ICATT Dorong Ormas Islam di Sulsel Kolaborasi Bahas Problematika Umat

ICATT Dorong Ormas Islam di Sulsel Kolaborasi Bahas Problematika Umat

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Selasa, 05 Mei 2026 11:29 WIB
Silaturahmi Ormas Islam tingkat Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar.
Silaturahmi Ormas Islam tingkat Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) H Mallingkai Ilyas mendorong aksi nyata organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga Islam di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk berkolaborasi membahas problematika umat. Salah satunya melalui gerakan literasi.

Hal tersebut disampaikan Mallingkai saat menghadiri silaturahmi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga Islam tingkat Sulsel di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Senin (4/5/2026). Mallingkai awalnya menyampaikan selayang pandang organisasi ICATT yang berdiri sejak 15 Juli 1989 dan telah dipimpin oleh sejumlah tokoh agama terkemuka di Sulsel.

Ia lalu menegaskan bahwa ICATT sebagai organisasi intelektual memiliki lebih dari 1.000 anggota yang terdiri dari para pakar di berbagai bidang. Oleh karena itu, ICATT siap berkolaborasi untu membahas problematika keumatan melalui berbagai gerakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ICATT siap berkolaborasi dengan seluruh ormas Islam. Kami siap memback-up gerakan literasi umat melalui penulisan buku tematik serta menghadirkan narasumber terbaik dalam membahas problematika keumatan," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak ruang perjumpaan antar ormas Islam sebagai upaya memperkuat ukhuwah, persatuan dan kerukunan. Silaturahmi menurutnya, perlu dilakukan secara rutin dan ormas Islam menjadi tuan rumah secara bergiliran.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Mallingkai mengingatkan bahwa kelompok kecil sering kali tampil dominan karena kelompok mayoritas cenderung diam. Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya gerakan bersama yang melibatkan partisipasi luas umat.

"Salah satu gagasan yang kami tawarkan adalah gerakan jalan sehat atau apapun namanya, bisa juga 'Hijratul Rasul' dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah, yang diikuti oleh 30.000 peserta dari berbagai ormas dan lembaga keagamaan di Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Melalui silaturrahmi lintas ormas ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara organisasi Islam, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan dan mendorong peran aktif umat dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, harmonis dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Umum PW Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi antar pimpinan organisasi guna menjaga persatuan dan kesatuan umat. Ia mengingatkan agar nilai-nilai Islam tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak memahami ajaran secara utuh.

"Semua amal ibadah harus diniatkan lillahi ta'ala. Jika dilakukan dengan ikhlas, maka akan dituntun ke jalan Allah," ujarnya.

Ia juga menyinggung perkembangan pemikiran Muhammadiyah terkait penggunaan kalender Hijriah global sebagai upaya menyatukan umat Islam di tingkat internasional. Selain itu, disampaikan pula kontribusi amal usaha Muhammadiyah, termasuk peran Aisyiyah dalam bidang pendidikan dan layanan sosial keagamaan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H Aminuddin, yang mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel, menyampaikan bahwa pihaknya telah memfasilitasi penandatanganan MoU antar ormas Islam sebagai implementasi nilai "wa'tashimuu bihablillahi jami'an wa la tafarraqu".

Ia menekankan bahwa silaturahmi ini lahir dari kebutuhan bersama (bottom-up), bukan instruksi dari atas (top down), sehingga memiliki komitmen yang kuat. Menurutnya, ormas Islam merupakan bagian dari civil society yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat, di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan efisiensi anggaran.

Dalam kegiatan ini, inisiator gerakan persatuan umat Islam di Sulsel, AM Iqbal Parewangi, turut memaparkan sejarah terbentuknya forum ini. Ia mendorong agar silaturahmi dilaksanakan secara rutin dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata, seperti gerakan literasi umat melalui penulisan buku tematik lintas ormas, dengan berbagai isu strategis keumatan.

Kegiatan ini merupakan pertemuan keempat setelah sebelumnya dilaksanakan di RM Wong Solo, kantor MUI Sulsel, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel. Silaturahmi tersebut dihadiri oleh pimpinan berbagai ormas dan lembaga Islam di Sulsel.

Di antaranya MUI Sulsel, Muhammadiyah Sulsel, Nahdlatul Ulama Sulsel, Wahdah Islamiyah Sulsel, Hidayatullah Sulsel, DPP ICATT, DPP IMMIM, ICMI Sulsel, DDI Sulsel, PITI Sulsel, dan As'adiyah Sulsel. Pertemuan ini menjadi wadah strategis dalam memantapkan sinergi dan kolaborasi lintas ormas dan lembaga Islam untuk membangun dan memberdayakan umat.




(asm/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads