Umat muslim Kembali merayakan Idul Adha pada 27 Mei 2026. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada hari raya tersebut adalah sholat Idul Adha.
Menyadur buku Ringkasan Ihya' Ulumuddin oleh Imam Al Ghazali, hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Sholat sunnah ini dikerjakan dalam 2 rakaat dan dianjurkan dikerjakan secara berjamaah.
Pelaksanaan sholat Idul Adha ini memiliki perbedaan dengan sholat sunnah lainnya, terutama pada jumlah takbir hingga bacaan surah yang dianjurkan. Oleh karena itu, setiap muslim perlu mengetahui tata caranya agar pelaksanaannya sesuai dengan syariat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai panduan untuk detikers, detikSulsel telah merangkum tata cara sholat Idul Adha, lengkap dengan bacaannya dari takbir hingga salam.
Tata Cara Sholat Idul Adha
Berikut ini panduan lengkap cara sholat Idul Adha setiap rakaatnya yang dirangkum dari berbagai sumber:
Tata Cara Sholat Idul Adha Rakaat Pertama
1. Membaca niat sholat Idul Adha;
Niat Sholat Idul Adha untuk Imam:
أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ.
Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta'ala. Allahu Akbar...
"Aku niat salat sunak Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taalla." Allahu Akbar...
Niat Sholat Idul Adha untuk Makmum:
أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ.
Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati ma müman lillahi ta'ala. Allahu Akbar...
"Aku niat salat sunak Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Tulla." Allahu Akbar...
2. Takbiratul ihram;
اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Allahu akbar.
Artinya: "Allah Maha Besar."
3. Membaca doa iftitah;
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالحَمدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِينَ .
Arab Latin: Allahu akbar Kabira Wal hamdu lillaahi Katsiiraa, Wasubhaanallaahi Bukratan Wa Ashiilaa. Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wamamaatii Lillaahi Robbil 'Aalamiina. Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi maha sempurna Kebesarannya-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.
4. Takbir tambahan sebanyak (7 kali). Setiap jeda takbir, umat muslim membaca doa berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.
Artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."
atau juga bisa membaca takbir di bawah ini:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Arab Latin: Allâhu akbar kabîrâ, wal hamdu lillâhi katsîrâ, wa subhanallâhi bukrataw wa ashîlâ.
Artinya: "Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, pada pagi dan petang."
5. Membaca surah Al-Fatihah. Berikut ini bacaan doa Al-Fatihah:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ٧
Arab Latin: Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-'âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an'amta 'alaihim ghairil-maghdlûbi 'alaihim wa ladl-dlâllîn.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
6. Setelah membaca surah Al-Fatihah, kemudian dilanjut dengan membaca surah Al-A'la. Berikut ini bacaannya:
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ١الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ ٢وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ ٣وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ ٤ فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ ٥سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓۖ ٦اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُۗ اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ ٧وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ ٨فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ ٩سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ ١٠وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ ١١الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ ١٢ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ ١٣قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ ١٤وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ ١٥بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ ١٦وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ١٧اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ١٨صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰىࣖ ١٩١٩
Arab Latin: Sabbiḫisma rabbikal-a'lâ. Alladzî khalaqa fa sawwâ. Walladzî qaddara fa hadâ. Walladzî akhrajal-mar'â. Fa ja'alahû ghutsâ'an aḫwâ. Sanuqri'uka fa lâ tansâ. Illâ mâ syâ'allâh, innahû ya'lamul-jahra wa mâ yakhfâ. Wa nuyassiruka lil-yusrâ. Fa dzakkir in nafa'atidz-dzikrâ. Sayadzdzakkaru may yakhsyâ. Wa yatajannabuhal-asyqâ. Alladzî yashlan-nâral-kubrâ. Tsumma lâ yamûtu fîhâ wa lâ yaḫyâ. Qad aflaḫa man tazakkâ. Wa dzakarasma rabbihî fa shallâ. Bal tu'tsirûnal-ḫayâtad-dun-yâ. Wal-âkhiratu khairuw wa abqâ. Inna hâdzâ lafish-shuḫufil-ûlâ. Shuḫufi ibrâhîma wa mûsâ.
Artinya: "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala, lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa. Kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan). Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran, sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar. Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana. Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat. Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu, (yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa."
7. Kemudian rukuk;
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
Arab Latin: Subhaana rabbiyal 'adziimi.
Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung."
8. I'tidal;
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Arab Latin: Sami'allaahu liman hamidah.
Artinya: "Allah Maha Mendengar kepada siapa saja yang memuji-Nya."
Pada waktu berdiri dilanjut membaca;
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Arab Latin: Rabbanaa walakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardhi wa mil-u maa syi'ta min syai-in ba'du.
Artinya: "Ya Tuhan kami bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa-apa yang Engkau sukai."
9. Sujud pertama;
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
Arab Latin: Subhaana rabbiyal a'laa.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi."
10. Duduk di antara dua sujud;
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْني وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي
Arab Latin: Rabbighfir lii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii.
Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, sayangilah aku, tutupilah kesalahanku, angkatlah derajatku, limpahkanlah rezekiku, dan berilah petunjuk kepadaku."
11. Sujud kedua;
12. Berdiri dan takhir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi diri).
Tata Cara Sholat Idul Adha Rakaat Kedua
1. Takbir tambahan sebanyak 5 kali. Sama seperti rakaat pertama, di setiap jeda takbir. Doanya sama seperti di rakaat pertama.
2. Membaca surah Al-Fatihah;
3. Membaca surah Al-Ghasyiyah. Berikut ini bacaannya;
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ ١وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌۙ ٢عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌۙ ٣تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةًۙ ٤تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍۗ ٥لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ ٦لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ ٧وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌۙ ٨لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌۙ ٩فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ ١٠لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةًۗ ١١فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌۘ ١٢فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌۙ ١٣وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌۙ ١٤وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌۙ ١٥وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌۗ ١٦اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ ١٧وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ ١٨وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ ١٩وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ ٢٠فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ ٢١لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ ٢٢اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ ٢٣فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ ٢٤اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ ٢٥ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْࣖ ٢٦
Arab Latin: Tashlâ nâran ḫâmiyah. Tusqâ min 'ainin âniyah. Laisa lahum tha'âmun illâ min dlarî'. Lâ yusminu wa lâ yughnî min jû'. Wujûhuy yauma'idzin nâ'imah. Lisa'yihâ râdliyah. Fî jannatin 'âliyah. Lâ tasma'u fîhâ lâghiyah. Fîhâ 'ainun jâriyah. Fîhâ sururum marfû'ah.
Wa akwâbum maudlû'ah. Wa namâriqu mashfûfah. Wa zarâbiyyu mabtsûtsah. A fa lâ yandhurûna ilal-ibili kaifa khuliqat. Wa ilas-samâ'i kaifa rufi'at. Wa ilal-jibâli kaifa nushibat. Wa ilal-ardli kaifa suthiḫat.
Fa dzakkir, innamâ anta mudzakkir. Lasta 'alaihim bimushaithir. Illâ man tawallâ wa kafar. Fa yu'adzdzibuhullâhul-'adzâbal-akbar. Inna ilainâ iyâbahum. Tsumma inna 'alainâ ḫisâbahum.
Artinya: "Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)? Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina (karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu). Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas. (Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri, merasa puas karena usahanya. (Mereka) dalam surga yang tinggi. Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna. Di sana ada mata air yang mengalir. Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan, gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya), bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar. Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Bagaimana langit ditinggikan? Bagaimana gunung-gunung ditegakkan? Bagaimana pula bumi dihamparkan? Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. Akan tetapi, orang yang berpaling dan kufur, Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar. Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali. Kemudian, sesungguhnya Kamilah yang berhak melakukan hisab (perhitungan) atas mereka.
4. Kemudian rukuk;
5. I'tidal;
6. Sujud pertama;
7. Duduk di antara dua sujud;
8. Sujud kedua;
9. Duduk tasyahud akhir;
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Arab Latin: Attahiyyatul mubaarakaatush sholawatuth thayyibaatus lillaahi asalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuhu, Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu.
Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan-kebaikan diperuntukkan hanya kepada Allah semata. Semoga salam sejahtera, rahmat Allah dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpahkan kepadamu wahai Sang Nabi. Semoga salam sejahtera terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Sedangkan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya."
10. Salam.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Arab Latin: Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Artinya: "Keselamatan, rahmat Allah, dan barakah-Nya semoga tetap menyertai kamu sekalian.
Referensi:
1. Buku "Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet" karya Ibnu Watiniyah dan
2. Buku "Fiqih Islam Terjemahan Matan Al-Ghayah Wa At-Taqrib oleh M Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, M Pd
3. Buku "Risalah Tuntunan Sholat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa'i"
