Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melakukan konvoi kelulusan dengan memakai seragam bergambar logo Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan mengibarkan bendera Bintang Kejora. Polisi yang melakukan razia mengamankan 6 orang.
"Kita amankan enam orang saat konvoi kelulusan pelajar. Seragam yang dikenakan oleh para pelajar bergambar KNPB dan tulisan free West Papua, serta adanya pengibaran bendera Bintang Kejora saat konvoi berlangsung," kata Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Para pelajar melakukan konvoi kelulusan pada Senin (4/5), sekitar pukul 15.00 WIT. Mereka melakukan konvoi mulai dari Pasar Karang, melintas ke kawasan BMW, depan Kantor DPRD Kabupaten, menyusuri Pantai Nabire, lalu ke pusat kota hingga arah Samabusa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samuel mengatakan saat konvoi berlangsung rombongan terpecah karena mengetahui ada penindakan oleh aparat. Para pelajar itu sebelumnya telah diingatkan agar tidak melakukan konvoi kelulusan di jalan raya.
"Sebagian membubarkan diri setelah mengetahui adanya penindakan aparat, sementara sebagian lainnya masih melanjutkan konvoi ke arah kota," bebernya.
Dia menuturkan pada pukul 18.30 WIT hingga pukul 21.30 WIT, masih ada rombongan yang melakukan konvoi di dalam kota. Dia menyebut mereka yang konvoi diperkirakan sekitar 50-70 orang.
"Dari hasil penertiban di lapangan, aparat mengamankan enam orang, dengan rentang usia 18 hingga 19 tahun. Empat orang di antaranya ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
"Sementara satu lainnya masih dirawat di rumah sakit (karena terlibat kecelakaan). Dua orang lainnya diketahui merupakan lulusan tahun 2025 berusia 18 tahun diamankan Patroli Polres Nabire saat ikut konvoi karena membawa senjata tajam," tambahnya.
Samuel mengatakan pihaknya masih mendalami para peserta konvoi. Dia menduga ada kemungkinan momen kelulusan pelajar dimanfaatkan oleh pihak lain yang sengaja membuat kegaduhan.
"Untuk mengantisipasi kejadian serupa, kita mengerahkan sekitar 45 personel patroli guna melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan konvoi di wilayah kota. Patroli keliling dilakukan untuk menekan potensi gangguan ketertiban serta mencegah kerugian material yang lebih besar," pungkasnya.
