Siswa SMA Negeri 8 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Rehan (17) berhasil mendapatkan penghargaan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA). Pengakuan itu diberikan kepada Rehan setelah menemukan celah keamanan atau bug dalam sistem NASA.
"Awalnya saya mendengar adanya VDP (Vulnerability Disclosure Program) yang diadakan oleh NASA dan berhasil menemukan kerentanan atau bug pada sistem mereka," kata Rehan saat ditemui di SMAN 8 Pinrang, Selasa (21/4/2025).
Rehan mengikuti VDP dari NASA tersebut pada Januari 2026 lalu. Kini nama Rehan tercatat dalam Hall of Fame (HoF) NASA atas keberhasilannya menemukan bug di sistem NASA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah saya bisa tahap mengambil username dari website NASA dan Atas dedikasi ini, saya mendapatkan apresiasi resmi dan nama saya tercatat dalam Hall of Fame NASA," bebernya.
Ia mengakui sempat ragu mampu menemukan celah keamanan dari NASA mengingat lembaga tersebut merupakan salah satu lembaga dengan tingkat keamanan yang tinggi. Namun dia percaya, selalu ada celah sebab ancaman di dunia digital juga terus berkembang.
"Ancaman keamanan terus berkembang. Sehingga saya yakin selalu ada celah dan berhasil menemukan kerentanan pada sistem mereka," paparnya.
Siswa SMAN 8 Pinrang, Rehan (tengah) menunjukkan penghargaan dari NASA. Foto: Siswa SMAN 8 Pinrang, Rehan (tengah) menunjukkan penghargaan dari NASA. (Muhclis Abduh/ detikSulsel) |
Belajar IT Sejak SMP
Siswa kelahiran Makassar ini mengaku awalnya mengenal information technology (IT) dari sejak masih SMP. Dia belajar secara autodidak melalui Google dan Youtube.
"Saya belajar otodidak dari handphone sejak SMP. Belajar dari Youtube dan Google terkait cyber security hingga akhirnya orang tua mendukung dan sekarang pakai laptop," imbuhnya.
Sejak dari SMP, Rehan kemudian terus mengasah kemampuannya meski secara autodidak. Dia pun banyak melakukan riset dan mencari celah keamanan pada berbagai sistem digital hingga mendapatkan penghargaan dari kampus luar negeri.
"Selain dari NASA pernah juga ada penghargaan dari Komdigi dan kampus bergengsi luar negeri seperti TU Dresden di Jerman, University of Oslo, dan San Diego State University. Semuanya masih terkait dengan keamanan siber," imbuhnya.
Rehan mengakui perjalanannya ini masih sangat panjang dan masih harus banyak belajar. Dia berharap ke depan dengan kemampuan yang dimiliki bisa membantu banyak orang dan membanggakan orang tuanya.
"Fokus saya ke depan adalah terus mengasah kemampuan agar dapat sukses di bidang yang saya tekuni sekarang dan bisa memberikan manfaat hingga akhirnya bisa membanggakan kedua orang tua saya," harapnya.
Data Diri
- Nama: Rehan
- Kelahiran: Makassar, 9 Januari 2009
- Sekolah: SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan
- Hobi: Security Research & Bug Hunting
Prestasi
- NASA (Amerika Serikat): Tercatat dalam Hall of Fame (HoF) dan menerima Surat Pengakuan Resmi atas temuan celah keamanan (vulnerability) pada NASA
- Surat Pengakuan Resmi (Internasional): Diterima dari TU Dresden (Jerman), University of Oslo (Norwegia), dan San Diego State University (Amerika Serikat).
- Sertifikat Apresiasi (Nasional): Diterima dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Airlangga (UNAIR), dan dari pemerintah Indonesia
(hsr/sar)












































