnya di Kecamatan Biau, sementara di Bone Bolango tepatnya di wilayah Kecamatan Bone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahir mengatakan satu rumah warga di Kecamatan Biau hanyut terbawa arus sungai. Dia memastikan pemilik rumah dalam kondisi selamat dan tengah mengungsi ke rumah keluarga.
"Sementara dicek, kalau dilihat dari video ada 1 rumah yang hanyut terbawa arus banjir. Sementara pemilik rumah selamat mengungsi," bebernya.
Lebih lanjut, Tahir mengatakan ada 5 desa di Kecamatan Biau yang terdampak banjir. Sementara di Kecamatan Bone ada 1 desa yang terdampak banjir dan longsor.
"Ini info sementara yang kami dapat. Kabupaten Gorontalo Utara. Lokasi terdampak bencana banjir dengan ketinggian air 100 cm-250 cm di Kecamatan Biau, ada 5 desa. Desa Bualo, Desa Didinga, Desa Biau, Desa Omuto, Desa Luhuto," katanya.
"Kabupaten Bone Bolango. lokasi terdampak Banjir ketinggian 50 cm-70 cm dan Longsor di Jalan Trans Sulawesi, Desa Muara Bone Kecamatan Bone," sambungnya.
Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rusli W. Nusi mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan wilayah terdampak banjir dan longsor. Ia mengaku telah menerjunkan tim sejak hujan mengguyur di dua wilayah tersebut.
"Sementara pendataan untuk yang terdampak banjir dan longsor. Sementara dibuat laporannya," ujar Rusli.
