Sholat Idul Adha Jam Berapa? Cek Ketentuannya sesuai Anjuran Rasulullah

Sholat Idul Adha Jam Berapa? Cek Ketentuannya sesuai Anjuran Rasulullah

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 26 Mei 2026 11:00 WIB
Ilustrasi Idul Adha
Ilustrasi sholat Idul Adha (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Sholat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Kurban. Mengutip dari laman NU Online, hukum melaksanakan sholat Idul Adha adalah sunnah muakkad atau sunah yang sangat dianjurkan.

Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha ini berbeda dengan sholat Idul Fitri. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahaminya agar pelaksanaannya sesuai syariat sehingga dapat memperoleh kesempurnaan pahalanya.

Sholat Idul Adha 2026 Jam Berapa?

Dalam Kitab Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazh Al-Taqrib atau Al-Qawl Al-Mukhtar fi Syarh Ghayatil Ikhtishar karangan Abu Abdillah Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili, disebutkan bahwa Waktu pelaksanaan sholat Ied adalah di antara terbitnya Matahari dan tergelincirnya.

ووقت صلاة العيدين ما بين طلوع الشمس وزوالها

Artinya: Waktu pelaksanaan sholat Ied adalah di antara terbitnya matahari dan tergelincirnya.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, shalat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan lebih awal. Di antara hikmah dianjurkannya sholat Idul Adha lebih awal yakni untuk memberikan keleluasaan waktu bagi orang yang hendak berkurban.(1)

Anjuran ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Jundub:

Artinya: "Nabi SAW, ketika beliau mengerjakan sholat Idul Fitri, maka beliau mengerjakannya manakala Matahari telah meninggi dua tombak (agak sedikit siang). Sementara ketika mengerjakan sholat Idul Adha, maka beliau mengerjakannya manakala meninggi satu tombak."(2)(3)

Penjelasan UAH: Setelah Matahari Naik satu Tombak

Secara rinci, Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya menjelaskan, sholat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan ketika matahari naik satu tombak, sementara itu Idul fitri boleh diakhirkan hingga Matahari naik dua tombak.

"Idul Adha saat masuk syuruq, di situ dikerjakan sholat, lebih awal. Jadi kalau sekarang syuruq jam 6 lewat 3, jam 6 paling lambat 6.10, 6 1/4 sudah sholat," jelas UAH sebagaimana dikutip detikSulsel, Selasa (26/5).

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, sholat Idul Adha ini dianjurkan diawalkan karena salah satu kesunnahan pada tersebut adalah berpuasa sebelum berangkan sholat Ied. Selain itu, dengan melaksanakan sholat Ied lebih awal, hewan kurban bisa disembelih lebih awal di waktu dhuha.(4)

Penjelasan UAS: 12 Menit Setelah Matahari Terbit

Senada dengan penjelasan Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan sholat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan lebih awal. Dia menjelaskan, sholat Idul Adha sudah bisa dilaksanakan 12 menit setelah Matahari terbit.

UAS menjelaskan, waktu 12 menit tersebut merupakan hasil perhitungan astronomi, setara Ketika Matahari meninggi satu tombak. Umat Islam dilarang sholat sebelum Matahari mencapai tinggi satu tombak dikarenakan waktu tersebut adalah waktu-waktu yang digunakan umat menyembah berhala.

"Setan menghampiri Matahari itu selama setinggi tombak. Setelah dihitung menurut ilmu astronomi 12 menit," jelas UAS sebagaimana dikutip detikSulsel, Selasa (26/5).

"Karena waktu inilah yang dipakai untuk menyembah berhala, maka tidak boleh sholat pada Waktu itu. Setelah lewat setinggi tombak (Matahari), barulah kita boleh sholat," sambungnya.(5)

Di Indonesia sendiri, matahari mulai terbit sekitar pukul 6.45-6.00 pagi. Umumnya, pelaksanaan shalat id biasanya berlangsung sekitar jam 6 atau jam 7 waktu setempat.

Adapun batas akhirnya, sebagaimana merujuk pada penjelasan sebelumnya, yaitu hingga Matahari tergelincir.


Referensi:

1. Laman NU Online
2. Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet
3. Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah)
4. Ceramah Ustaz Adi Hidayat
5. Ceramah Ustaz Abdul Somad



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads