UMI Tancap Gas Bangun Smart Campus dengan Layanan Digital

UMI Tancap Gas Bangun Smart Campus dengan Layanan Digital

Nurul Hidayah - detikSulsel
Rabu, 20 Mei 2026 17:54 WIB
UMI mempercepat transformasi digital kampus melalui penguatan layanan berbasis teknologi. Dokumen Istimewa
Foto: UMI mempercepat transformasi digital kampus melalui penguatan layanan berbasis teknologi. Dokumen Istimewa
Makassar -

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mulai menyiapkan ekosistem smart campus yang berfokus pada penguatan layanan berbasis digital, pengembangan smart classroom, dan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola kampus. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah dipercepat UMI.

Hal itu disampaikan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Mansyur Ramly saat berkunjung ke fasilitas teknologi milik Ruijie Networks di Fuzhou, China. UMI meninjau langsung implementasi sistem jaringan cerdas yang telah diterapkan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

"Transformasi digital UMI tidak boleh lagi ditunda. Implementasinya harus dipercepat dan mulai dirasakan di seluruh kehidupan kampus," ujar Mansyur Ramly dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin UMI hadir sebagai kampus masa depan yang modern, terkoneksi, cerdas, dan mampu menjawab kebutuhan generasi baru," sambungnya.

Mansyur menjelaskan UMI Connection akan menjadi fondasi pembangunan ekosistem digital kampus yang lebih efektif dan berorientasi global. Cakupannya meliputi integrasi jaringan cerdas untuk modernisasi layanan mahasiswa, penguatan keamanan data, hingga penguatan pembelajaran berbasis digital.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, UMI juga menargetkan pengembangan smart classroom dan ekosistem kampus berbasis AI. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan efisien, sekaligus menciptakan pengalaman belajar baru bagi mahasiswa.

"Semua lini harus mulai bersiap, mulai dari sistem akademik, administrasi, layanan mahasiswa, pembelajaran digital, hingga penguatan ekosistem riset dan inovasi berbasis teknologi. UMI harus menjadi bagian dari masa depan pendidikan tinggi Indonesia," ujarnya.

Senada dengan Mansyur, Rektor UMI Hambali Thalib, menegaskan transformasi digital bagian dari visi besar universitas menuju World Class University. Meski demikian, ia memastikan arah pengembangan tersebut tetap berpijak pada nilai keislaman dan budaya akademik yang kuat.

"UMI Connection akan menjadi titik awal fase baru UMI sebagai smart campus yang modern, adaptif, dan terkoneksi secara global," ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui program tersebut UMI berkomitmen meningkatkan kualitas kampus secara menyeluruh. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Kami ingin membangun kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga unggul dalam inovasi, teknologi, dan kualitas layanan," tuturnya.

Sementara itu, General Manager Ruijie Networks Indonesia, Austin Si, menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong digitalisasi pendidikan tinggi. Pihaknya pun menyatakan kesiapan untuk mendukung UMI sebagai mitra strategis.

"Ruijie siap menjadi mitra strategis UMI dalam menghadirkan solusi smart campus (kampus pintar) yang modern, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan," ujarnya.




(hmw/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads