Doa Akhir Tahun Islam: Bacaan Arab-Latin, Arti, dan Keutamaannya

Doa Akhir Tahun Islam: Bacaan Arab-Latin, Arti, dan Keutamaannya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 22 Mei 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Berdoa
Foto: Masjid Maba/Unsplash
Makassar -

Kalender Hijriah saat ini tengah berada di bulan terakhir, yakni Dzulhijjah. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun sebagai bentuk muhasabah dan memohon ampunan atas kesalahan selama setahun terakhir.

Doa akhir tahun Islam menjadi salah satu amalan yang cukup dikenal di tengah masyarakat Muslim. Melalui doa tersebut, umat Islam diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir sembari memohon perlindungan, rahmat, dan petunjuk dari Allah SWT untuk menghadapi tahun yang baru.

Selain sebagai bentuk introspeksi diri, membaca doa akhir tahun juga dapat menjadi momentum untuk memperbaiki niat, memperkuat ibadah, serta menumbuhkan harapan agar kehidupan ke depan dipenuhi kebaikan dan keberkahan. Lantas, bagaimana bacaan doa akhir tahun Islam? Serta kapan waktu terbaik untuk mengamalkannya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Doa Akhir Tahun Islam Lengkap Teks Arab-Latin

Terdapat beberapa versi lafaz doa akhir tahun yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Berikut dua di antaranya yang dikutip dari buku Doa Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun yang disusun oleh Hamdan Hamedan:

Bacaan Doa Akhir Tahun #1

Lafaz doa akhir tahun di bawah ini tercantum dalam kitab yang berisi kumpulan doa, Maslakul Akhyar, karya Mufti Jakarta abad ke-19-20 M Habib Utsman bin Yahya:

Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ω…ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ…ΩΩ„Ω’Ψͺُ مِنْ ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω فِي Ω‡ΩŽΨ°ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ©Ω Ω…ΩŽΨ§ Ω†ΩŽΩ‡ΩŽΩŠΩ’ΨͺΩŽΩ†ΩΩŠ ΨΉΩŽΩ†Ω’Ω‡Ω ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩ…Ω’ أَΨͺُبْ مِنْهُ ΩˆΩŽΨ­ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…Ω’Ψͺَ ΩΩΩŠΩ’Ω‡ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ‘ΩŽ Ψ¨ΩΩΩŽΨΆΩ’Ω„ΩΩƒΩŽ Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽ Ω‚ΩΨ―Ω’Ψ±ΩŽΨͺΩΩƒΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ΨΉΩΩ‚ΩΩˆΩ’Ψ¨ΩŽΨͺِي ΩˆΩŽΨ―ΩŽΨΉΩŽΩˆΩ’ΨͺΩŽΩ†ΩΩŠ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΩˆΩ’Ψ¨ΩŽΨ©Ω مِنْ Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―Ω جَرَاَؑΨͺΩΩŠΩ’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ω…ΩŽΨΉΩ’Ψ΅ΩΩŠΩŽΨͺΩΩƒΩŽ فَΨ₯ΩΩ†Ω‘ΩΩŠ Ψ§Ψ³Ω’ΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩŽΨ±Ω’ΨͺΩΩƒΩŽ ΩΩŽΨ§ΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω’ Ω„ΩΩŠ ΩˆΩŽΩ…ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ…ΩΩ„Ω’Ψͺُ ΩΩΩŠΩ’Ω‡ΩŽΨ§ Ω…ΩΩ…Ω‘ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΨ±Ω’ΨΆΩŽΩ‰ ΩˆΩŽΩˆΩŽΨΉΩŽΨ―Ω’ΨͺΩŽΩ†ΩΩŠ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ§Ω„Ψ«Ω‘ΩŽΩˆΩŽΨ§Ψ¨ΩŽ ΩΩŽΨ£ΩŽΨ³Ω’ΨͺΩŽΩ„Ω’ΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΨͺَΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ¨Ω‘ΩŽΩ„ΩŽ Ω…ΩΩ†Ω‘ΩΩŠ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΩ‚Ω’Ψ·ΩŽΨΉΩ’ رَجَائِي Ω…ΩΩ†Ω’ΩƒΩŽ يَا ΩƒΩŽΨ±ΩΩŠΩ…Ω

Latin: Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Bacaan Doa Akhir Tahun #2

Doa ini bersumber dari kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir (w 1335 H) dan dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali:

بِسْمِ اللّٰهِ Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­Ω’Ω…Ω°Ω†Ω Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­ΩΩŠΩ’Ω…Ω. ΩˆΩŽΨ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ اللّٰهُ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ³ΩŽΩŠΩΩ‘Ψ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―Ω ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِهِ ΩˆΩŽΨ΅ΩŽΨ­Ω’Ψ¨ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ. Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩΩ€Ω…ΩŽΩ‘ Ω…ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ…ΩΩ„Ω’Ψͺُ مِنْ ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω ΩΩΩŠΩ’ Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘Ω†ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ§ΨΆΩΩŠΩŽΨ©Ω Ω…ΩΩ…ΩŽΩ‘Ψ§ Ω†ΩŽΩ‡ΩŽΩŠΩ’ΨͺΩŽΩ†ΩΩŠΩ’ ΨΉΩŽΩ†Ω’Ω‡Ω ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩ…Ω’ أَΨͺُبْ مِنْهُ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩ…Ω’ ΨͺΩŽΨ±Ω’ΨΆΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΩ†ΩŽΨ³ΩΩŠΩ’Ψͺُهُ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩ…Ω’ ΨͺΩŽΩ†Ω’Ψ³ΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ­ΩŽΩ„ΩΩ…Ω’Ψͺَ ΨΉΩŽΩ†ΩΩ‘ΩŠΩ’ Ω…ΩŽΨΉΩŽ Ω‚ΩΨ―Ω’Ψ±ΩŽΨͺΩΩƒΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ΨΉΩΩ‚ΩΩˆΩ’Ψ¨ΩŽΨͺΩΩŠΩ’ ΩˆΩŽΨ―ΩŽΨΉΩŽΩˆΩ’ΨͺΩŽΩ†ΩΩŠΩ’ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„ΨͺΩŽΩ‘ΩˆΩ’Ψ¨ΩŽΨ©Ω Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽ جَرَاَؑΨͺΩΩŠΩ’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩŽ. Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩΩ€Ω…ΩŽΩ‘ Ψ₯ΩΩ†ΩΩ‘ΩŠΩ’ Ψ£ΩŽΨ³Ω’ΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±ΩΩƒΩŽ مِنْهُ ΩΩŽΨ§ΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω’ Ω„ΩΩŠΩ’. Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩΩ€Ω…ΩŽΩ‘ ΩˆΩŽΩ…ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ…ΩΩ„Ω’Ψͺُ مِنْ ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω ΨͺΩŽΨ±Ω’ΨΆΩŽΨ§Ω‡Ω ΩˆΩŽΩˆΩŽΨΉΩŽΨ―Ω’ΨͺΩŽΩ†ΩΩŠΩ’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ§Ω„Ψ«ΩŽΩ‘ΩˆΩŽΨ§Ψ¨ΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΨΊΩΩΩ’Ψ±ΩŽΨ§Ω†ΩŽ فَΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ¨ΩŽΩ‘Ω„Ω’Ω‡Ω Ω…ΩΩ†ΩΩ‘ΩŠΩ’ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΩ‚Ω’Ψ·ΩŽΨΉΩ’ Ψ±ΩŽΨ¬ΩŽΨ§Ψ¦ΩΩŠΩ’ Ω…ΩΩ†Ω’ΩƒΩŽ يَا ΩƒΩŽΨ±ΩΩŠΩ’Ω…Ω يَا Ψ£ΩŽΨ±Ω’Ψ­ΩŽΩ…ΩŽ Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ§Ψ­ΩΩ…ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ. ΩˆΩŽΨ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ اللّٰهُ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰Ψ³ΩŽΩŠΩΩ‘Ψ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―Ω ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِهِ ΩˆΩŽΨ΅ΩŽΨ­Ω’Ψ¨ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ.

Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim, wa shallallaahu ta'aala 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allaahumma maa 'alimtu min 'amalin fis-sanatil maadhiyati mimmaa nahaitanii `anhu wa lam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiituhu wa lam tansahu wa halumta 'annii ma'a qudratika 'alaa β€›uquubatii wa da'autanii ilat-taubati ba'da jaraa-atii 'alaika. Allaahumma innii astaghfiruka minhu faghfir lii. Allaahumma wa maa 'amiltu min 'amalin tardhaahu wa wa'adtanii 'alaihits tsawaaba wal ghufraana fataqabbalhu minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariimu yaa arhamar raahimiin. Wa shallallaahu ta'aala 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Ya Allah, amal yang telah Aku lakukan pada tahun lalu dari sekian amal yang Engkau cegah diriku darinya, yang aku belum tobat darinya, dan Engkau pun tidak meridainya, yang telah Aku lupakan namun tidak Engkau lupakan, Engkau telah berbuat bijak kepadaku meskipun sebenarnya mampu untuk menghukumku, Engkau menyeru kepadaku untuk bertobat setelah kenekatanku (bermaksiat) kepada-Mu, ya Allah sungguh Aku memohon ampunan kepadamu dari amal itu, maka ampunilah diriku. Ya Allah, amal yang telah Aku lakukan yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala dan ampunan atasnya, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan Engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Mulia, wahai Zat Yang Paling Maha Pengasih dari para kekasih. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."

Waktu Terbaik Membaca Doa Akhir Tahun Islam

Sesuai namanya, doa akhir tahun dibaca pada penghujung tahun Hijriah, tepatnya di akhir bulan Dzulhijjah sebelum memasuki 1 Muharram. Melansir laman NU Online Lampung, doa akhir tahun dianjurkan untuk dibaca sebanyak 3 kali sebelum Maghrib, pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, pada 29 atau 30 Dzulhijjah.

Hal ini lantaran dalam penanggalan Hijriah pergantian hari terjadi di waktu Maghrib. Sehingga doa akhir tahun Hijriah di baca sebelum Magrib jelang pergantian tahun.

Makna dan Kandungan Doa Akhir Tahun

Bagi umat Islam, pergantian tahun tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan angka dalam penanggalan, melainkan juga momentum untuk bermuhasabah dan menengadahkan doa. Membaca doa akhir dan awal tahun menjadi sarana evaluasi diri atas amal perbuatan yang telah dilalui, sekaligus wujud harapan agar Allah SWT melimpahkan kebaikan, keberkahan, serta perlindungan di tahun yang akan datang.

Melansir laman MUI Digital, berdoa pada momentum pergantian tahun menjadi wujud penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT, sembari memohon ampunan atas segala kekhilafan di masa lalu serta mengharap kemudahan dan kelancaran dalam menjalani seluruh urusan kehidupan di masa mendatang.

Doa akhir tahun memuat permohonan ampunan atas seluruh dosa dan kekhilafan yang dilakukan sepanjang tahun, baik yang disadari maupun yang luput dari ingatan, sekaligus harapan agar setiap amal kebaikan yang telah dikerjakan berkenan diterima oleh Allah SWT.

Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun

Masih dari laman MUI Digital, Syekh Abdul Hamid menerangkan jika doa akhir tahun dipanjatkan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, maka setan akan mengakui kegagalannya, sebab seluruh upaya yang dilakukannya untuk menyesatkan manusia selama setahun seakan-akan sirna hanya dalam sekejap:

ΩŠΩΩ‚Ω’Ψ±ΩŽΨ£Ω Ψ«ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ«Ω‹Ψ§ΨŒ فَΨ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩŠΩ’Ψ·ΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩŠΩŽΩ‚ΩΩˆΩ„Ω: ΨͺΩŽΨΉΩΨ¨Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ω…ΩŽΨΉΩŽΩ‡Ω Ψ·ΩΩˆΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ©ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩΩ’Ψ³ΩŽΨ―ΩŽ ΩΩΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ†ΩŽΨ§ فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ

Artinya: "Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat saja!" (Kanzun Najah wa As-Surur [Beirut: Dar Al-Hawi], h 298-299)

Selain itu, melansir NU Online Jabar disebutkan bahwa barang siapa yang membaca doa akhir tahun niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu di tahun itu, dan setan pun berkata "duh celaka, dia telah menghancurkan perbuatan salahnya yang telah lalu hanya dalam satu jam (sesaat saja).".



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads