Niat Puasa Dzulhijjah Hari ke-5 dan Keutamaannya, Yuk Cek dan Amalkan!

Niat Puasa Dzulhijjah Hari ke-5 dan Keutamaannya, Yuk Cek dan Amalkan!

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 21 Mei 2026 21:00 WIB
Ilustrasi Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah
Ilustrasi Puasa sunnah Dzulhijjah (Foto: Mustafa Akin/Unsplash)
Makassar -

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Amalan ini menjadi kesempatan bagi muslim untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meraih pahala dan keberkahan sebelum Hari Raya Kurban tiba.

Puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, yang meliputi puasa Dzulhijjah tanggal 1-7, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, serta puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Adapun 5 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan Jumat, 22 Mei 2026 dalam kalender Masehi.

Pada hari tersebut, umat Islam masih berkesempatan mengamalkan puasa sunnah Dzulhijjah hari ke-5 sebagai salah satu amalan menjelang Idul Adha. Nah, bagi detikers yang ingin melaksanakan puasa Dzulhijjah hari ke-5, berikut bacaan niat puasa lengkap keutamaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak dan amalkan!

Niat Puasa Dzulhijjah Hari ke-5

Niat puasa Dzulhijjah hari ke-5 sama dapat dibacakan pada malam atau pagi hari karena termasuk puasa sunnah. Berikut bacaan lengkapnya dalam tulisan Arab dan Latin serta terjemahannya yang dikutip dari laman Nahdlatul Ulama:

ADVERTISEMENT

Niat Puasa Dzulhijjah Dibaca pada Malam Hari

Niat puasa Dzulhijjah hari ke-5 dapat dibaca sejak malam hari, yaitu mulai setelah Matahari terbenam hingga sebelum masuk waktu subuh. Membaca niat pada malam hari menjadi waktu utama untuk mempersiapkan diri menjalankan puasa sunnah.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah hari ke-5:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Dzulhijjah Dibaca pada Pagi atau Siang Hari

Bagi yang lupa membaca niat pada malam hari, puasa Dzulhijjah tetap dapat dilakukan dengan membaca niat pada pagi atau siang hari. Namun, niat harus diucapkan sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum makan, minum, ataupun melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah pada pagi atau siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Dzulhijjah Hari ke-5

Diketahui, masing-masing hari pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah masing-masing memiliki fadhilah. Sehingga melaksanakan puasa di dalamnya juga memiliki keutamaan masing-masing.

Melansir buku Fiqih puasa oleh M Hasyim Ritoga, hari ke-5 Dzulhijjah merupakan hari kelahiran Nabi Musa AS. Oleh karena itu, umat Islam yang berpuasa pada hari tersebut akan mendapatkan keutamaan diselamatkan dari siksa kubur dan terbebas dari sifat munafik.

Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah

Kembali melansir laman Nahdlatul ulama, secara umum berpuasa menjelang Idul Adha memiliki berbagai keutamaan yakni:

1. Pahala Dilipatgandakan

Amalan ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Bahkan, pahala puasa dan ibadah pada hari-hari tersebut disebut berlipat ganda dibanding hari lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan puasa satu tahun, dan satu malam melaksanakan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar." (HR At-Tirmidzi)

Para ulama menjelaskan bahwa maksud puasa setara satu tahun dalam hadis tersebut adalah puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.

2. Penghapus Dosa

Salah satu keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah, khususnya puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah, adalah dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura (10 Muharram) dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Mayoritas ulama berpendapat bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil.

3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Keutamaan ini menjadikan hari Arafah sebagai salah satu hari paling mulia dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya: "Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah. Sungguh Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berfirman: 'Apa yang mereka inginkan?'" (HR Muslim).

Itulah niat puasa Idul Adha hari ke-5 lengkap keutamaannya. Semoga bermanfaat ya, detikers!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads