Bertakbir pada Hari Raya Idul Adha hukumnya adalah sunnah. Maka dari itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui lafaz takbiran Idul Adha secara lengkap agar dapat mengamalkannya.
Mengutip buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, terdapat beberapa versi lafal takbir yang dibaca pada hari raya. Namun, riwayat yang dinilai paling sahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abdurrazaq dari Salman dengan sanad sahih. Berdasarkan riwayat tersebut, lafaz takbiran Idul Adha sesuai sunnah adalah:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar kabîrâ.
Artinya: "Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya."
Selain, lafaz takbir di atas juga ada versi yang lebih panjang. Dari Umar dan Mas'ud diriwayatkan bahwa bacaan takbir berbunyi:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ. وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allâhu akbar, Allâhu akbar, lâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhil hamd.
Artinya: "Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, dan segala puji bagi Allah."
Teks Takbiran Idul Adha serta Bacaan Dzikirnya
Teks takbiran Hari Raya Idul Adha yang kenal masyarakat muslim Indonesia biasanya diikuti dengan bacaan dzikir. Nah, berikut bacaan takbiran Idul Adha lengkap dengan dzikir yang dkutip dari dokumen "Bacaan Takbir Hari Raya oleh Buya Yahya":
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
لا إله إلا الله وَاللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا
وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدَيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Teks Arab Latin:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha illallahu wallāhu akbar
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd
Allahu akbar kabiran, wal hamdu lillahi katsira,
Wa subhanallahi bukratan wa ashilan,
La ilaha illallah, wala na'budu illa iyyahu mukhlishina lahuddina walau kariha al-kafirun,
La ilaha illallah wahdah, shadaqa wadah, wa nashara 'abdah, wa hazama al-ahzab wahdah,
La ilaha illallahu allahu akbar.
Allahu akbar walillāhil hamd.
Terjemahan:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya.
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan tulus beragama hanya karena Allah, meskipun orang kafir tidak menyukainya.
Tiada tuhan selain Allah dengan ke-Maha Tunggalan-Nya. Dia yang menepati janji, memberi pertolongan kepada hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya serta menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan ke-Maha Tunggalan-Nya.
Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.
Baca juga: 15 Link Download MP3 Takbiran Merdu, Gratis! |
Tabel Panduan Waktu Takbiran Idul Adha 2026
Berdasarkan waktu pelaksanaannya, takbir pada hari raya Id terbagi menjadi dua macam, yakni takbir mursal/mutlak dan takbir muqayyad. Berikut panduan waktu mengumandangkan takbir Idul Adha merujuk pada hasil sidang isbat Penetaan Awal Dzulhijjah 1447 serta penjelasan dari laman Rumasyo:
1. Takbiran Mutlak
Takbiran mutlak merupakan bacaan takbir yang tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Takbir ini dapat dilantunkan kapan pun dan di mana pun selama masih berada dalam waktu yang dianjurkan.
Pada Hari Raya Idul Adha, takbir mutlak dimulai sejak Matahari terbenam pada malam hari raya dan berakhir ketika imam mulai melaksanakan salat Id.
Dengan demikian, pada Idul Adha 2026, takbir mutlak dapat dikumandangkan sejak masuk waktu Maghrib pada 26 Mei 2026 hingga sebelum salat Id dilaksanakan pada 27 Mei 2026.
2. Takbiran Muqayyad
Takbiran muqayyad merupakan takbir yang terikat dengan Waktu. Takbiran muqayyad dilakukan setiap selesai melaksanakan sholat fardhu dan sunnah.
Takbir ini dapat mulai dikumandangkan sejak Subuh pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah, hingga Ashar hari tasyrik terakhir atau 13 Dzulhijjah.
Pada momen Idul Adha 2026, takbiran muqayyad dapat mulai dikumandangkan sejak subuh pada tanggal 26 Mei 2026 hingga waktu Ashar pada tanggal 30 Mei 2026.
Untuk lebih jelasnya, berikut tabel panduan waktu takbiran Idul Adha 2026:
| Jenis Takbiran | Waktu Mulai | Waktu Berakhir | Ketentuan |
|---|---|---|---|
| Mutlak | 26 Mei 2026 (setelah Maghrib) | 27 Mei 2026 (sebelum dilaksanakan sholat Id) | Bisa dilaksanakan kapan saja |
| Muqayyad | 26 Mei 2026 (setelah Subuh) | 30 Mei 2026 (waktu Ashar) | Dibaca setiap selesai sholat fardhu dan sunnah |
Teks PDF Takbiran Idul Adha lengkap Dzikir
Berikut teks takbiran versi panjang yang dilengkap bacaan dzikir dalam format PDF dan dapat diunduh gratis:
Teks PDF tersebut dapat diunduh dengan klik tanda anak panah yang berada di ujung atas kanan, kemudian pilih "File", dan klik "Download".
