Sebanyak 2 truk tambang pasir sempat hanyut diterjang arus deras di sungai, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden itu terjadi karena debit air tiba-tiba meningkat setelah hujan deras di wilayah hulu.
Peristiwa itu terjadi di sungai Dusun Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Gowa, Rabu (20/5). Laporan kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa sekitar pukul 17.00 Wita.
"Awalnya dilaporkan 2 truk hanyut," kata Kepala BPBD Gowa Wahyudin kepada detikSulsel, Kamis (21/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Basarnas bersama aparat dusun dan pemerintah desa setempat langsung ke lokasi untuk memantau situasi. Dua truk tambang tersebut kemudian dievakuasi secara bertahap hingga malam tadi.
"1 unit truk langsung berhasil diselamatkan karena infonya mesin masih nyala, jadi bisa jalan ke tepi sebelum debit air naik," ujarnya.
"Sementara 1 sempat hanyut akibat derasnya air. Tapi sampai tadi malam sudah berhasil dievakuasi," tuturnya.
Wahyudin menambahkan, ada sebuah ekskavator yang ikut diterjang air bah ini. Kendati begitu, ekskavator dan 2 orang operatornya dilaporkan selamat.
"Dua orang di atas ekskavator atas nama Daeng Kulle (28) dan Daeng Tayang (40) juga berhasil selamat," imbuhnya.
BPBD Gowa memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Dia menegaskan situasi di lokasi sudah kondusif.
"Penyebabnya hujan di hulu sehingga debit air naik," pungkas Wahyudin.
