ICATT Gandeng Densus 88-Yayasan Rumah Moderasi Makassar Cegah Terorisme

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 21 Apr 2026 21:37 WIB
Foto: DPP ICATT berkolaborasi dengan Densus 88 dan Yayasan Rumah Moderasi Makassar untuk mencegah terorisme dan radikalisme. (dok. istimewa)
Makassar -

Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) mengambil langkah tegas untuk menghindari aksi terorisme dan radikalisme di tengah masyarakat. Tak tanggung-tanggung, Densus 88 AT Polri dan Yayasan Rumah Moderasi Makassar digandeng dalam perjanjian kerjasama ini.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam diskusi santai di Rumah Kuliner Makassar, Selasa (21/4/2026). Ketua Umum ICATT Mallingkai Ilyas, mengatakan bahwa konflik sosial berdimensi kebangsaan seperti terorisme, radikalisme, dan ekstremisme merupakan ancaman nyata yang memerlukan penanganan bersama.

"Sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam proses pencegahan paham radikalisme. Selain itu, kita juga harus memperkuat narasi keagamaan yang moderat, khususnya di media sosial, agar ruang digital tidak dipenuhi oleh konten-konten yang menyesatkan," kata Ilyas dalam keterangannya.

Kanit Pencegahan Densus 88 Anti Teror Wilayah Sulawesi Selatan AKP M. Faisal memaparkan perkembangan terkini terkait jaringan terorisme, termasuk pola penyebaran narasi radikalisme dan ekstremisme yang mempengaruhi pelaku.

"Salah satu faktor utama seseorang terpapar paham radikal adalah minimnya pemahaman agama yang komprehensif, serta proses belajar kepada pihak yang tidak memiliki otoritas keilmuan," ungkapnya.

Sementara Ketua Yayasan Rumah Moderasi Makassar, Suryadi Mas'ud, mengungkap sejumlah isu yang kerap digunakan dalam mempengaruhi calon rekrutan. Di antaranya adalah penafsiran keliru terhadap konsep "la nafyi" dalam kalimat tauhid la ilaha illallah, yang diartikan sebagai peniadaan "thagut", termasuk pemerintah Republik Indonesia.

"Kalangan mahasiswa menjadi target utama perekrutan, meskipun remaja usia sekolah juga menjadi sasaran, khususnya mereka yang tidak mendapatkan pendidikan agama secara langsung melalui lembaga pesantren. Proses tersebut berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari tamhidi (pengkondisian awal), tamkin (penguatan ideologi), hingga tanfidz (implementasi aksi)," urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bidang Pencegahan Terorisme, Radikalisme, dan Ekstremisme ICATT, Muhammad Syahruddin, menyampaikan bahwa salah satu strategi efektif dalam meng-counter narasi radikalisme adalah dengan menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.

"Semangat Al-Qur'an mengajarkan pendekatan kasih sayang dalam berdakwah. Hampir seluruh surah diawali dengan basmalah, kecuali At-Taubah, sebagai penegasan bahwa Islam mengedepankan rahmat, bukan kekerasan," ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, ICATT bersama Densus 88 AT Polri dan Yayasan Rumah Moderasi Makassar berkomitmen memperkuat langkah preventif dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme, sekaligus membangun narasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian di tengah masyarakat.



Simak Video "Video Densus 88 Sebut Tersangka Perekrut Anak 'Pemain Lama' Jaringan ISIS"

(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork